Bagi banyak orang tua, perjalanan impian itu tetaplah menjadi mimpi selama bertahun-tahun. Alih-alih menikmati liburan bebas anak, mereka hanya bisa memantau foto-foto liburan teman-teman mereka yang belum menikah di Instagram. Faktanya adalah, orang tua memang pantas istirahat dari kesibukan mengurus anak dari waktu ke waktu. Dalam kebanyakan kasus pun, Anda beserta anak Anda akan merasa lebih baik ketika diberikan waktu untuk diri sendiri. Namun tentu saja, pastikan Anda melakukannya dengan benar, jangan sampai anak Anda salah paham akan ketidakhadiran Anda dan menganggapnya sebagai tanda kurangnya kasih sayang.

Berikut kami berikan tips lengkap agar Anda bisa merencanakan dan menikmati liburan tanpa mengajak anak.

liburan tanpa anak
Semua orang tua pantas untuk mendapatkan sedikit liburan dari waktu ke waktu.

Jangan Terlalu Lama

Jika Anda belum pernah meninggalkan si kecil bersama siapa pun sebelumnya, pelayaran ke Alaska selama tujuh malam kemungkinan bukan cara terbaik untuk menghabiskan liburan tanpa mereka. Sebaliknya, ambil langkah-langkah tambahan yang diperlukan untuk membangun fondasi kepercayaan yang akan meningkatkan kepercayaan diri Anda (dan anak Anda) dalam masa-masa Anda jauh dari rumah.

Bermalam bersama kakek-nenek atau teman dekat keluarga adalah permulaan yang bagus untuk dicoba. Jika berjalan baik, Anda bisa mencoba sedikit lebih lama. Dan jika belum berjalan lancar, Anda dapat mencobanya lagi.

Mulai Sedini Mungkin

Jika Anda belum pernah meninggalkan anak-anak Anda dan mereka sekarang berusia dua belas tahun, Anda berdua akan semakin sulit merencanakan liburan tanpa mereka. Tetapi kami menemukan bahwa memulai liburan sedini mungkin akan membuat ide “liburan tanpa anak” menjadi lebih natural di mata Anda dan anak-anak Anda.

Luangkan Waktu untuk Beritahu Anak

liburan tanpa anak
Pastikan Anda jujur dan transparan dalam memberitahu anak Anda.

Ini bukan waktunya untuk kejutan. Semakin dini dan semakin santai Anda memulai pembicaraan, semakin banyak waktu yang digunakan semua orang untuk terbiasa dengan konsep liburan bebas anak. Pastikan untuk menanamkan pemahaman yang tepat di pikiran mereka, bahwa liburan tanpa mereka bukan berarti Anda tidak menyayangi mereka. Perhatikan nada dan pilihan kata. Anda tidak “meninggalkan mereka,” hanya saja mereka akan memiliki “petualangan baru” yang sementara waktu jauh dari Anda. Tekankan sisi positif dari aktivitas mereka dan betapa menyenangkannya kegiatan tersebut.

Jauhi Rasa Cemas Berlebihan

Cemaskan segala sesuatu ketika Anda di rumah, namun tidak saat liburan. Ciptakan suatu sistem yang membuat Anda begitu percaya diri meninggalkan anak-anak bersama kerabat, sehingga Anda tidak akan khawatir saat liburan. Pastikan melakukan semuanya secara ekstra dan menyeluruh, mulai dari mengemasi tas berisi obat-obat anak, meninggalkan daftar kontak darurat yang komprehensif, hingga mengepak dua kali jumlah pakaian yang mereka perlukan. Kemudian pergilah dengan perasaan tenang karena anda sudah lebih dari cukup mempersiapkan orang-orang yang Anda percayakan dengan anak-anak Anda selama Anda pergi berlibur.

Jangan Terlalu Sering Cek Keadaan Anak

Hal ini mungkin sulit untuk dilakukan. tetapi saat Anda berlibur, pastikan Anda benar-benar berlibur. Ketika Anda membuat rencana tentang bagaimana dan kapan Anda akan menghubungi mereka, perlu diingat bahwa kebutuhan mereka — bukan perasaan Anda — harus didahulukan. Menelepon setiap malam mungkin membuat Anda merasa lebih baik, tetapi bagi mereka, itu mungkin merupakan pengingat bahwa Anda tidak berada di samping mereka — dan itu bisa lebih sulit daripada jika Anda tidak menelepon sama sekali.

Menelepon atau mengecek secara konstan juga memberikan kesan kepada si kecil bahwa Anda mungkin kurang percaya diri dengan kemampuan mereka (atau pengasuh bayi tepercaya Anda) untuk bertahan tanpa Anda. Sebaliknya, tinggalkan mereka informasi yang mereka butuhkan untuk menghubungi Anda, dan berbicara dengan pengasuh terpercaya Anda tentang bagaimana dan kapan nomor tersebut boleh digunakan.

Nikmati Saat Liburan Dimulai dan Berakhir

Saat-saat tersulit dalam liburan bebas anak setiap orang tua adalah berjalan keluar dari pintu dan mengatakan selamat tinggal untuk sementara kepada si buah hati. Di sisi lain, akhir liburan juga bisa terasa berat karena meskipun Anda merindukan kehadiran anak-anak, Anda mungkin masih ingin beristirahat lebih banyak. Mengetahui kecenderungan ini dalam diri Anda akan membuat Anda lebih menikmati masa-masa yang berada di antaranya, dan membiarkan permulaan serta akhir seperti apa adanya.

Rasakan Manfaat Setelah Berlibur

Hadiah terbesar yang diberikan oleh waktu luang jauh dari anak adalah momen-momen yang akan Anda dapatkan setelah pulang ke rumah dan bersama lagi dengan mereka. Baik mereka maupun Anda tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu bersama-sama begitu saja. Selain itu, liburan akan menyegarkan kembali pikiran Anda dan pasangan, sehingga bisa kembali mengurus tanggung jawab dengan hati yang lega dan bebas dari tekanan.

Pastikan Anda dan pasangan Anda mempersiapkan rencana liburan tanpa anak secara matang. Meski terdengar sulit, liburan berdua dengan pasangan Anda saja sangat wajib dilakukan, karena juga bisa mempererat hubungan Anda berdua. Selamat mencoba!