Traveling, jika tidak dilakukan dengan persiapan dan kewaspadaan  bisa mendatangkan bencana. Alih-alih pulang dengan badan segar dan hati gembira, Anda malah bisa terkena masalah termasuk masalah vital seperti kesehatan. Berikut adalah lima penyakit yang paling rawan terjangkit saat traveling dan bagaimana cara menghindarinya.

1 . Demam berdarah

Daerah paling beresiko tinggi terkena demam berdarah diantaranya Karibia, Amerika Latin, kepulauan Pasifik, Asia Tenggara, India, dan Afrika.
Asia Tengara termasuk daerah yang rawan terkena demam berdarah.

Menurut situs web CDC, lebih dari 400 juta orang setahun menderita demam berdarah, menjadikannya penyakit menular dan penyebab kematian nomor satu di daerah tropis dan subtropis. Faktanya, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena demam berdarah.

Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk pengisap darah dan paling umum terjadi di daerah perkotaan dan pinggiran kota. Sebagai contoh, pulau Sri Lanka telah melaporkan hampir 20.000 kasus tahun ini, sebagian besar terkonsentrasi di ibu kota Kolombo.

Tujuan wisata yang berisiko tinggi terjangkit demam berdarah adalah daerah dengan populasi nyamuk yang besar seperti Karibia, Amerika Latin, kepulauan Pasifik, Asia Tenggara, India, dan Afrika sub-Saharn — walaupun dua kasus endemik baru saja dilaporkan di Prancis. Selain gejala sakit seperti malaria, demam, nyeri sendi, dan ruam, penyakit yang tidak nyaman ini bisa menjadi sangat parah, menyebabkan pendarahan, syok, dan kadang-kadang kematian.

Bagian terburuknya adalah, tidak ada vaksin untuk penyakit ini. Anda hanya harus mencegahnya sebisa mungkin.  Gunakan obat DEET, tutupi lengan dan kaki Anda dengan lengan dan celana, tinggal di akomodasi dengan AC dan kelambu di atas tempat tidur, dan cobalah untuk tidak menggaruk gigitan jika Anda digigit. Jika Anda kurang beruntung dan tergigit, segera dapatkan pertolongan medis sedini mungkin.

2. Tuberkulosis yang resistan terhadap obat

TBC bisa dicegah dengan vaksin.
TBC bisa dicegah dengan vaksin.

TBC telah ada sejak akhir 1880-an, menginfeksi  melalui udara yang terhirup.  Dengan kemajuan modern dalam bidang kedokteran dan banyaknya penyakit baru yang perlu dikhawatirkan, TB mungkin tampak seperti penyakit di masa lalu tetapi sebenarnya itu adalah penyakit menular yang paling mematikan kedua di planet ini. Penyakit ini telah menewaskan jutaan orang setiap tahun, sebagian besar di daerah miskin di mana kurangnya dukungan medis. Daerah berisiko tertinggi adalah daerah dengan tingkat TB yang merajalela dan jenis bakteri yang resistan terhadap obat, seperti di India, Rusia, Afrika Sub-Sahara, dan sebagian Asia. Karena penyakit ini menular melalui udara, Anda paling berisiko terinfeksi jika Anda menghabiskan waktu dalam jarak dekat  dengan seseorang yang secara aktif menderita TB. Beberapa gejala termasuk batuk  yang berlangsung beberapa minggu, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan dan juga organ-organ yang lainnya.

Ada vaksin untuk TB, yang bisa Anda gunakan saat berencana traveling ke negara-negara beresiko tinggi. Tetapi untuk benar-benar menghindarinya lebih baik hindari saja daerah-daerah tersebut.

3. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh standar kebersihan yang buruk.
Hepatitis A disebabkan oleh standar kebersihan yang buruk.

Hepatitis A, penyakit radang hati ini rawan di negara-negara dengan standar kebersihan air dan makanan yang buruk.  Meskipun tidak ada pengobatan untuk Hepatitis A, Anda bisa mendapatkan vaksinasi jika Anda bepergian ke daerah-daerah  berisiko tinggi. Tetapi jikalau pun terkena (semoga saja jangan sampai), hampir setiap kasus berakhir dalam pemulihan penuh.  Selalu mencuci tangan dengan benar dan  bawa juga losion anti bakteri. Hindari juga makan makanan daging atau ikan yang kadaluarsa.  Selalu membeli makanan di tempat yang terpercaya.

4. Chikungunya

Chikungunya ditularkan oleh nyamuk.
Chikungunya diakibatkan oleh gigitan nyamuk.

Salah satu penyakit yang melibatkan  nyeri sendi, demam, sakit kepala, dan nyeri otot akibat gigitan nyamuk chikungunya. Nyamuk ini sering menggigit pada siang hari dan untuk menghindari gigitanya gunakan semprotan atau losion anti nyamuk dan kenakan baju lengan panjang.

5. Demam kuning

Demam Kuning ditularkan oleh nyamuk.
Demam kuning ditularkan oleh nyamuk.

Ditemukan pada tahun 1500-an, demam berdarah ini dapat memiliki gejala ringan hingga berat, mulai dari demam dan kepekaan terhadap cahaya hingga penyakit kuning atau perdarahan abnormal, dan bahkan mengakibatkan kematian pada 20 hingga 50 persen. Penyaki ini ditularkan lewat gigitan nyamuk. Sementara ini daerah dengan risiko tertinggi berada di Amerika Tengah dan Selatan dan Afrika.

Ada vaksin untuk demam kuning dengan beberapa efek samping ringan hingga berat. Tetapi cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari gigitanya. Gunakan losion anti nyamuk, dan selalu menggunakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki.

Itu dia informasi seputar penyakit yang sering mengancam Traveler.  Semoga informasi di atas bermanfaat dan dapat membuat Anda lebih waspada saat traveling.