Pernahkah Anda terpikir untuk meninggalkan rutinitas untuk waktu yang lama? Rasa lelah adalah wajar bagi sebagian besar orang, terutama bagi si pekerja keras.

Berdiam diri di depan komputer atau berkutat dengan kemacetan lalu lintas kota terkadang membuat kita pusing kepalang. Akan tetapi, kepusingan itu sebenarnya bisa diatasi dengan bertamasya. Sebagian besar orang bertamasya selama 3-4 hari, paling tidak libur seminggu adalah batas waktu maksimal untuk meninggalkan rutinitas.

Tapi terkadang seminggu saja tidak cukup. Hastag ‘back to reality’ seringkali mewarnai social media kita. Kawan, sahabat, saudara, atasan, rekan kerja, teman kuliah, dsb seringkali menyesali keputusannya untuk membeli tiket pulang. Mungkin Anda juga salah satu dari sekian banyak orang yang menginginkan libur panjang.

Apakah waktu jeda penting?
Seorang perempuan tengah bersemangat menyongsong perjalanan baru dalam hidpnya.

Ada banyak alasan untuk mempertimbangkan waktu jeda dari rutinitas utama. Anda belum siap untuk mulai kuliah, Anda memiliki hasrat untuk melakukan perjalanan, atau Anda ingin menggali lebih jauh tentang diri Anda.

Tetapi tahun jeda dapat berarti lebih dari sekadar menunda kuliah atau bekerja selama berbulan-bulan untuk plesir atau menjadi sukarelawan di Negara lain. Mengambil waktu jeda dari rutinitas bisa berarti melarikan diri dari situasi rumah, sekolah, atau kerja yang rumit. Singkatnya, Anda bisa melarikan diri dari rutinitas sehari-hari.

Jika Anda masih bertanya-tanya ‘apa itu waktu jeda?’, mungkin Anda pernah mendengar film Eat Pray Love? Film yang dibintangi Julia Roberts ini merupakan perjalanan panjang seorang perempuan dari Amerika, ke Italia, India dan Indonesia. Ia bercerai dari suaminya, meninggalkan karier yang selama ini banyak orang damba-dambakan.

Akan tetapi yang ia cari adalah sebuah jati diri yang mungkin tidak semua orang sadari meski usianya sudah dewasa.

Hidup berkecukupan atau lebih, tolok ukur kebahagiaan?
Renungkan lagi, apakah harta yang melekat pada dirimu sejalan dengan kabahagiaanmu.

Terkadang manusia hidup karena tuntutan entah dari orangtua, tetangga, kawan atau ingin seperti orang lain. Hal inilah yang membuat kebanyakan orang tidak puas akan dirinya sehingga ia depresi, stress, merasa tersingkir, dan lain sebagainya.

Ada pula orang yang berada di satu posisi pekerjaan dengan gaji tinggi, fasilitas mewah, ribuan orang memperebutkan posisi tersebut. Atau ada seseorang yang duduk di perguruan tinggi yang bergengsi, memiliki gelar dan pencapaian selama menjadi mahasiswa – namun lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa ada yang kurang di dalam dirinya.

Pada titik inilah seseorang harus merenungkan apa yang ia inginkan, berplesir melihat realita yang terjadi di dunia – dan biarlah dunia yang menjawab segala pertanyaan dalam hidupnya.

Manfaat mengambil waktu jeda sewaktu muda
Mengambil waktu libur panjang akan membantu seseorang meraih jati dirinya.

Secara statistik, anak-anak muda Amerika tidak melakukan perjalanan sebanyak anak muda Eropa atau Australia. Mungkin inilah yang membuat anak muda Amerika menganggap remeh tentang waktu jeda. Padahal, waktu jeda adalah penting untuk mengetahui jati diri dan kepuasan diri.

Menurut Head of Marketing Art dari EF (Education First), Corriveau, secara statistik anak-anak muda Amerika tidak melakukan perjalanan sebanyak anak muda Eropa atau Australia. Mungkin inilah yang membuat anak muda Amerika menganggap remeh tentang waktu jeda. Ia mengatakan bahwa “Kini semakin banyak perguruan tinggi di Amerika Serikat menggalakkan waktu jeda kepada calon mahasiswa. Mereka mendorong pendaftar untuk mengambil waktu jeda sebelum memutuskan ke bangku perguruan tinggi.”

Jadi, tundalah segala penerimaan yang Anda peroleh dalam hidup. Bisa jadi segala tawaran yang ada di depan mata bukanlah sesuai kebutuhan dan keinginan Anda. Pilihlah waktu yang tepat agar kepergian Anda tidak membebani orang lain, rencanakan dengan matang, baru putuskan kemana Anda akan menghabiskan watku jeda.

Christine Miller dari Carpe Diem Education mengatakan, “dampak jangka panjang bagi wisatawan/ siswa dapat mengejutkan gejolak akademik. Seorang mahasiswa bisa saja jenuh pada predikatnya menjadi mahasiswa, namun setelah ia mengambil cuti dan mengenali dirinya ia bisa menjadi orang yang lebih fokus pada tujuannya.”

Khawatir menunda pendidikan dan tertinggal dibandingkan yang lain
Rasa minder adalah wajar di era yang makin kompetitif ini, tapi jangan biarkan perasaan itu menghantui Anda dalam waktu yang lama.

Menurut penelusuran riwayat Google Trends tahun kesenjangan telah menjadi lebih populer dalam empat tahun terakhir. Dan, menurut The Wall Street Journal, 90% mahasiswa mengambil waktu jeda selama setahun dan mereka kembali ke perguruan tinggi. Untuk itu, Anda tidak perlu takut untuk mengambil waktu jeda. Toh waktu jeda tidak menghabiskan waktu yang terlalu lama.

Anda memiliki potensi untuk mendapatkan kedewasaan, wawasan, pengalaman di dunia nyata, keterampilan komunikasi, kemampuan kepemimpinan, arahan, dan kesadaran budaya yang tidak mungkin diajarkan di perguruan tinggi.

Sebuah survei BUNAC Working Adventures menemukan bahwa 96 persen profesional yang disurvei dalam industri pendidikan akan merekomendasikan seseorang bekerja dan melakukan perjalanan ke luar Negeri untuk membantu mereka mencapai tujuan profesional.

“Di tempat kerja yang kompetitif saat ini, menunjukkan bahwa Anda dapat menjelajahi dunia, budaya baru, dan situasi baru membuat Anda berbeda,” kata Koordinator Program BUNAC USA Lubka Jacobs.

Sementara itu survei menunjukkan 79% dari mereka yang disurvei percaya bahwa siswa yang berplesir memiliki keterampilan komunikasi yang lebih kuat, dan 82% membuktikan bahwa siswa yang mengambil waktu jeda lebih matang dan peka budaya.

Nilai kehidupan tidak akan Anda dapatkan di dalam kelas manapun

Manfaat belajar di luar ruang kelas dapat berdampak positif kepada Anda, bahkan ketika Anda di sekolah. Misalnya saja Catherine Tansey, seorang peserta di Teachers for Thailand yang berplesir ke Asia Tenggara untuk mengambil pendidikan keperawatan, “Saya tahu saya tidak ingin menjadi perawat, tetapi Saya takut meninggalkan sekolah tanpa rencana tindakan … mengambil tahun jeda adalah keputusan terbaik — dan salah satu yang paling strategis, yang pernah saya buat. Dengan memilih cara yang terstruktur untuk mengambil cuti setahun dari sekolah, perjalanan, dan mengenal diri sendiri lebih baik, saya bisa merasa percaya diri dalam keputusanku untuk kembali ke sekolah ketika aku kembali ke Amerika Serikat. ”

Troy Stephens seorang peserta program magang BUNAC mengatakan bahwa “waktu jeda membuat saya lebih fleksibel dan berpikiran terbuka terhadap bidang karir yang berbeda.”

Pendidikan tradisional tidak untuk semua orang, jadi tahun jeda Anda dapat mengarah pada pengalaman dan peluang profesional yang mungkin belum pernah Anda pertimbangkan sebelumnya.

Seberapa yakin Anda tentang pekerjaan yang sekarang?
Seorang pria sedang mengecek agenda kerja.

Kirstie Jeffries seorang travel blogger memiliki pekerjaan tetap dan kehidupan yang nyaman, hingga akhirnya ia memutuskan untuk break sejenak dari kehidupannya. Bukan tanpa alasan, ia mengemukakan bahwa “Ketakutan terbesar saya adalah tidak tahu apa yang akan terjadi setelah tahun ini berakhir … membuang kehidupan yang baik terasa jauh lebih berisiko, tetapi tahun jeda saya benar-benar sepadan dengan risiko itu.”

Hari-hari ini, bahkan terkadang ada kesempatan untuk mempertahankan pekerjaan Anda dan melakukan tahun jeda, misalnya, dengan mengambil cuti panjang, bergabung dengan program kerja perjalanan seperti Remote Year, atau hanya meminta perusahaan Anda jika Anda dapat bekerja dari jarak jauh untuk jangka waktu tertentu. .

Jangan takut meski tak punya uang
Mencuci piring paruh waktu, menjadi pekerjaan mainstream bagi para traveller. Meski pekerjaan sederhana, namun ini adalah cara mencari nafkah yang halal.

Sayangnya, perjalanan itu mahal. Dan seringkali program tahun jeda yang diselenggarakan oleh perusahaan jasa tidak gratis. Namun, secara finansial mempersiapkan tahun jeda, baik mandiri atau mengajukan diri ke yayasan dan perusahaan, mengajarkan Anda cara menganggarkan (di antara keterampilan dunia nyata lainnya) dengan sangat cepat.

Ramsay Kerr, direktur perusahaan tur Asia, The Dragon Trip, mengambil waktu jeda sebelum masuk Universitas. “Saya menghabiskan enam bulan bekerja untuk membiayai kebutuhan berplesir. Proses mencari nafkah benar-benar membuat saya lebih baik dalam mengelola uang … Saya telah belajar dan berkembang banyak sebagai orang sebelum saya memulai perjalanan saya. ”

Menyimpan uang sebelum bepergian adalah pendekatan yang bagus untuk mulai mendanai suatu tahun jeda — atau jika Anda saat ini bekerja, untuk mulai menyisihkan sebagian dari anggaran bulanan Anda untuk bepergian. Siswa juga dapat melihat ke dalam beasiswa atau peluang seperti menjadi sukarelawan atau mengajar bahasa Inggris, yang dapat memberikan uang saku. Pilihan lain adalah mengajukan visa liburan kerja di negara yang memenuhi syarat. Ini adalah bagaimana saya dapat mengambil tahun jeda saya di Australia dan bekerja di industri jasa.

Anda semakin dekat dengan keluarga
Memeluk keluarga akan begitu bernilai setelah Anda bepergian keluar Negri dan mencari jati diri.

Meninggalkan kehidupan yang Anda cintai bisa menjadi sulit. Mengenai hal itu Jeffries membagikan nasihat hebat ini: “Jika Anda ragu-ragu karena takut akan hal yang tidak diketahui, ingatlah bahwa perjalanan hidup akan tetap melemparkan kejutan tak terduga pada Anda. Baik Anda tinggal di rumah dan terus belajar atau bekerja, atau Anda mulai menjelajahi dunia, Anda tidak akan pernah bisa memprediksi masa depan, jadi mengapa tidak memilih petualangan?”

“Silahkan saja meragukan uang senilai dua sen yang ada di tangan saya saat ini. Meninggalkan diri dari rasa aman, perlindungan, atau segala dukungan kehidupan yang membuat Anda nyaman. Akan tetapi semua itu akan kembali ketika Anda pulang ke rumah dan Anda tidak pernah tahu peluang apa yang dapat Anda buat untuk diri Anda sendiri di luar Negri.

Hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum meninggalkan relaita
1.Tujuan
Menentukan tujuan destinasi tidaklah salah, meski melancong atau berplesir terkadang mengalir begitu saja.

Jika Anda akan mengambil cuti dari sekolah atau kantor, pastikan apa yang Anda lakukan dapat membantu Anda mencapai tujuan pribadi dan kehidupan profesional.

Apakah Anda mengambil tahun jeda untuk mempelajari keterampilan atau bahasa baru? Apakah Anda mencari pengalaman budaya yang benar-benar unik, atau apakah Anda mencoba untuk mendapatkan pengalaman profesional di negara asing?

Perjalanan memiliki manfaat tanpa batas, tetapi pastikan Anda menggunakan waktu ini untuk alasan yang benar dan memiliki niat yang jelas. Rencanakan tujuan Anda, jenis perjalanan, dan program dengan tujuan ini harus terpikirkan matang-matang. Ketika mengambil waktu jeda (atau berapa pun jumlah waktu), pertimbangkan rencana tindakan ketika Anda kembali juga yang memperhitungkan kemungkinan perumahan dan keuangan.

2.Pendidikan atau pekerjaan Anda
Pendidikan formal acap kali menjadi Tuhan masadepan bagi sebagain kalangan.

Keraguan terbesar seseorang ketika harus cuti panjang dan berplesir semacam ini adalah tentang kebutuhan yang tidak terpenuhi. Jika Anda masih belum menemukan cara yang tepat untuk memenuhi itu, cari tahu cara-cara yang dapat memenuhi hal itu. Banyak diantara traveler yang mencari uang dnegan mencuci piring atau paruh waktu di salah satu restaurant untuk bertahan hidup. Jangan pikirkan gengsi, karena pada titik terendah pun manusia akan mendapat nilai hidup yang tak terbayar di tempat lain.

3.Anggaran
Uang menjadi hal yang begitu penting di dunia ini, meskipun sumber daya alam melimpah untuk menghidupi manusia.

Salah satu manfaat dari melakukan cuti panjang dengan program adalah bahwa perumahan dan logistik lainnya dapat terpenuhi. Penganggaran dan perencanaan adalah beberapa keterampilan yang akan Anda kembangkan di tahun jeda, dan ketika Anda berada di luar negeri, penting untuk tetap berpegang pada anggaran dan mengelola harapan yang realistis.

Jeffries menyarankan, “Temukan keseimbangan yang paling masuk akal bagi Anda … penganggaran tidak hanya tentang membelanjakan sesedikit mungkin; ini juga tentang memprioritaskan pembelanjaan Anda dan mencari tahu di mana Anda bisa dan harus berbelanja sedikit. ”

Anda ingin menikmati tahun ini, jadi rencanakan dan anggaran sesuai dengan tujuan Anda.
Berpikir matang-matang untuk berplesri tidak ada salahnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menemukan Opsi Tahun Kesenjangan yang Tepat untuk Anda
Tahun jeda lebih dari sekadar backpacking. Ada nilai-nilai tertentu ytang mungkin Anda cari dan yang paling penting mencari jati diri Anda sesungguhnya. Jika Anda salah satu orang yang ingin berplesir, kami merekomendasikan Anda untuk berpartisipasi dalam berbagai pengalaman dan jenis perjalanan untuk mendapatkan sebagian besar waktu Anda di luar Negeri dan tidak bergabung pada program.

Kerr mengatakan “keseimbangan dari perjalanan adalah dua hal wisata terorganisir dan perencanaan sendiri. Pada tahap awal mungkin dapat memulai tur yang terorganisir, setelah itu mungkin Anda akan cukup percaya diri untuk melakukannya sendiri … mungkin sebulan program terorganisir yang berbasis di satu lokasi, lalu mulailah backpacker selama sebulan sebelum mendasarkan diri Anda untuk periode yang lebih lama waktu lagi.”