Salah satu hal tentang menjadi seorang pelancong yang sukses adalah mengenali persona perjalanan Anda dan menikmati setiap perjalanannya. Ada jenis pelancong yang terencana. Ada pula yang sangat berhati-hati dan kadang merasa cemas, dan juga yang takut dengan ketinggian, terutama saat melakukan rappelling untuk pertama kalinya.

Jika Anda diajak atau sedang mengikuti tur untuk menuruni tebing di dalam gua hutan hujan, jangan menolaknya. Hampir semua pelancong di seluruh dunia ingin mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan langka. Tetapi ketika wahana menuruni tebing membuat Anda takut, membaca artikel ini sampai selesai bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa takut akan ketinggian.

Jangan Menunduk

Jangan Menunduk

Rasa takut dapat menghasilkan reaksi yang sangat fisik. Beberapa orang yang takut ketinggian bisa terkena vertigo, termasuk pusing yang membingungkan, dan ini bisa menjadi pendakian yang sangat berbahaya. Demi berusaha mengatasi rasa takut akan ketinggian saat perjalanan, beberapa orang memilih untuk keluar terlebih dahulu dari dalam kelompok tur. Namun, ketika  melihat ke bawah di dasar gua yang terbuka, perutnya akan terduk dan mungkin membuat seseorang terjungkal ke belakang dengan semua otot yang kaku.

Jadi, jika Anda mengalami hal serupa, jangan biarkan ketakutan Anda sampai pada titik itu. Fokuslah pada pemandangan di sekitar atau di atas.

Bernafas

Cara terbaik untuk melawan rasa takut adalah dengan bernapas. Berfokus pada asupan udara menjadi cara yang bagus untuk bermeditasi dalam situasi stres. Ini juga akan memperlambat detak jantung dan menenangkan saraf Anda. Ketika merasakan jantung berdegup kencang tak terkendali sesaat setelah melihat ke bawah tebing, Anda dapat mulai menghitung nafas yang masuk melalui hidung selama tiga hitungan, keluar melalui mulut selama tiga hitungan lagi.

Ritual akan menghilangkan fokus Anda dari bahaya. Penghitungan napas juga bertepatan dengan tingkat di mana Anda bisa melepaskan kelonggaran otot untuk menurunkan diri ke dalam gua, dan membuat kondisi diri yang jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

Menunjuk Teman Perjalanan yang Dapat Dipercaya

Menunjuk Teman Perjalanan yang Dapat Dipercaya

Bagi sebagian orang, pikiran yang paling mendominasi saat sedang panik adalah berharap ada seseorang di sampingnya. Menjadi seseorang yang mencoba wahana pertama kali dan sendirian membuat Anda tidak tahu persis bagaimana cara melakukannya. Di sinilah saat dimana teman perjalanan bisa berguna. Mereka dapat mendorong Anda sepanjang perjalanan jika mereka tahu Anda gugup, dan Anda dapat bertanya kepada pemandu apakah Anda berdua bisa pergi bersama-sama atau tidak. Dengan begitu, Anda akan belajar satu sama lain saat pergi.

Jika Anda pergi sendirian, adalah ide bagus untuk bertanya dan melihat apakah ada orang lain yang juga mengalami stres. Anda bisa mengajukan diri untuk pergi lebih dulu karena peserta lain yang mungkin tampak lebih gugup. Tetapi Anda harus memberi tahu pemandu bahwa Anda takut ketinggian.

Apapun yang Terjadi, Jangan Menyerah

Apapun yang Terjadi, Jangan Menyerah
Apapun yang Terjadi, Jangan Menyerah

Jangan menjadi orang seperti ini ya. Hasil setelah mencapai tujuan di bawah akan sebanding dengan ketakutan di awal. Jadi jangan biarkan stres Anda menjadi alasan untuk menyerah. Pikirkan bagaimana rasa kecewa yang akan datang jika Anda berhenti begitu saja. Melihat orang lain menyelesaikan wahana itu akan membuat Anda penasaran soal wahana yang Anda lewatkan.

Setelah selesai, Anda pasti ingin mencobanya lagi.