Ingin tahu tren perjalanan baru mana yang mungkin mendominasi feed Instagram Anda tahun ini? Beberapa diantaranya terbukti menjadi lebih dari sekadar tren musiman seputar makanan cepat saji atau teknologi wisata yang hiper-futuristik — beberapa dari tren ini bisa mengubah cara Anda melakukan perjalanan secara fundamental, untuk selamanya.

Berikut adalah tren perjalanan yang sedang hangat-hangatnya. Tren-tren ini akan dapat berdampak pada liburan Anda di tahun 2019 dan seterusnya.

Korea Selatan 

tren perjalanan 2019
Tren liburan ke Korea Selatan akan semakin populer di tahun 2019.

Hallyu atau Gelombang Korea nampaknya tak akan surut secara cepat, dan malah akan semakin menggelora beberapa tahun ke depan. Pariwisata merupakan bidang yang tak lepas dari percikan pengaruh hallyu. Olimpiade Musim Dingin 2018 yang diselenggarakan di Pyeongchang, Korea Selatan pada Februari 2018 lalu semakin meningkatkan ketertarikan para turis untuk datang ke negeri ginseng tersebut. Selain pamornya sebagai pencuri panggung di dunia hiburan dan tuan rumah olimpiade 2018, Korea Selatan menyimpan segudang pesona lain yang menanti para turis, mulai dari kuil, istana, bunga sakura, makanan jalanan, hingga K-beauty.

Tren K-beauty sebagai standar kecantikan yang baru berfokus pada produk perawatan kulit yang berasal dari Korea. Tren ini pulalah yang banyak menarik turis ke sana untuk merasakan secara langsung bagaimana kulit dan tubuh mereka dirawat secara mewah dengan produk-produk dan teknologinya yang mutakhir. Mulai dari perawatan kulit menggunakan bahan alami seperti lendir keong, racun lebah, telur salmon, rumput laut, jamur, dan banyak lagi, yang semuanya dapat Anda temukan di Korea. Memesan liburan spa mewah di Seoul tentunya lebih memuaskan daripada sekadar merawat kulit apa adanya.

Perjalanan Wanita

tren perjalanan 2019
Gerakan emansipasi wanita juga merambah ke ranah pariwisata.

Tahun lalu melihat lonjakan besar dalam tren perjalanan solo dan peningkatan ketersediaan akomodasi untuk tur seorang diri. Sementara itu, tahun ini merupakan tahunnya perjalanan wanita. Pengaruh gerakan-gerakan seperti #MeToo yang berfokus terhadap pengalaman wanita juga merambat ke ranah pariwisata. Sebagai hasilnya, banyak agen perjalanan menawarkan tur khusus bagi perempuan di mana pemandu maupun pesertanya semuanya wanita.

Salah satu penyedia tur semacam ini adalah tur kelompok kecil REI yang rata-rata pemesannya adalah 60% wanita. Perusahaan ini telah memperluas jangkauan tur khusus wanitanya menjadi 19 penawaran setelah melihat minat yang mencapai tiga kali lebih tinggi dari yang diperkirakan pertama kali pada tahun 2017. Wanita dengan hasrat untuk menjelajahi alam bebas dapat memesan tur ini dan pergi ke destinasi-destinasi yang berada di tingkat teratas bucket list kebanyakan penjelajah.

Food Foraging

tren perjalanan 2019

Salah satu tren wisata kuliner terbaru ini membutuhkan partisipannya untuk berupaya sedikit lebih banyak dalam mempersiapkan santapannya. Menggabungkan ekowisata dan kelas memasak, para pelancong mengantre untuk mencari bahan-bahan lokal dengan seorang pakar sebelum menuju ke dapur. Mencari truffle atau tanaman-tanaman herbal dari hutan serta mengumpulkan kerang dan rumput laut dari garis pantai telah menjadi tren wisata kuliner yang populer di seluruh dunia, mulai dari Inggris dan Portugal hingga ke Australia, Cape Town, dan Abu Dhabi.

Pesiar Milenial

tren perjalanan 2019
Wisata pesiar untuk para milenial kini kian digemari.

Apakah Anda seorang milenial yang tertarik berpesiar? Uniworld Cruises menawarkan tur tamasya pesiar yang dikhususkan untuk para milenial. U by Uniworld adalah nama paketnya dan disediakan untuk orang berusia 21 hingga 45 tahun. Lounge DJ, restoran, dan wisata pantai akan mendominasi pengalaman menjelajah sungai Rhine, Seine, dan Danube. Bedanya, kerumunan yang berpartisipasi berumur jauh lebih muda daripada wisatawan kapal pesiar pada umumnya, dan dengan sekitar 120 penumpang di setiap pelayaran. Sebagai pelopor di bidang ini, ide pesiar Uniworld khusus milenial yang mulai dioperasikan pada tahun 2018 hanya akan semakin populer di beberapa tahun mendatang.

Destinasi Safari 

tren perjalanan 2019
Wisata safari.

Cape Town yang terkenal dengan margasatwanya sekarang menderita karena kekeringan air yang membuat pelancong lebih memilih tujuan safari yang kurang dikenal seperti Zambia untuk melihat ragam macan tutulnya, Rwanda untuk gorila gunungnya yang terancam punah, dan Botswana untuk populasi gajahnya yang berlimpah.

Wisata Kebugaran

tren perjalanan 2019
Wisata kebugaran, menyenangkan dan sehat!

Penawaran tur petualangan yang semakin intensif telah berkembang dari trekking dan hiking ke bersepeda, lari maraton, hingga arung jeram, naik kayak, dan berlayar. Agen perjalanan seperti Intrepid Travel, REI Adventures, dan G Adventures, mempermudah para pecinta liburan aktif untuk memuaskan hasrat petualangan mereka.

Perjalanan Kereta Hyperloop

tren perjalanan 2019
Kereta hyperloop.

Hyperloop merupakan jaringan kereta api berkecepatan supersonik. Sebuah teknologi yang nampaknya tidak lebih dari sebuah ide novel fiksi ilmiah sejak CEO Tesla, Elon Musk, menyampaikan gagasan itu bertahun-tahun yang lalu bukan lagi hanya sekedar wacana. Pada akhir 2017, Musk menyatakan minatnya untuk akhirnya merealisasikan ide tersebut, dan proyek tersebut tampaknya menarik minat beberapa pendukung untuk dikembangkan pada tahun 2018.

Mengamati Perubahan Ekologis

tren perjalanan 2019
Perubahan ekologis.

Perubahan iklim menjadi perubahan penting yang mempengaruhi tren wisata setiap tahunnya. Beberapa destinasi mengalami perubahan ekologis utama seperti suhu ekstrem dan banjir yang sering mulai terjadi, seolah-olah ia akan segera menjadi tempat terlarang untuk dikunjungi. Fenomena ini membuka jalan terhadap tren perjalanan kesempatan terakhir, di mana para turis berbondong-bondong mengunjungi tempat yang terancam ditutup karena alasan perlindungan sebelum terlambat. Mulai dari ladang es dan gletser yang perlahan-lahan mencair hingga terumbu karang Great Barrier Australia yang telah memutih dan sekarat.

Menginap di Hotel Pintar

tren perjalanan 2019
Menginap di hotel pintar.

Semakin banyak hotel yang mengikuti tren futuristik. Hotel-hotel “pintar” lebih dari sekadar kamar-kamar yang bisa Anda minta untuk “menutup tirai” atau “mematikan lampu”. Layanan kamar robot telah tersedia di beberapa hotel tersebut, dan tempat penginapan yang berfokus pada teknologi seperti Yotel telah memperluas cabangnya ke banyak penjuru dunia, dengan cabang Singapura menjadi yang terdekat dari Indonesia.

Bagamana, menarik bukan? Jadi, tren perjalanan mana yang Anda pilih?