Belakangan ini berita tentang mahalnya tiket Taman Nasional begitu mengguncang para traveler. Dari Amerika Serikat hingga Indonesia, banyak yang menyesalkan tentang kenaikan harga tiket Taman Nasional yang begitu drastis. Tapi, apakah harga tersebut wajar? Apa sebenarnya alasan di balik kenaikan tersebut?

Banyak hal yang dipertimbangkan oleh pemerintah di sejumlah negara untuk menaikkan harga tiket Taman Nasional terutama adalah terkait biaya operasional yang meliputi pelestarian flora fauna dan gaji pada staf.

Beberapa pengamat pariwisata menilai bahwa harga adalah representasi dari nilai yang didapatkan, sama seperti pemesanan penumpang kelas 1 atau 2 di pesawat – semakin mahal harganya, fasilitas yang didapatkan akan berbeda. Sementara itu kenaikan harga Taman Nasional mungkin saja merepresentasikan keaslian alam yang ‘mahal’ dan harus dihargai.

Berikut ini adalah penjelasan terkait kenaikan harga Taman Nasional di Amerika Serikat dan Indonesia.

Kenaikan Harga Tiket di Amerika Serikat 

Batas wilayah Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat.

Ketika Layanan Taman Nasional AS (National Park Service/NPS) mengumumkan kenaikan harga yang drastis untuk biaya masuk di musim gugur yang lalu, reaksinya cepat dan negatif. Dalam sebuah pernyataan, NPS menanggapi tentang reaksi publik yang sepertinya tidak suka dengan kenaikan harga tiket.

“Biaya dari tiket tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan. Setidaknya Amerika Serikat harus membiayai sebesar 11.6 miliar dollar AS untuk 417 tempat yang dilindungi. Semuanya meliputi Taman Nasional, tempat bersejarah, situs budaya, dan Monumen Nasional.”

Taman Nasional Yosemite sering menjadi tempat kemah anak-anak Pramuka.

Taman Nasional Yosemite telah menaikkan harga sebesar 30-35 dollar AS per satu kendaraan yang berniat memasuki wilayah tersebut. Akan tetapi ada wilayah tertentu yang diperbolehkan lewat tanpa membayar tiket.

Kenaikan Harga Tiket di Indonesia

Taman Nasional Komodo salah satu wilayah konservasi yang dimiliki Indonesia.

Tidak hanya di Amerika Serikat, kenaikan harga tiket kunjungan ke Taman Nasional juga akan terjadi di Indonesia. Salah satu pulau yang sudah menjadi warisan dunia, dan ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh pemerintah Indonesia berencana menaikkan tarif selangit untuk pengunjung yang ingin berlibur ke Taman Nasional Komodo.

Pulau yang kian bertambah pengunjungnya tiap tahunnya ini mulai menaikkan harga tiket yang semula Rp 15.000 per orang menjadi 500 dollar AS per orang.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat.

Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat menjelaskan alasan mengenai kenaikan tarif tersebut. “Pulau Komodo itu kan the one and only. Kita tidak mau orang yang datang hanya untuk mempergunakan potensi yang luar biasa untuk yang murah-murah. Ini, kan, langka, di dunia cuma ada satu, maka dari itu tidak boleh murah,” kata Viktor.

Tempat wisata yang hanya ada di Indonesia ini dimanfaatkan sebagai komoditas ‘langka’ yang menurutnya pantas untuk dihargai dengan nilai yang tinggi. “Namanya konservasi itu tidak ada murah. Seluruh konservasi di dunia itu diproteksi. Baik di kekuasaan (administratif) dan punya biaya yang mahal, maka dari itu tidak bisa murah (retribusinya),” tambah pria asal Kupang itu.

Secara keseluruhan, Taman Nasional Komodo memiliki luas sekitar 173.300 hektare yang meliputi wilayah laut dan daratan. Sebut saja Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan juga pulau-pulau kecil lainnya. Dengan luas wilayah yang sedemikian rupa, wajar saja bila pemerintah setempat berusaha menaikkan tarif yang sangat mahal.

Terlepas dari otentiknya wilayah alam, upaya konservasi memang harus ditegakkan  sebelum ada hewan yang punah. Sudah sewajarnya pula apabila warga masyarakat turut andil dalam pengawasan kepada pemerintah tentang keseriusan memelihara tempat wisata atau wilayah konservasi.