Pertama kali saya memutuskan berkunjung ke Kalimantan, karena saya berpikir tempat ini seperti memiliki kesamaan dengan Thailand. Dengan kondisi geografisnya yang mempunyai ciri khas daerah Pasifik Selatan seperti dengan adanya pantai, olahraga air, pulau, dan margasatwa, dua tempat tersebut tampak serupa di dalam pandangan saya. Tetapi saya lebih tertarik dengan Kalimantan karena pulau ini memiliki lebih sedikit wisatawan, bahkan banyak wisatawan dari Amerika belum tahu letak pulau Kalimantan yang merupakan pulau terbesar ketiga di dunia ini.

Sementara sebagian besar wisatawan Amerika belum tahu tentang pulau Kalimantan sebagai tempat tujuan wisata, banyak pelancong dari tempat lain dari seluruh dunia sudah mengenal tempat ini sebelumnya. Selama 12 hari perjalanan saya di pulau Kalimantan bagian utara atau Malaysia Timur, saya menyadari bahwa tempat ini sedang dalam perjalanan menjadi Thailand berikutnya dan hal ini terjadi bukan dengan proses yang baik. Setelah saya merasakan sendiri keramaian, polusi, dan eksploitasi di Thailand beberapa tahun yang lalu, juga mendapati beberapa bagian wilayah Thailand sekarang ditutup karena terlalu padat oleh kegiatan pariwisata, saya pun mulai mengubah perspektif saya.

Kalimantan bisa menjadi Thailand berikutnya, tetapi para wisatawan sebaiknya tidak mengharapkan hal itu terjadi.

Di wilayah Sabah, Malaysia Timur, pariwisatanya sangat bergantung wisata margasatwanya. Daerah ini sering disebut sebagai “daerah perbatasan terakhir” untuk satwa liar seperti orangutan, bekantan, burung enggang, burung Raja-udang, gajah kerdil, dan beruang madu dan banyak agen biro wisata mengiklankan hal ini dengan gencar. Tetapi seperti kebanyakan negara berkembang lainnya, Sabah mengalami masalah lingkungan seperti masalah pencemaran sampah yang sering terjadi di laut, pencarian sarang burung dan penggundulan hutan.

Untuk itu, wisatawan perlu memahami dampak lingkungan dari perjalanan mereka dan bagaimana mereka dapat melakukan perjalanan yang beranggungjawab saat berada di tempat wisata yang ditujunya. Berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa saya bagikan dari perjalanan saya di Pulau Kalimantan.

# 1: Bepergian dengan Biro Pariwsata yang Terpercaya

Perjalanan ke Borneo yang didampingi oleh seorang pemandu.
Perjalanan ke Borneo yang didampingi oleh seorang pemandu.

Saya melakukan perjalanan ke Kalimantan dengan menggunakan jasa sebuah agen perjalanan pariwisata yang terpercaya. Mereka mengajarkan wisatawan tentang masalah lingkungan yang terjadi di pulau Kalimantan dan mendukung pelestarian satwa liar yang hidup di hutan yang saya lalui selama perjalanan. Selain itu, mereka juga mendukung Program Observasi Orangutan HUTAN Kinabatangan di Malaysia Borneo dan mendorong para wisatawan untuk menggunakan botol air yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi polusi plastik. Di dalam daftar rencana perjalanan saya, juga dijelaskan tentang sederet masalah lingkungan yang terjadi karena penanaman kelapa sawit di daerah Kalimantan. Minyak sawit adalah sejenis minyak nabati yang digunakan dalam produk makanan dan kecantikan dan agen perjalanan saya mendorong para wisatawan untuk berbelanja produk dengan label RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan / atau FSC (Forest Stewardship Council), yang menandakan bahwa produk tersebut dibuat dengan cara yang bertanggungjawab.

Perjalanan saya juga termasuk mendaki gunung Kinabalu dan menjelajahi hutan Kinabatangan. Agen perjalanan saya bekerja sama dengan agen setempat yang juga sudah cukup dipercaya, sehingga wisatawan tahu bahwa setiap kegiatan dalam perjalanan mereka dapat bermanfaat dan tidak akan berdampak buruk pada lingkungan dan juga orang-orang di tempat tersebut.

# 2: Mengunjungi Taman Nasional

Terdapat hampir 30 taman nasional di wilayah Malaysia Timur, namun hanya beberapa saja yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Meskipun sudah ada sarana dan prasarana yang mampu mengontrol jumlah pengunjung, ada baiknya Anda mendatangi tempat-tempat lain yang kurang populer namun tak kalah indahnya dengan tempat lain, seperti Taman Nasional Lambir Hills, Lembah Danum dan Taman Laut Tun Sakaran. Dengan mengunjungi taman nasional, Anda bisa memahami panduan konservasi setempat, mendapatkan pengawasan dan secara finansial Anda sudah mendukung perkembangan daerah tersebut melalui biaya masuk yang Anda bayarkan.

# 3: Membantu Konservasi Satwa Liar

Seekor orang utan di dalam area konservasi.
Seekor orang utan di dalam area konservasi.

Ada banyak cara untuk menikmati pesona satwa liar di Malaysia Timur, tetapi Anda dapat melangkah lebih jauh dengan membantu konservasi satwa liar di hutan hujan Malaysia Timur dan sekitarnya. Salah satu agen tur dari Australia, Orangutan Odysseys, menawarkan tur penggalangan dana di mana para wisatawan dapat mengumpulkan 1.000 AUD (sekitar 700 USD). Dana ini digunakan untuk mengadopsi orangutan yatim piatu dan secara langsung memberikan kontribusi bagi kelangsungan hidup orangutan serta habitatnya.

Sedangkan agen tur saya, mengajak untuk mengunjungi Pulau Penyu, yang merupakan taman nasional dan tempat penetasan telur penyu yang dilindungi. Tempat ini mendukung konservasi penyu, dan wisatawan dapat “mengadopsi” sarang penyu dengan menyumbangkan sejumlah dana. Tentu saja selain itu, ada banyak cara lain yang dapat Anda lakukan secara sukarela jika Anda ingin melakukan sejumlah kegiatan bermanfaat di sana, seperti dengan mengikuti program dari pemerintah Inggris pada website resmiya Tourism Concern dan Ethical Travel Guide.

# 4: Mendukung Penduduk Setempat

Hunian selama berkunjung ke Borneo.
Hunian selama berkunjung ke Borneo.

Negara bagian Sabah di Malaysia Timur memiliki program hunian unik yang didanai oleh Kementerian Pariwisata Malaysia sehingga wisatawan dapat tinggal di rumah warga selama satu malam. Beberapa agen tur memasukkan hal ini dalam jadwal perjalanan mereka dan itu adalah bagian dari pengalaman saya di Kalimantan. Namun di luar itu, Anda juga dapat memesan penginapan sendiri. Hunian seperti yang telah saya sebutkan di atas terdapat di seluruh negara bagian. Selama Anda berada di sana, Anda akan mendapatkan makanan rumahan, kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk desa setempat, dan juga menikmati elemen budaya lain seperti pertunjukan tari suku atau menjelajah hutan.

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mendukung komunitas setempat di Kalimantan adalah dengan memesan paket perjalan tu rmelalui berbagai agen tur untuk mendiversifikasikan pengeluaran uang Anda. Saya memesan dua buah paket perjalanan ketika saya berada di Kota Kinabalu, ibu kota Sabah. Salah satunya adalah tur kota setengah hari yang pendek dengan pemandu wisata super ramah dimana saya menjadi satu-satunya orang di dalamnya pada saat itu. Perjalanan ini seperti menjadi perkenalan saya pada kota tersebut pada hari pertama. Pada tur lainnya terdapat kegiatan lain, termasuk Kelas Memasak Taste of Borneo. Kegiatan ini membawa saya pergi ke pasar lokal. Setelah berbelanja di pasar, saya belajar memasak beberapa hidangan khas Kadazan-Dusun dan menikmati makanan rumahan di sana.

Kedua tur di atas menjadi pelengkap perjalanan saya dengan agen tur lain. Oleh karena itu, jika Anda bepergian dengan tur dalam jangka waktu yang cukup lama dengan grup, Anda masih bisa menambahkan pengalaman lain dengan mengikuti kegiatan seperti yang sudah saya ceritakan di atas.

# 5: Jadilah Wisatawan yang Sadar Lingkungan

Kawasan pantai di Borneo yang rawan pencemaran.
Kawasan pantai di Borneo yang rawan pencemaran.

Karena saya bepergian dengan agen tur yang terpercaya, saya merasa seperti sedang membantu Kalimantan. Bahkan saya dan grup saya dapat menyarankan perubahan kecil kepada para kepala daerah dan pihak hotel di sana, seperti menekankan penggunaan tabir surya yang ramah lingkungan di Pulau Penyu untuk membantu mengurangi dampak paparan sinar matahari selama dalam perjalanan pada wisatawan di masa depan.

Tetapi Anda juga dapat melakukan hal-hal di atas dengan keinginan Anda sendiri. Anda bisa melakukkanya saat melakukan tur ataupun di luar tur. Jangan lupa bepergian dengan mengenakan tabir surya yang ramah lingkungan. Selain itu, meskipun tidak ada aturan yang mengharuskannya, ketika Anda di pantai, bersihkanlah sampah jika Anda bisa. Jika Anda melihat sampah atau kotoran lain di pantai, ambil foto, tandai dan laporkan hal ini pada LSM lingkungan melalui media sosial atau hubungi pihak mereka melalui email. Selama berkunjung ke Kalimantan, saya juga belajar tentang minyak sawit (terima kasih kepada agen tur saya yang sudah memberi tahukan tentang hal ini ) dan mulai membeli produk dengan stiker keberlanjutan RSPO dan atau FSC. Kelompok tur kami juga diberitahu tentang perburuan sarang burung dan dampak dari perdagangannnya pada lingkungan. Oleh karena itu, saya tidak akan mendukung hal ini dengan alasan apa pun.

Untuk sementara ini, inilah beberapa tips dan informasi yang bisa saya sampaikan pada Anda. Jika Anda sudah memahami betapa pentingnya tips-tips di atas, Anda dapat mempraktekkannya di tempat lainnya.