Menjelajahi dua sungai besar di Asia – Mekong dan Brahmaputra – agak seperti membandingkan mengemudi jalan raya Hume antara Melbourne dan Sydney dengan perjalanan melintasi Dataran Nullabor. Dan jika Anda suka menikmati pemandangan daratan dari perairan, mengikuti pelayaran sungai adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya.

Pesiar Mekong dan Brahmaputra: serupa tapi tak sama

Pesiar sungai Mekong

sungai besar asia
Sungai Mekong.

Mekong adalah sungai liar yang mengalir tanpa akhir membawa tongkang, kargo, dan kapal penumpang. Tepiannya secara teratur dibatasi oleh deretan kota, desa, dan tanaman. Di sini, Anda akan menemukan orang-orang kemana pun Anda pergi; entah di kapal atau di tepian. Brahmaputra, di sisi lain, terpencil dan sunyi. Karena banjir tahunan yang masif, lebarnya bervariasi dari 25 km di musim hujan hingga kurang dari 5 km di musim kering. Desa-desa sangat jarang ditemukan di pinggir sungai dan umumnya dibangun agak jauh dari tepian, sementara pemandangan bervariasi dari pulau-pulau pasir besar hingga habitat hutan lebat untuk gajah, badak dan harimau.

sungai besar asia
Sungai Brahmaputra.

Berlayar di kedua sungai besar ini dalam periode 12 bulan merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Kedua sungai ini memiliki keunikannya masing-masing. Ada pelayaran 7 malam yang unik ditawarkan bagi pengunjung yang ingin mengagumi sungai ini dari atas kapal yang sangat nyaman dengan dua kunjungan darat per hari pada umumnya. Kedua pengalaman tersebut akan menawarkan petualangan yang menyenangkan.

Pelayaran Mekong dioperasikan oleh Pandaw, yang memiliki dua kapal luar biasa bernama  Mekong Pandaw dan Tonle Sap Pandaw. Kedua kapal ini mengingatkan orang pada kapal akhir 1800-an dan awal 1900-an, dan dapat menampung hingga 60 penumpang dalam kemewahan yang nyaman. Mereka melintasi Delta Mekong dan Siem Reap di Kamboja, dan merupakan kapal pesiar yang sangat profesional.

sungai besar asia
Riverside Renaissance Hotel.

Untuk pelayaran Mekong, kami merekomendasikan Riverside Renaissance Hotel yang mewah di Saigon sebagai tempat menginap, dan setelah perjalanan 2 jam dengan bus ke My Tho di tepi Sungai Mekong, Anda akan tiba di kapal pesiar. Sebelum pelayaran dimulai, Anda akan dikumpulkan di bar belakang kapal yang besar untuk di-briefing sebelum diberikan kunci ke kabin masing-masing.

Kabin berada di tiga dek, dan didekorasi dengan kayu jati. Masing-masing berukuran besar, dan ber-AC, serta memiliki kamar mandi dan toilet en suite, lemari kembar, meja tulis, ranjang kembar yang sangat nyaman, dan perabotan rotan.

Kapal ini memiliki tempat berjemur beratap kanvas besar dengan kursi malas dan panorama yang memanjakan mata, bar swalayan yang penuh dengan bir, minuman ringan, air, teh dan kopi (semuanya gratis); ruang makan mewah di mana santapan lezat dinikmati dalam suasana informal; ditambah bar belakang yang didekorasi dengan indah – ideal untuk minum-minum sebelum dan sesudah makan malam bersama sesama penumpang.

Makanan yang akan Anda dapatkan di kapal adalah apa yang orang harapkan di restoran berkualitas. Sarapan prasmanan memiliki menu beragam, dengan jus, teh dan kopi, buah, sereal dan bubur, telur, bacon, tomat, sosis, kentang goreng, dan makanan khas Vietnam. Makan siang juga merupakan layanan mandiri dan sangat ekspansif (sudah termasuk sup dan makanan penutup), dan makan malam selalu disajikan dalam layanan three course yang menyajikan pilihan hidangan barat, Vietnam atau Kamboja. Anggur Eropa, Amerika, Australia disajikan bersama makan siang dan makan malam.

Kunjungan pagi dan sore hari di pantai umumnya berlangsung sekitar 2-3 jam dan menggunakan kapal yang jauh lebih kecil untuk menavigasi liku-liku kanal dan anak sungai yang mengaliri Mekong. Mereka sudah termasuk kunjungan ke kuil-kuil megah, panti asuhan dan sekolah, pekerjaan batu bata, pembuatan anggur ular, produsen kopi, peternakan ikan terapung, naik becak dan perjalanan melalui desa-desa di tepi sungai dan pasar lokal. Pelayaran diawali dengan pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan dan diakhiri dengan tamasya sore di pasar terapung di delta Mekong.

Hari-hari menyatu satu sama lain ketika Anda menjalin pertemanan baru, menikmati pesiar dan makan, atau sekadar bermalas-malasan di bawah sinar matahari yang indah di dek panorama, yang juga merupakan platform melihat pemandangan dan fotografi yang sangat baik. Kestabilan kapal ditunjukkan dengan diletakannya meja biliar berukuran penuh di dek atas.

Beberapa jam terakhir dari pelayaran dihabiskan dengan naik speedboat mewah besar bertenaga tinggi sejauh 150 km melintasi Danau Tonle Sap ke Siem Reap, lokasi kuil Angkor yang menakjubkan. Danau ini adalah yang terbesar di Asia dan ukurannya menjadi berlipat ganda ketika Mekong sedang banjir, memaksa air mengalir secara harfiah naik ke hulu melalui Sungai Tonle Sap. Pelayaran Mekong di Pandaw juga berhenti di kota-kota besar, termasuk Chau Doc, dekat perbatasan Vietnam dan Kamboja, dan Phnom Penh – di mana para penumpang mengunjungi Stupa Killing Fields Memorial dan pusat penahanan S21 yang suram, serta Pasar Rusia.

Pada akhir pelayaran, penumpang telah menempuh jarak 750 km dan melihat sisi Vietnam dan Kamboja yang jarang terlihat oleh wisatawan Barat.  Di sisi lain, pelayaran Brahmaputra adalah pengalaman yang sama sekali berbeda.

Pesiar sungai Brahmaputra

Assam Bengal Navigation Company menyalin modus operandi Pandaw tanpa tedeng aling-aling, dan menawarkan penjelajahan berbagai bagian Sungai Brahmaputra dengan kapal yang lebih kecil tetapi serupa dengan kapasitas hingga 24 penumpang. Meskipun kapal yang ditawarkan untuk penjelajahan Brahmaputra kurang mewah, mereka lebih intim. Ia juga lebih merupakan jenis pelayaran do it yourself dari awal hingga akhir, dan mungkin diperuntukkan untuk ‘pelancong’ yang berpengalaman daripada ‘turis’.

Untuk pelayaran ini, Anda harus terbang ke Kolkata dan keesokan paginya terbang ke Guwahti, di Assam, di mana Anda akan menemui perwakilan ABN yang membawa Anda dalam perjalanan lima jam ke Bansbari, pondok hutan perusahaan di tepi Taman Nasional Manas yang hanya satu perjalanan singkat dari perbatasan India-Bhutan.

sungai besar asia
Taman Nasional Manas.

Setelah empat malam menginap, Anda akan dibawa sekitar enam jam ke Silghat, untuk naik kapal ABN, Sukapha. Ini adalah kapal dan saudari yang relatif baru bagi kapal Charaidew yang jauh lebih tua dan telah dipulihkan. Kedua kapal ini serupa dalam desain dengan kapal Mekong Pandaw, tetapi lebih kecil dan hanya memiliki satu dek akomodasi untuk 24 penumpang di 12 kabin. Sukapha memiliki bar besar dan area luar ruangan di haluan, menawarkan pemandangan panorama yang indah, tempat berjemur besar dengan bar sekaligus kantin kejujuran, dan ruang makan yang sangat nyaman. Penumpang juga dapat memiliki akses (berbiaya) ke ruang pijat di dalam kapal.

Kabin dengan ranjang kembar di Sukapha sedikit lebih kecil dari pada kapal Mekong Pandaw, tetapi masih dilengkapi dengan shower dan toilet, meja tulis, kursi, dan lemari pakaian. Ini merupakan pelayaran yang lebih intim karena jumlah penumpang yang jauh lebih kecil.

Makanan yang disajikan di Sukapha mirip dengan makanan di Mekong Pandaw, meskipun jauh lebih kasual, dan tidak ada layanan meja untuk makan malam. Meskipun alkohol lokal dan minuman ringan tersedia gratis di Pandaw, di kapal ABN dikenakan biaya. Lingkup wisata yang disediakan Sukapha lebih jauh, dan dilakukan melalui kapal tender yang jauh lebih kecil yang menyertai Sukapha.

Anda akan mengunjungi sejumlah desa suku yang hilang yang masih jarang dikunjungi pendatang; Majuli, pulau sungai terbesar di dunia tempat di mana Anda bisa melihat para biksu menari yang luar biasa; Biara dan kuil Hindu; dan taman Nasional Kaziranga yang megah, rumah bagi harimau, badak bercula satu, gajah, dan beragam jenis burung. ABN juga membangun resor mewah kecil di pintu masuk taman nasional bagi pengunjung yang tertarik menginap.

Sungai Brahmaputra jauh lebih tenang daripada Mekong. Sebagian besar kargo bergerak melalui jalan darat, sehingga sungai sangat tenang dalam urusan lalu lintas. Banjir yang meluas selama musim hujan berarti bahwa sungai terus-menerus berubah arah dan menciptakan pulau dan saluran pasir baru – yang membuat navigasi menjadi sulit. Menghabiskan waktu bergerak berlika-liku dan bepergian dua kali sejauh yang dibutuhkan sangat umum dialami dalam pesiar ini. Tapi, seperti halnya Pandaw, tempat berjemur di atas dek terasa nyaman dan memberikan pemandangan indah saat Anda bermalas-malasan di lounge sambil menyeruput gin dan tonik atau mengambil foto.

Pelayaran itu, yang menempuh jarak sekitar 350 km, berakhir di dekat Sibsagar, dan para penumpang dibawa ke akomodasi yang telah diatur sebelumnya di Dibrugarh atau Jorhat – atau ke bandara kota untuk penerbangan balik ke Australia, atau ke destinasi berikutnya dari kunjungan seseorang ke India. Berbeda dengan Pandaw, yang hanya mengoperasikan perjalanan yang sama dari hulu ke hilir, ABN menawarkan sekitar 6 pilihan pesiar yang berbeda serta perjalanan di sepanjang Sungai Hugli.

Kesimpulan

Anda tidak dapat membandingkan kedua pesiar ini, karena masing-masing sangat berbeda walaupun dilakukan dengan kapal yang sangat mirip. Tetapi masing-masing sama-sama memberikan kenangan tak terlupakan sekali seumur hidup. Keduanya menavigasi dua sungai terbesar di Asia, dan keduanya memiliki kunjungan darat yang indah. Para fotografer, khususnya, akan sangat menyukai pelayaran ini – karena begitu banyak momen indah untuk diabadikan.