Mulai dari pencurian identitas dan petisi palsu hingga masalah penukaran mata uang asing dan skema penipuan pemesanan online, modus penipuan perjalanan ini memakan jumlah korban yang mengkhawatirkan setiap tahun. Ikuti tips-tips ini agar terhindar dari penipuan semacam ini di perjalanan Anda berikutnya.

Modus Distraksi

penipuan
Waspadai distraksi yang sering digunakan pencopet saat bepergian.

Banyak penipu menggunakan distraksi sebagai kesempatan untuk mencopet dompet Anda atau mengutil barang bawaan Anda. Modus operandinya bisa sesimpel seseorang menanyakan arah kepada Anda atau serumit memecahkan ban Anda dan pura-pura menawarkan bantuan sementara kaki tangan mereka sibuk mencuri barang bawaan Anda.

CARA MENGHINDARI: Pencurian yang memanfaatkan distraksi bisa terjadi hampir di mana saja dan kapan saja. Pastikan untuk memperhatikan barang bawaan dan waspadai jika ada orang asing ingin berinteraksi dengan Anda. Pasang mata di tempat-tempat ramai, titik turis populer, dan transportasi publik, dan kenakan pakaian anti-copet.

Petisi Palsu

penipuan
Jika diminta menandatangani petisi donasi, lebih baik ditolak.

Hati-hati terhadap anak-anak yang berpura-pura cacat dan mengklaim bahwa mereka merupakan bagian badan amal terakreditasi. Mereka akan meminta tanda tangan dan kemudian meminta uang, mengklaim bahwa apa yang Anda tanda tangani berkata bahwa Anda akan memberi mereka donasi.

CARA MENGHINDARI: Tolak menandatangani apapun, dan langsung melaporkan mereka kepada polisi. Karena penipu terorganisir seperti ini dapat dikenakan denda berat.

Pencurian Identitas

penipuan
Berhati-hatilah jika menggunakan Wi-Fi publik.

Anda mungkin sudah diperingatkan mengenai mesin ATM yang mencuri kartu kredit atau kasir yang diam-diam memfoto kartu Anda. Namun Anda juga harus waspada ketika terhubung ke internet. Informasi pribadi Anda dapat dicuri melalui jaringan Wi-Fi di area turis populer. Modus pencurian identitas lain dapat dilakukan penipu dengan cara memindai Radio Frequency Identification Chips (RFID) yang terdapat di paspor dan kartu kredit Anda.

CARA MENGHINDARI: Sebelum menghubungkan gawai Anda dengan koneksi Wi-Fi yang muncul paling atas, konfirmasikan apakah sumbernya dapat dipercayai. Beritahu bank dan penyedia kartu kredit mengenai perjalanan Anda selanjutnya, dan ketahui bagaimana cara menghubungi mereka jika penipuan atau pencurian terjadi. Dan, belilah dompet serta tempat paspor yang dapat memblokir sinyal RFID.

Rute yang Panjang

penipuan
Waspadai supir yang sengaja membawa Anda ke rute yang lebih panjang!

Supir taksi bisa saja secara sengaja membawa Anda ke rute yang lebih panjang untuk menaikkan meteran Anda. Selain membuang uang, ini juga membuang waktu berharga.

CARA MENGHINDARI: Pelajari rute yang harus Anda ambil dan pasang map di HP Anda sebelum memesan taksi. Jika Anda pergi ke luar negeri, gunakan aplikasi peta offline. Bersiap-siaplah untuk menegur si supir jika Anda merasa ia sudah keluar dari jalur yang optimal. Selalu naik taksi yang diverifikasi dan pesan dari hotel jika memungkinkan.

Kebingungan Mata Uang

penipuan
Awas dimanfaatkan oleh penipu ketika ingin menukar uang!

Anda akan mudah dimanfaatkan jika sedang berurusan dengan mata uang yang Anda tidak familiar. Salah satu modus yang digunakan para penipu untuk mengambil uang turis adalah memberikan uang palsu atau kembalian yang tidak sesuai.

CARA MENGHINDARI: Ketahui berapa banyak yang Anda miliki di kantong. Kenali mata uang destinasi yang Anda tuju dan pastikan Anda dapat membedakan mana uang yang asli dan yang palsu.

Skema Penipuan Pemesanan Online

penipuan
Jangan sembarangan memesan rental atau timeshares online!

Banyak penipu akan berpura-pura sebagai agen perjalanan dan memasang rental liburan dan timeshares palsu. Waspadai pos media sosial mana pun yang mengklaim akan memberikan tiket gratis atau undian, karena mereka akan memaksa Anda memberikan informasi pribadi dan tak memberikan apa yang dijanjikan.

CARA MENGHINDARI: Selalu tanya nomor telepon dan nama perusahaan. Jika Anda telpon dan tidak ada yang menjawab atau dialihkan ke voicemail, maka kemungkinan ini modus penipuan. Hal yang sama juga berlaku untuk penyewaan properti dan timeshares. Verifikasi keaslian suatu perusahaan dan properti sebelum memberikan informasi Anda. Dan jangan pernah memasukkan informasi pribadi apapun melalui pos media sosial yang tak terverifikasi.

Pura-Pura Jadi Polisi

penipuan
Jangan mudah percaya siapapun yang mengaku polisi.

Contoh skema penipuan semacam ini adalah sekelompok polisi palsu menuduh Anda melakukan tindak kejahatan dan meminta untuk melihat dompet dan paspor. Tujuan mereka adalah mengambil uang dan kartu identitas. Penipuan ini juga dapat terjadi di bandara, di mana seseorang akan meminta Anda mengawasi tas mereka dan sekelompok “polisi” nanti menggeledahnya untuk menemukan substansi ilegal. Anda kemudian akan dimintai uang suap untuk menghindari penahanan. Hal ini juga terjadi di beberapa perbatasan, di mana “agen” pengawas perbatasan akan memintai Anda biaya untuk lewat.

CARA MENGHINDARI: Minta agar diantar ke kantor polisi terdekat sebelum memberikan informasi pribadi apapun untuk mengecek apakah mereka benar-benar petugas asli. Ini akan membuat mereka keder.

Itu dia beberapa modus penipuan perjalanan yang paling sering terjadi di seluruh dunia beserta tips menghindarinya. Semoga bermanfaat!