Transportasi, satu dari sekian banyak hal yang sangat krusial saat berada di negeri orang. Terutama bagi backpacker atau pelancong yang tak memakai jasa biro perjalanan. Sebelum menetapkan destinasi wisata, penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis transportasi yang tersedia di daerah yang dituju.

Berikut sepenggal kisah perjalanan dari kota Paris ke Port Boulet yang dirangkum tim kami sebagai referensi trik bagi Anda dalam memilih transportasi di negeri orang.

Sulit Mendapatkan Taksi

Menuju Port Boulet dari Paris dengan kereta jelang malam.
Menuju Port Boulet dari Paris dengan kereta jelang malam.

Seperti jadwal yang telah direncanakan semula, hari ini merupakan hari terakhir kami di Paris. Setelah kunjungan singkat ke Notre Dame, kami kembali ke apartemen tempat menginap. Mengemasi baju dan barang bawaan lain, mengepak dan memasukkannya ke dalam koper lalu menuju stasiun untuk naik kereta pukul 6 sore dari Paris ke Port Boulet di Lembah Loire.

Di Port Boulet, kami telah mengatur pertukaran rumah dengan keluarga Prancis. Apa yang kami lupa lakukan adalah mengatur transportasi dari stasiun kereta Port Boulet ke rumah pertukaran yang kami tuju.

Port Boulet memang indah. Tak diragukan lagi. Bersih, tenang dan asri. Seperti kota-kota penuh kedamaian lainnya, di malam Port Boulet sangat sepi. Bila tiba di kota ini sore atau menjelang malam, pastikan Anda telah memesan atau menyewa mobil. Jika tidak, Anda akan kepayahan seperti yang kami rasakan. Sebab, jelang malam, Port Boulet merupakan kota tanpa taksi.

Taksi, transportasi yang sulit ditemukan saat jelang malam.
Taksi, transportasi yang sulit ditemukan saat jelang malam.

Jarak dari stasiun menuju rumah tempat kami menginap sekitar 12 km. Saat kami tiba di stasiun, malam telah menjemput. Di area stasiun hanya ada dua mobil rental yang sudah siap menjemput penumpangnya masing-masing. Tak lama kemudian, mobil yang satu melaju. Tinggal satu mobil yang sepertinya sudah berancang-ancang akan meninggalkan stasiun. Mobil itu tampak klasik. Kira-kira produksi tahun 1990an. Kami, para pelancong perempuan, tak ada yang begitu perhatian dengan rancangan mobil plus tahun produksinya. Tapi kami yakin, mobil klasik itu sudah mengalami perombakan.

Mendapat Tawaran Transportasi

Dari tim kecil kami yang beranggotakan lima perempuan pengelana, hanya 1 orang yang setidaknya paham bahasa Prancis. Itu pun hanya beberapa kata. Dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri, teman kami berjalan menghampiri mobil klasik tersebut untuk menanyakan keberadaan taksi atau transportasi lain yang bisa membawa kami ke tempat tujuan.

Beruntung, sang pengemudi dan penumpang dalam mobil klasik menaruh perhatian dan berupaya mengerti akan kesulitan yang kami hadapi. Si pengemudi dan penumpang menurunkan kaca mobil bahkan jauh sebelum teman kami tiba di samping mobil. Beruntungnya lagi, bahasa Inggris mereka jauh lebih baik daripada bahasa Prancis teman kami.

Teman kami menjelaskan kesulitan transportasi yang kami alami dan menanyakan layanan taksi di Port Boulet. Dengan sopan, pengemudi keluar dan membantu kami mencari nomor telepon taksi di sebuah depo kosong. Namun kami tidak menemukan layanan taksi satu pun yang masih beroperasi di malam hari. Akhirnya, pengemudi Prancis yang sangat ramah menawarkan mengantar kami ke tempat tujuan.

Sayangnya, kami berlima, ditambah bagasi, tidak bakal muat di mobilnya. Untungnya, selain rumah, kami telah sepakat melakukan pertukaran mobil dengan keluarga Prancis yang menetap di Port Boulet. Keputusan tersepakati. Dua dari kami ikut pengemudi dan penumpang mobil klasik ke rumah pertukaran untuk mengambil mobil. Sementara tiga lainnya menunggu dengan penuh sabar di stasiun.

Waktu menunjukkan pukul 09:38 malam waktu setempat kala itu. Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke rumah pertukaran dan kembali lagi ke stasiun kurang lebih 1 jam. Untuk daerah yang berada di 48 derajat lintang utara, matahari di Port Boulet terbenam agak terlambat dibanding di daerah tropis. Tapi saat itu, matahari mulai tenggelam dan langit menggelap.

Petualangan Mengambil Mobil

Teman kami dan mobil pertukaran akhirnya sampai di stasiun dengan selamat sebelum kami menghabiskan anggur gelas pertama. Kemudian kami mendengar kisah petualangan mengambil mobil pertukaran yang tak kalah seru dengan (hanya) menunggu di stasiun yang gelap.

Rupanya mobil klasik yang ditumpangi kawan kami itu mogok sebelum mereka sampai di rumah pertukaran. Pengemudi Prancis yang ramah menurunkan penumpangnya yakni pasangan muda ramah dengan seekor anjing beserta kawan kami di jalan nan sepi. Untungnya, tujuan pasangan muda itu tak jauh dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Kawan kami dipasrahkan pengemudi mobil klasik kepada pasangan muda yang sama sekali tak bisa berbahasa Inggris.

Tak tersesat berkat GPS.
Tak tersesat berkat GPS.

Teman kami lalu diantar pasangan muda ke rumah pertukaran. Melalui GPS, kami bisa sampai meski sempat kesasar. Sesampainya di rumah pertukaran, kami mengucapkan beribu terima kasih.

Menuju Stasiun

Rumah pertukaran memiliki pagar dan kondisi penerangan di luar rumah kurang lebih sama dengan di stasiun, gelap gulita. Setelah perjuangan membuka pagar tanpa penerangan, teman kami berhasil masuk ke dalam rumah dan menemukan beberapa instruksi yang ditinggalkan tuan rumah. Garasinya berada di bawah tanah. Dua orang teman kami harus melewati tangga sempit yang menyeramkan untuk bisa mencapai garasi.

Mobil tuan rumah diesel dan teman-teman perempuan kami tak ada yang tahu menyalakan mesinnya. Berita baiknya, buku manual berbahasa Inggris ditinggalkan si pemilik. Mesin mobil sudah menyala, giliran pintu garasi tak mau terbuka. Rupanya cara membuka pintu garasinya digeser ke samping bukan tipe yang diangkat naik ke atas atau turun ke bawah. Asalkan bisa melepas keempat kait, pintu garasi itu sebenarnya mudah ditaklukan. Dan kawan kami yang tak biasa dengan pintu garasi geser, merusak kait keempat. Kami harus mengeluarkan uang untuk mengganti biaya perbaikannya.

Pintu garasi telah terbuka, mobil siap meluncur tapi teman kami salah arah. Bukannya belok ke kanan, teman kami dengan percaya diri membanting stir ke kiri. Alhasil bukan jalan menuju gerbang yang didapat melainkan kolam renang tanpa pagar. Beruntung kawan kami menginjak rem tepat pada waktunya sehingga musibah tercebur ke kolam bisa dihindari.

Perjalanan dari rumah pertukaran ke stasiun juga tak mudah. Selama 15 menit pertama selepas dari rumah pertukaran, dua orang teman kami tersesat dengan sukses. Tapi berkat GPS, mereka bisa menemukan arah ke stasiun dan kami berlima pun akhirnya bisa bertemu kembali di stasiun. Dari pengalaman yang seru sekaligus menyenangkan ini, kami kemudian menyimpulkan beberapa poin. Semoga poin-poin yang tertera di bawah bisa menjadi trik bagi Anda dalam bepergian cukup lama ke negeri orang.

Tips

Penting untuk tahu jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Penting untuk tahu jadwal keberangkatan dan kedatangan.
  1. Jangan pernah menyepelekan transportasi, terutama bila Anda backpacker atau bepergian sendiri tanpa melibatkan biro perjalanan wisata.
  2. Cari tahu sebelumnya transportasi umum di destinasi wisata yang Anda tuju. Mulai dari ragam, harga tiket hingga jadwal keberangkatan dan kedatangannya.
  3. Bila ingin sewa atau melakukan pertukaran kendaraan (bisa mobil, motor dan lainnya) pastikan Anda memiliki SIM Internasional (Surat Ijin Mengemudi Internasional dan tahu jenis mobil beserta cara mengemudikannya.
  4. Perluas wawasan seputar Sistem Pemosisi Global (GPS) supaya Anda tidak tersesat.

Jadi, mulai sekarang jangan pernah menyepelekan pentingnya transportasi saat sedang bepergian ya!