Afrika merupakan sebuah benua yang memiliki 54 negara yang berdiri di atasnya. Masing- masing negara di Afrika memiliki daya tarik sendiri. Jika Anda belum pernah ke salah satu negaranya, maka kami telah merangkum 8 tempat terbaik di Afrika yang
patut dikunjungi.

1. Uganda

Uganda.

Uganda adalah satu dari tiga negara di dunia yang menawarkan perjalanan wisata melihat gorila gunung di alam liar. Hanya ada 900 gorila gunung yang tersisa di dunia, sehingga ini akan menjadi pengalaman yang benar-benar menakjubkan di Uganda.

Taman Nasional Gorila Mgahinga di Uganda adalah habitat keluarga gorila Nyakagezi dengan lima silverbacks (jantan dewasa). Gorila jenis ini memiliki daya pikat tertentu. Anda bisa melihat gorila tersebut dengan ikut kelompok tur kecil yang beranggotakan tidak lebih dari delapan orang. Anda hanya punya waktu 60 menit untuk berinteraksi dengan gorila.

Sebelum mengunjungi gorilla, patut diketahui bahwa Taman Nasional di Uganda ini berupa hutan hujan. Jadi pastikan mengepak barang-barang Anda dengan benar agar tidak basah.

Jika Anda ingin beristirahat, bisa mendirikan tenda di Gunung Gahinga Lodge yang berjarak tidak jauh dari tempat wisata gorila. Dengan latar belakangnya menghadap Gunung Berapi Virunga yang menakjubkan, Anda bisa bersantai sambil menikmati pemandangan. Pastikan Anda untuk ikut serta dalam tur budaya Pigmi Batwa, penghuni tertua hutan hujan Afrika Tengah.

2. Kenya dan Tanzania

Kenya dan Tanzania.

Kenya dan Tanzania sering digabungkan menjadi satu perjalanan. Banyak orang menganggap kedua kabupaten ini sebagai destinasi wisata terbaik di Afrika karena dapat melihat aktivitas migrasi berbagai jenis binatang mulai dari rusa kutub, zebra, dan kijang. Binatang tersebut berpindah dari Masa Mara di Kenya ke Serengeti di Tanzania dan kembali lagi.

Kenya dan Tanzania memiliki beberapa populasi satwa liar yang paling luas di seluruh Afrika. Tidak jarang melihat 50 kawanan gajah, singa, badak, kerbau cape, gajah dan macan tutul. Selain satwa, tentu saja, Tanzania adalah rumah bagi Gunung Kilimanjaro, salah satu tujuan hiking terpopuler di dunia.

Saat pergi ke sana, sebaiknya tidak ketika bulan April dan Mei karena musim hujan. Jika Anda ingin melihat migrasi, bisa berkunjung pada bulan Juli hingga September, kata Daniel Saperstein, pemilik bersama, Hippo Creek Safaris dan spesialis perjalanan Afrika.

Untuk tempat tinggal, Singita Serengeti House yang berdiri di 350.000 hektar di Cagar Grumeti di jantung Serengeti, Tanzania utara, merupakan salah satu penginapan terbaik yang dapat Anda tempati. Anda akan melihat banyak satwa liar termasuk cheetah, rusa kutub, jerapah, singa, gajah, kerbau, dan macan tutul.

3. Zambia dan Zimbabwe

Zambia.

Kedua negara ini terkenal dengan Air Terjun Victoria, air terjun terbesar di dunia. Di samping itu, Anda dapat melakukan arung jeram, menyusuri sungai Zambezi yang penuh dengan buaya dan kuda nil. Itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa buat Anda. Menyisir kedua negara ini, Anda akan mendapati pemandangan Air Terjun Victoria.

Selain itu, Zambia menawarkan wisata safari di taman nasional yang indah seperti Luangwa Selatan dan Lower Zambezi. Di Lower Zambezi, Anda bisa bermain kano dan memancing. “Permainan itu sangat bagus dan pengalaman di Zambia terasa seperti yang dilakukan Kenya 30 tahun lalu, masih sangat alami dan nyata,” kata Daniel Saperstein dari Safari Hippo Creek Safari.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat wisata ini adalah pada bulan Juni hingga September sangat ideal. Apabila datang pada bulan Oktober hingga Januari, cuaca akan terasa sangat panas.

Soal tempat menginap, Luangwa River Camp memiliki lokasi bagus yang terletak di tepi Sungai Luangwa. Sambil beristirahat, Anda bisa melihat berbagai jenis hewan seperti kuda nil, jerapah, dan lebih dari 450 spesies burung.

4. Namibia

Namibia.

Di Namibia, Anda dapat mendaki beberapa bukit pasir tertinggi di dunia. Pemandangan yang dramatis membuat Namibia menjadi salah satu tempat terbaik di  Afrika.  Namun, jangan harap menemukan wahana bermain di Namibia. Jika Anda ingin berpetualang, bisa mencoba Living Desert Tour, tur Kota Hantu, dan penerbangan Pantai Skeleton.

Waktu terbaik untuk berkunjung di Namibia adalah sepanjang tahun. Tetapi perlu diingat, karena ini adalah daerah gurun, Anda bisa melihat perubahan besar setiap hari sepanjang tahun, dari sangat panas ke sangat dingin. Jadi kemaslah pakaian hangat dan cuaca dingin.

Untuk tempat menginap, Little Kulala merupakan penginapan yang nyaman untuk disinggahi. Tempat ini terletak di jantung gurun, memiliki akses ke bukit pasir raksasa Sossusvlei.

5. Botswana

Botswana.

Botswana merupakan tempat yang harus dikunjungi di Afrika untuk melihat satwa liar dari dekat, tanpa keramaian. Ditambah lagi, pemandangan padang rumput Delta Okavango yang cukup memukau.

Anda akan dapat menggunakan mokoros (kano tradisional) untuk menikmati pengalaman itu semua. Bahkan Anda bisa berada lima kaki dari gajah yang sedang mandi. Tidak ada safari yang memberikan pengalaman tersebut.

Waktu terbaik untuk berwisata ke Botswana adalah mulai dari Juni hingga September, setelah banjir Delta Okavango mulai surut. September dianggap sebagai musim puncak keramaian pengunjung.

Anda bisa menginap di Sable Alley yang terletak di jantung Khwai Private Reserve. Ini adalah tempat yang ideal untuk melihat banyak hewan termasuk singa, macan tutul, gajah, kerbau, dan anjing liar yang sulit ditangkap.

6. Afrika Selatan

Pemandangan negara Afrika Selatan.

Afrika Selatan merupakan perpaduan pesona Eropa dan Afrika. Negara ini memiliki banyak hal menarik, mulai dari penangkaran hiu, zona safari bebas malaria hingga pengalaman singgah di kota Durban.

Hampir setiap saat sepanjang tahun, Anda bisa mengunjungi Afrika Selatan untuk berlibur. Tetapi Desember hingga Februari, Afrika Selatan sering diguyur hujan sementara Mei hingga Juli adalah bulan terdingin.

Adapun tempat menginap, Thanda Safari bisa menjadi pilihan tepat. Staf Thanda akan menyambut anak-anak dengan ramah dan menawarkan berbagai program konservasi untuk para tamu, termasuk wisata tur badak dengan berjalan kaki. Oyster Box di tepi pantai di Durban adalah tempat relaksasi pasca-safari yang terkenal dengan spa terbaik.

7. Mesir

Salah satu bangunan di negara Mesir.

Mengunjungi piramida dengan menggunakan kapal pesiar menyelusuri Sungai Nil adalah petualangan yang menyenangkan. Mesir adalah tempat lahir peradaban Barat. Temukan pulau-pulau Aswan dengan felucca (perahu layar tradisional) dan tur wisata ke Museum Barang Antik Mesir, tempat penyimpanan artefak yang ditemukan dari makam Tutankhamun. Bagian Afrika Utara ini menarik bagi penggemar sejarah dan mereka yang tertarik dalam perjalanan budaya.

Anda bisa mengunjungi Mesir kapanpun, tetapi suhu paling nyaman adalah antara Oktober dan April. Untuk penginapan, Mena House bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Mena House yang bersejarah, menawarkan pemandangan piramida yang tak terkalahkan.

8. Maroko

Pemandangan Maroko.

Kunjungi pasar rempah-rempah yang terkenal dan kerukunan dalam budaya Arab di Negara Maroko. Kota-kota besar di negara ini seperti Marrakech, Tangier, Fez, dan Rabat memberikan Anda gambaran tradisi kuno.

Maroko menawarkan begitu banyak jenis pengalaman berbeda. Misalnya perjalanan unta di Gurun Sahara dan tidur di bawah bintang-bintang, dan minum teh dengan Berber nomaden untuk belajar tentang gaya hidup mereka. Di Marrakech, yang dikenal sebagai kota merah, ada banyak hal yang menarik perhatian Anda.

Tapi tempat yang harus Anda kunjungi sebelum pulang adalah Djemaa el Fna, pasar terbesar di Maroko sekaligus alun-alun terbesar di Afrika. Pastikan berjalan-jalan di sekitar alun-alun di malam hari ketika musisi, penari, dan pendongeng pentas. Berkeliling di sekitar banyak pasar yang berdekatan dengan Djemaa el Fna, di mana Anda dapat membeli segala sesuatu mulai dari rempah-rempah hingga teko.

Maroko adalah salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di Afrika. Anda bisa mengunjunginya kapan saja. Namun, Marrakesh akan sangat panas saat musim panas, dan gurun menjadi sangat dingin di bulan Januari.

Saat tiba di sana, Anda bisa memesan kamar di La Mamounia, sebuah hotel istana. Hotel ini menawarkan pemandangan tak tertandingi dari pegunungan Atlas yang tertutup salju sebagai latar belakangnya.