Banyak traveler bersafari ke Afrika untuk mengamati kehidupan beragam satwa termasuk kerbau, singa, macan tutul, gajah, dan badak. Kesempatan untuk dekat dengan hewan-hewan di habitat alaminya akan memberikan Anda pengalaman yang menakjubkan dan tak akan terlupakan.  Tetapi Anda harus ingat, bersafari ke Afrika bukanlah jalan-jalan ke kebun binatang, banyak hal yang harus diperhatikan.

Safari dapat melelahkan secara fisik dan perjalanannya pun cukup berat. Selain itu, sebagian  besar destinasi safari berada di negara-negara sub-sahara yang masih berkembang sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan kesehatan dan keselamatan.

Jika Anda berniat untuk bersafari ke Afrika, cari informasi sebanyak mungkin sebelum keberangkatan Anda.  Tapi untuk mempersingkat waktu, berikut kami berikan panduan lengkap bersafari ke Afrika, agar perjalanan Anda nyaman, aman dan berkesan.

Jenis-jenis Safari

Tidak dipungkiri bahwa safari merupakan salah satu liburan yang cukup memakan banyak biayak. Tetapi seperti halnya dengan jenis perjalanan lainnya, Anda dapat bisa memilih jenis safari yang sesuai dengan anggaran pribadi Anda.

1. Safaris Mewah

Salah satu contoh akomodasi safari mewah yang ditawarkan operator tur.
Salah satu contoh akomodasi safari mewah yang ditawarkan operator tur.

Sebuah safari mewah yang ditawarkan oleh operator tur terkenal biasanya mematok budget yang tinggi per orang, per minggu, dengan harga all-inclusive yang mencakup tur, makanan, minuman, dan wisata. Paket-paket mewah yang dipenuhi sepenuhnya menawarkan para traveler kenyamanan. Akomodasi berkisar dari suite ber-AC hingga tenda megah penuh gaya . Pondok safari ultra-mewah bisa memakan biaya ribuan dolar atau puluhan juta per malam. Jasa tur yang paling populer menawarkan safari mewah adalah Belmond Safari dengan penawaran yang bervariasi.

2. Safari Overland atau Mobile

Safari overland atau mobile bersifat partisipatif, setia individu biasanya dikenai tugas tertentu.
Safari overland atau mobile bersifat partisipatif.

Overland atau Mobile Safari umumnya adalah jenis wisata safari yang murah dan terorganisir. Safari overland mencakup akomodasi perkemahan, dan Anda kemungkinan besar akan bersafari dengan kelompok wisata lain. Jenis safari ini biasanya partisipatif, Anda mungkin diharapkan melakukan tugas-tugas seperti memasak makanan atau mendirikan kemah. Jasa tur yang menawarkan safari model ini adalah Intervid Travel dan Acacia Africa. Silakan kunjungi situs resmi mereka untuk info lebih lanjut.

3. Safari self-drive

Safari dengan kendaraan hanya dimungkinkan di taman nasional.
Safari dengan kendaraan hanya dimungkinkan di taman nasional.

Karena safari menggunakan kendaraaan hanya dimungkinkan di taman umum yang biasanya memiliki jalan dan rambu-rambu, Anda tidak perlu khawatir tersesat di dataran Afrika atau dimangsa singa. self-drive merupakan tipe safari terbaik bagi Anda yang ingin menekan budget anggaran sebesar mungkin. Anda bisa menyewa penginapan murah , kemudian menyewa mobil dan langsung bersafari tanpa pemandu.

Namun, salah satu kelemahan bersafari tanpa pemandu adalah Anda mungkin akan melewatkan beberapa satwa liar. Tidak akan ada orang yang menunjukkan dimana lokasi satwa-satwa tertentu berada.

Untuk mengakali hal tersebut , baca buku panduan tentang melihat satwa liar di tempat tujuan Anda, tanya-tanya juga ke traveler  yang ada di taman tentang tempat-tempat terbaik untuk menyaksikan satwa liar.

Tujuan safari terbaik

Setiap negara di benua Afrika memiliki keunikan dan keberagaman masing-masing. Daerah terbaik dan paling populer di Afrika untuk safari adalah Afrika Timur dan Selatan, yang menawarkan dataran luas dan beragam satwa buas yang luar biasa.

1. Afrika Timur

Cagar Alam MAasai Mara, Kenya.
Kawanan gajah di Cagar Alam Masai Mara, Kenya.

Kenya: Satwa liar Kenya yang paling melimpah dapat ditemukan di Cagar Alam Masai Mara. Di sana merupakan tempat kawanan besar hewan bermigrasi melintasi daratan. Namun di luar Masai Mara dan Serengeti terdapat banyak taman berkualitas lainnya dengan banyak satwa liar, termasuk danau soda di Great Rift Valley dan Danau Bogoria—tempat ribuan flamingo berwarna-warni berada.

Meskipun Kenya adalah salah satu tujuan safari yang sangat populer, Anda harus mempertimbangkan keselamatan di sana. Negara ini sering diberitakan terkait aksi terorisme, kekerasan, dan penculikan selama beberapa tahun terakhir, khususnya di distrik Lamu dan Provinsi Northeastern. Pastikan untuk memeriksa saran Departemen Luar Negeri sebelum merencanakan perjalanan ke Kenya atau negara berkembang lainnya.

Tanzania: Seperti Kenya, Tanzania merumahkan bagian dari Taman Nasional Serengeti – taman terbaik untuk melihat kawanan besar satwa liar di Afrika. Situs penting lainnya termasuk Gunung Kilimanjaro, taman laut di lepas pantai dan Kawasan Konservasi Ngorongoro, situs Kawah Ngorongoro dan Ngarai Oldupai . Kawah Ngorongoro adalah salah satu kawah gunung berapi terbesar di dunia. Lebih dari 30.000 hewan hidup di kawah dan di sana juga memiliki populasi singa terpadat di dunia.

Uganda: Tujuan safari paling terkenal di Uganda karena banyakanya hewan primata di negara ini. Bwindi Impenetrable Forest dan Pulau Ngamba menawarkan pengunjung kesempatan yang tak terlupakan untuk melihat dari dekat gorila, simpanse dan primata lainnya di habitat alami mereka. Wisatawan juga dapat melihat buaya, kuda nil, dan burung-burung eksotis, dan menyaksikan pemandangan spektakuer  Air Terjun Murchison di Taman Nasional Air Terjun Murchison di Sungai Nil.

2. Afrika Selatan

Taman Nasional Chobe, Botswana.
Taman Nasional Chobe, Botswana.

Botswana: Salah satu safari paling mahal di Afrika karena di sini lebih fokus menawarkan safari kelas atas. Botswana tidak seramai kebanyakan tujuan safari lainnya, dan merupakan tempat umum untuk paket-paket mewah. Saksikan satwa liar di cagar alam seperti Taman Nasional Chobe, yang terkenal dengan banyak gajah, atau Cagar Alam Moremi, yang menawarkan banyak satwa liar yang terkenal. Anda juga dapat mengunjungi Delta Okavango di Botswana untuk melihat buaya, kerbau, zebra, kuda nil, dan banyak binatang lainnya.

Namibia: Namibia menawarkan  pemandangan alam yang luar biasa dari Fish River Canyon hingga Gurun Namib. Anda akan menemukan lebih dari 100 spesies mamalia di Taman Nasional Etosha, termasuk hewan langka seperti badak hitam. Gajah dan zebra gurun berkeliaran di lanskap kering Taman Nasional Skeleton Coast di Nambia – tempat paling kering di Afrika.

Afrika Selatan: Salah satu negara yang paling populer di kalangan wisatwan safari sehingga infrastruktur wisata cukup  terorganisir dengan baik dan modern . Taman yang paling terkenal adalah Taman Nasional Kruger, yang merupakan rumah bagi beragam hewan Afrika yang mengesankan dan terletak di kawasan konservasi terbesar di dunia.

Waktu yang tepat untuk bersafari

Afrika adalah benua yang luas jadi waktu terbaik untuk bepergian ke Afrika tergantung pada tujuan spesifik Anda. Di sana musim dingin dari Juni hingga September, dan musim panas dari Desember hingga Maret. Anda juga bisa mempertimbangkan pola migrasi hewan yang berbeda-beda di berbagai tempat. Jadi sebaiknya Anda riset dulu sesuai dengan tempat, pemandangan dan satwa liar apa yang ingin Anda lihat.

Visa dan Vaksin

Tentu saja, Anda akan memerlukan paspor untuk bepergian ke Afrika. Tetapi untuk beberapa negara lain, seperti Kenya atau Tanzania, Anda akan memerlukan visa juga. Kunjungi situs Departemen Luar Negeri untuk informasi lebih lanjut tentang persyaratan visa.

Untuk vaksin, carolah dokter yang berspesialisasi  dan ceritakan kepadanya tentang rencana perjalanan Anda ke Afrika. Anda harus mendapatkan imunisasi tertentu sebelum menuju ke Afrika. Malaria biasa terjadi di sana, tetapi tidak ada vaksin untuk penyakit ini. Anda dapat melindungi diri dari malaria dengan melakukan pengobatan anti-malaria atau menghindari nyamuk; gunakan semprotan anti nyamuk dan kelambu. Anda akan memerlukan vaksinasi demam kuning untuk bepergian ke Afrika Timur dan Selatan. Vaksinasi lain yang mungkin Anda butuhkan termasuk hepatitis A, hepatitis B, dan tipus.

Tips menjaga keamanan dan keselamatan

Anda mungkin berpikir bahwa buaya yang lapar atau sekawanan singa yang rakus adalah bahaya terbesar saat bersafari. Tetapi faktanya, manusia jarang diserang oleh binatang liar, tetapi mereka secara rutin menjadi korban penipuan safari, dehidrasi dan penyakit, atau kejahatan saat bepergian ke Afrika.

1. Penipuan

Saat memilih paket wisata safari, pastikan perusahaannya penyediannya memiliki reputasi yang baik dan terpercaya. Juga, cari ulasan pengguna di situs-situs seperti TripAdvisor sebelum Anda memesan. Selalu gunakan akal sehat, jika ada penyedia yang menawarkan safari mewah dengan harga murah, maka kemungkinan itu penipuan.

2. Jaga kesehatan

Safaris dapat menjadi sangat sulit secara fisik dan mental. Wisatawan ke Afrika beresiko mengalami dehidrasi karena tubuh mereka mungkin tidak terbiasa dengan terik matahari dan udara kering. Minum banyak air! Dan selalu bawa cadangan minuman sebanyak mungkin. Pakai topi, kacamata hitam dan sunscreen untuk meminimalisir terik matahari.

3. Politik dan Kriminalitas

Situasi politik memang selalu menjadi isu di banyak negara di Afrika. Kejahatan dan kekerasan menjangkiti banyak kota di Afrika. Jadi, meskipun Anda bisa bersafari dengan aman di hutan, belum tentu Anda tidak akan mendapatkan masalah di tempat lain. Saat bepergian ke daerah padat penduduk, biasakan diri Anda dengan adat istiadat setempat dan pastikan uang dan barang berharga Anda tetap aman. Dan selalu dengarkan nasihat Departemen Luar Negeri sebelum merencanakan perjalanan ke negara lain.

4. Asuransi

Karena Anda akan berada di lokasi yang jauh dan mungkin akan menghabiskan banyak uang untuk safari, asuransi perjalanan adalah keharusan saat bersafari di Afrika. Banyak operator tur safari sebenarnya mengharuskan pelanggan untuk membeli asuransi perjalanan untuk memesan paket.

Nah, itu dia tips dan panduan lengkap untuk bersafari ke Afrika. Catat baik-baik agar petualangan safari Anda ke sana lebih aman,menyenangkan dan bebas hambatan.