Peru paling sering disamakan dengan atraksi utamanya, Machu Picchu. Kota Inca dari abad ke-15 yang berada di puncak gunung tersebut memang merupakan salah satu objek wisata paling menarik di dunia. Namun, sebetulnya ada banyak hal menarik lainnya yang terdapat di negara Amerika Selatan ini.

Peru adalah impian para petualang dengan banyak kegiatan olahraga menantang, salah satunya selancar pasir atau sand surfing. Negara ini juga memiliki festival, pasar, makanan, beragam lanskap, dan margasatwa. Berikut ini ada sembilan tempat menarik sekaligus aktivitas yang bisa Anda lakukan di Peru selain mengunjungi Machu Picchu.

1. Mengendarai Dune Buggy di Gurun

Mengendarai dune buggy di gurun.
Mengendarai dune buggy di gurun.

Di sebelah barat kota Inca terdapat pemandangan yang unik terdapat bukit pasir luas, dengan laguna serta pohon palem tepat di tengah. Anda akan berpikir lokasi tersebut dibuat untuk setting film Hollywood, tetapi hal itu benar-benar alami. Naik dune buggy di bukit pasir telah menjadi daya tarik yang sangat populer. Hampir setiap hotel di Ica menawarkan tur ini.

Seperti mengendarai roller coaster, Anda akan naik-turun di sekitar bukit pasir selama beberapa jam dengan buggy. Jika Anda tertarik, ada juga kombinasi tur dengan dune surf. Datanglah pada sore hari untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari atas bukit pasir. Penting juga untuk memakai tabir surya, memakai kacamata hitam, serta bandana untuk menutupi hidung dan mulut Anda dari pasir yang beterbangan.

2. Menjelajahi Pasar San Pedro Cusco

Menjelajahi Pasar San Pedro Cusco.
Menjelajahi Pasar San Pedro Cusco.

Dari luar, pasar tampak seperti bangunan tua yang tidak menarik. Namun Pasar San Pedro memiliki perpaduan kebisingan, warna dan aroma, serta menjadi salah satu pengalaman paling unik di seluruh Cuzco. Tempat ini merupakan pusat perdagangan bagi penduduk setempat, untuk membeli bahan makanan pada kios buah, sayuran, roti, daging, hingga keju.

Terdapat juga kedai-kedai makanan dengan bangku-bangku panjang, yang menyajikan makanan unik seperti guinea pig goreng. Temukan juga hasil tenun penduduk setempat, minum jus segar, serta makan gelatin homemade. Di satu sudut, Anda mungkin menemukan tumpukan kentang dengan warna-warna yang tidak pernah Anda bayangkan, dan di tempat lain, Anda bisa melihat meja yang menjual moncong keledai.

Begitu banyak hal mengagumkan yang bisa Anda lihat serta makanan yang bisa dicoba, sehingga perlu beberapa jam untuk menjelajah San Pedro Market. Pasar ini buka setiap hari.

3. Memantau Macaw di Hutan Hujan Amazon

Memantau macaw di Amazon.
Memantau macaw di Amazon.

Macaw disebut para peneliti sebagai “spesies unggulan.” Hal itu artinya para ilmuwan mempelajari hewan tersebut untuk mendapatkan petunjuk tentang kesehatan lingkungan sekitarnya. Dengan menonton burung berwarna-warni ini, Anda dapat menentukan seberapa baik kinerja hutan hujan Amazon.

Wisatawan dapat membantu para peneliti mempelajari macaw di Tambopata Research Center yang berada di Amazon. Tempat tersebut hanya dapat diakses dengan perahu. Di sini Anda bisa melihat ratusan kakatua dan macaw berkumpul dan menjilat tanah liat (di mana mereka mendapatkan nutrisi penting dari lumpur).

Para peneliti meneliti kebiasaan makan dari macaw biru dan emas, pemeriksaan genetika dan parasit, serta jumlah populasi. Wisatawan dapat memilih untuk membantu melakukan beberapa tugas yang lebih sederhana. Tambopata Research Center memiliki pondok dengan 18 kamar dan delapan kamar mandi bersama.

4. Menghabiskan Malam di Pulau Terapung Danau Titicaca

Pulau terapung di Danau Titicaca.
Pulau terapung di Danau Titicaca.

Orang-orang Uros telah hidup di atas pulau terapung di Danau Titicaca sejak zaman pra-Inca. Pulau-pulau itu terbuat dari alang-alang yang disebut totora yang terus diisi penduduk. Fakta bahwa mereka dapat hidup di rakit-rakit besar yang terjalin seperti pulau ini sangat mencengangkan – tidak ada yang seperti itu ada di tempat lain di dunia.

Melalui beberapa operator tur, para pelancong dapat belajar tentang cara hidup Uros dan menghabiskan malam bersama keluarga di rumah mereka. Anda dapat membantu mereka memotong alang-alang untuk ditambahkan ke pulau-pulau terapung, pergi memancing atau membantu merajut sweater, yang merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk setempat.

5. Menyaksikan Festival Matahari di Cusco

Menyaksikan Festival Matahari di Cusco
Menyaksikan Festival Matahari di Cusco.

Ratusan ribu orang berkumpul di Cusco pada bulan Juni untuk merayakan Inti Raymi, atau Festival Matahari. Acara tersebut merupakan salah satu perayaan terbesar di seluruh Amerika Selatan, dengan puncak perayaan selama seminggu berlangsung di benteng kuno Sacsayhuaman pada 24 Juni (titik balik matahari musim dingin di belahan bumi selatan).

Festival ini bertujuan untuk menghormati Dewa Matahari dan bagi suku Inca merupakan simbol keyakinan dan harapan untuk memiliki hasil panen yang baik di tahun mendatang. Pada masa penjajahan Spanyol, acara tersebut sempat dilarang sebab dianggap bertentangan dengan ajaran Katolik.

Saat ini, Inti Raymi dirayakan meriah termasuk adanya musik live dan street fair di Cusco, serta prosesi utama yang dipimpin seorang aktor menuju Sacsayhuaman untuk upacara sepanjang hari yang berpuncak pada tarian di sekitar api unggun. Mengingat banyaknya orang di festival, penginapan bisa jadi sulit didapat. Pesan sejauh mungkin jauh-jauh hari, atau pesan paket tur.

6. Bertemu Penguin di Kepulauan Ballestas

Bertemu penguin di Kepulauan Ballestas.
Bertemu penguin di Kepulauan Ballestas.

Tiga pulau kecil berada tepat di lepas pantai Peru selatan. Batuan yang bergerigi, dengan hembusan angin, serta ombak berderu, terlihat biasa. Namun tempat tersebut adalah tempat perlindungan penting bagi banyak spesies satwa liar laut serta burung. Bahkan, Kepulauan Ballestas dan Cagar Nasional Paracas sering disebut “Galapagos Peru” karena mereka menampung berbagai jenis spesies. Diantaranya adalah burung booby berkaki biru, burung Inca Tern, flamingo, anjing laut, singa laut, lumba-lumba dan penguin Humboldt endemik.

Pengunjung tidak diizinkan menjejak darat, tetapi banyak wisata perahu membawa Anda cukup dekat untuk melihat satwa liar dari dekat.

7. Berendam di Kolam Termal Chivay

Berendam di kolam air panas Chivay.
Berendam di kolam air panas Chivay.

Kota Chivay merupakan titik awal yang populer bagi pejalan kaki yang berkelana ke Lembah Colca atau Colca Canyon (ngarai yang memiliki kedalaman dua kali Grand Canyon di Amerika Serikat). Setelah seharian trekking atau naik bus bergelombang melewati pegunungan, tidak ada yang lebih menyejukkan bagi otot-otot yang pegal daripada berenang di salah satu kolam termal di Chivay.

La Calera Thermal Waters adalah kolam buatan yang dipenuhi air yang dikumpulkan dari mata air terdekat. Cukup sederhana, tetapi pemandangan gunung di sekitarnya sangat berharga. La Calera memiliki lima kolam renang yang terjangkau, dengan handuk dan loker gratis untuk disewa.

8. Berlayar di Sungai Amazon

Berlayar di Sungai Amazon.
Berlayar di Sungai Amazon.

Sebagai sungai terpanjang kedua di dunia setelah Sungai Nil, Amazon melintas di lima negara Amerika Selatan. Peru banyak menawarkan wisata Sungai Amazon dengan menaiki kapal. Pusat kegiatan sungai adalah Iquitos, di mana wisatawan dapat menaiki kapal berkapasitas 20 hingga 60 orang untuk pelayaran selama seminggu ke bagian atas sungai. Anda juga dapat menyewa sopir atau pemandu untuk perjalanan sehari di sungai.

Jika Anda mengambil paket perjalanan beberapa hari, Anda bisa dibawa lebih jauh ke lembah sungai menuju Pacaya-Samiria Reserve yang kaya akan margasatwa. Perjalanan yang lebih singkat akan mengajak Anda menyaksikan beberapa satwa liar di hutan hujan, serta kehidupan manusia di sungai, penduduk setempat mengangkut pisang dan produk lainnya ke pasar, pohon-pohon yang dipanen secara ilegal mengambang di hilir, atau nelayan mengayuh sampan. Untuk pengalaman yang paling ramai, pergilah ke sungai saat matahari terbit atau sore hari.

9. Mencicipi Berbagai Hidangan di Mistura Food Festival

 Mencicipi berbagai hidangan di Mistura Food Festival.
Mencicipi berbagai hidangan di Mistura Food Festival.

Masakan Peru merupakan fusion food karena terdapat pengaruh Cina, Jepang, dan Spanyol. Cicipi semuanya, mulai dari hidangan tradisional hingga masakan modern selama Festival Mistura tahunan, yang menarik ratusan ribu orang dan dianggap sebagai festival makanan terbesar kedua di dunia (setelah Taste of Chicago).

Semua orang mulai dari petani Peru hingga koki terkenal dunia berkumpul di pasar malam di Lima untuk festival selama seminggu, yang meliputi kompetisi makanan, kelas, demo, bahkan kuliah. Ratusan pedagang di Grand Marketplace membagikan sampel barang-barang seperti kopi, quinoa, selai cocona dan kentang ungu tumbuk, dan restoran menjual makanan lengkap. Festival ini secara tradisional diadakan pada bulan September.

Waktu Terbaik Liburan ke Peru

Gurun pasir di Ica.
Gurun pasir di Ica.

Secara umum, waktu terbaik untuk pergi ke Peru adalah pada bulan Mei atau September yang merupakan musim kemarau. Cuaca Peru sebetulnya dapat dibagi menjadi musim hujan (November – April) dan musim kemarau (Mei hingga Oktober), tetapi ada perbedaan regional tergantung pada apakah Anda mendaki dataran tinggi (Andes), mengunjungi hutan Amazon atau di lebih banyak gurun pasir -seperti pantai, yang meliputi Lima.

Selama musim kemarau di lembah Amazon, tingkat gangguan nyamuk mencapai titik nadir. Sementara itu, trekker trail Inca akan menemukan bahwa musim kemarau menawarkan cuaca yang paling jernih dan terhangat untuk menjelajahi lanskap dan reruntuhan (meskipun tetap masih bisa mendekati titik beku pada malam hari di tempat yang lebih tinggi).

Bujet Liburan ke Peru

Peru adalah negara yang bersahabat dengan untuk pelancong dengan anggaran terbatas. Anda bisa memilih hostel maupun tempat perkemahan yang melayani banyak backpacker yang datang untuk mengunjungi hutan dan/atau mendaki jalur Inca. Mayoritas pengunjung datang ke Peru pada bulan Juli dan Agustus – jadi hindari bulan-bulan itu agar bisa menghemat harga.

Tempat-tempat dengan infrastruktur wisata yang signifikan, seperti Cusco, kota gerbang ke Inca Trail, menawarkan banyak tempat makan dengan harga lebih tinggi, jadi cobalah untuk menemukan tempat makan penduduk setempat. Bus bisa menjadi cara murah untuk berkeliling – tetapi kesabaran (dan mungkin pil anti mual) adalah suatu keharusan. Untuk Anda yang memiliki dana berlebih, bisa juga mencoba flight tour untuk melihat Nazca Line yang terkenal dari atas.

Selamat berlibur!