Ketika berbicara soal destinasi wisata di Italia, Roma, Venesia dan Florence pasti menjadi tempat yang paling pertama terlintas dalam pikiran. Ketiga kota tersebut memang memiliki pemandangan perkotaan yang menawan. Jadi tak heran apabila ketiganya menarik jutaan wisatawan.

Tapi apabila Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda di negara Italia, kami menemukan beberapa desa yang mungkin belum banyak diketahui wisatawan namun memiliki keindahan yang luar biasa. Desa-desa berikut ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik bagi Anda.

Desa Rahasia Italia

Desa-desa Italia berikut tersebar di seluruh negeri, dari pegunungan di utara sampai pulau-pulau di selatan.

1. Tellaro, Liguria

Tellaro, Liguria.

Desa-desa di Cinque Terre baru-baru ini menjadi destinasi favorit di kalangan wisatawan sehingga selalu ramai dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah setempat akhirnya mengambil kebijakan untuk membatasi akses pengunjung. Namun jangan sedih, ada tempat wisata alternatif yang sama menariknya tetapi tidak terlalu ramai. Tempat tersebut berada hanya beberapa mil di pantai Liguria.

Anda akan bangunan berwarna pastel, jalanan berbatu yang sempit, dan pemandangan laut yang luas. Semua itu tentunya menawarkan kesenangan tersendiri bagi wisatawan meskipun dengan cara sederhana.

Apabila butuh penginapan, Anda bisa memesan kamar di Le Sirene Tellaro. Penginapan tersebut menawarkan pemandangan laut. Sarapan dan parkir sudah termasuk dalam tarif per malam.

2. Pitigliano, Tuscany

Pitigliano, Tuscany.

Dijuluki Little Jerusalem, kota bukit abad pertengahan Pitigliano ini pernah menjadi rumah bagi komunitas besar Yahudi pada abad ke-16. Sementara orang Yahudi Pitigliano hampir sebagian besar pindah pada pertengahan abad ke-20 karena alasan ekonomi dan penjajahan Nazi. Tapi Anda masih dapat mengunjungi ghetto (pemukiman) Yahudi kuno, yang meliputi sinagoga, oven roti tradisional, dan sebuah museum kecil.

Selain itu, juga patut dikunjungi adalah Palazzo Orsini. Itu adalah benteng abad ke-14 yang menampung koleksi artefak bersejarah dan Vie Cave, jalan setapak menuju serangkaian gua Etruscan.

Jika Anda ingin merasakan kehidupan di pertanian Tuscan, pesanlah penginapan di Agriturismo Poggio Al Tufo, sekitar enam mil dari Pitigliano. Dikelilingi oleh kebun-kebun anggur, properti ini memiliki kolam renang outdoor dan restoran.

3. Procida, Campania

Procida, Campania.

Seluas 1,6 mil persegi, Procida adalah pulau terkecil di Teluk Napoli. Pengunjung sering melewati pulau itu untuk melihat pulau Capri dan Ischia di dekatnya. Tetapi jika Anda lebih suka desa di Italia tanpa banyak orang, bisa naik feri Procida dari Naples.

Dengan bangunan berwarna cerah yang menghadap ke pelabuhan, pulau ini adalah surga bagi para fotografer. Banyak tempat menawan yang sangat fotogenik. Daki Terra Murata, titik tertinggi dan tertua di pulau itu. Di sana, Anda akan menemukan reruntuhan dan pemandangan indah.

Untuk tempat menginap, Albergo La Vigna bisa masuk dalam pilihan utama Anda. Tempat penginapan ini memiliki 11 kamar dan bar anggur yang menawarkan berbagai varietas anggur dari kebun sendiri. Setiap kamar dihiasi karya seni seniman Procida lokal.

4. Chioggia, Veneto

Chioggia, Veneto.

Suasanana Chioggia hampir mirip dengan Venesia. Dapat diakses dengan feri dan bus dari Venesia, Desa Chioggia berada di sekitar kanal seperti Venesia, tetapi memiliki kehidupan yang lebih tenang dan damai.

Anda bisa datang lebih awal ke sana untuk mengunjungi pasar ikan tradisionalnya. Lalu berkeliaran di jalan-jalannya yang berair dan singgah untuk makan siang di salah satu dari banyak restoran makanan lautnya yang sangat lezat.

Untuk tempat menginap, Anda bisa menginap di Hotel Grande Italia. Hotel tersebut sudah terbiasa menjamu para pelancong di jantung Chioggia selama lebih dari 100 tahun. Kamar-kamarnya nyaman dan modern, dengan AC dan Wi-Fi gratis.

5. Locorotondo, Puglia

Locorotondo, Puglia.

Saat Anda berjalan melalui Locorotondo, tangan Anda tidak akan pernah bisa lepas kamera. Sebagai salah satu dari beberapa kota perbukitan putih di bagian Puglia, Locorotondo didominasi oleh Chiesa Madre San Giorgio, sebuah katedral yang kubah dan menaranya dapat Anda lihat dari lembah di bawah. Ketika tiba di sana, jangan lupa untuk mencicipi anggur putih yang terkenal di daerah itu.

Untuk tempat menginap, Anda dapat tinggal di rumah beratap kerucut khas daerah di Leonardo Trulli Resort. Di dalamnya ada dinding batu terbuka sementara di luar berupa halaman dengan kursi panjang di mana Anda dapat bersantai.

6. Viterbo, Lazio

Viterbo, Lazio.

Memiliki waktu tempuh sekitar dua jam dari Roma menggunakan kereta api, Viterbo memiliki pesona abad pertengahan yang sempurna. Kota ini dulunya adalah kursi kepausan pada abad ke-13, namun Anda masih dapat mengunjungi Palazzo dei Papi yang mengesankan di pusat bersejarah. Pastikan juga untuk melihat salah satu atraksi paling menarik di Viterbo yaitu pemandian air panas, yang telah dinikmati selama berabad-abad oleh penduduk lokal dan pengunjung.

Untuk tempat menginap, wisatawan bisa memesan kamar di B&B Medieval House yang letaknya cukup strategis dan pelayananan yang ramah. Bangunan bersejarah yang telah dipugar ini memiliki dinding batu dan balok kayu yang terbuka di kamar-kamar tamu.

7. Noto, Sisilia

Noto, Sisilia.

Gereja-gereja dan istana Baroque yang elegan di Noto dibangun setelah bencana gempa bumi yang meluluh lantakan kota asli pada tahun 1693. Di Noto, banyak aktivitas seru yang dapat dilakukan meliputi berjalan-jalan, mengagumi arsitektur berwarna krem, dan manjakan diri Anda dengan camilan manis di pusat bersejarah itu. Jika punya waktu ekstra, bersantailah di pantai pasir keemasan di kawasan ini.

Saat sudah lelah, Anda bisa menginap di Gagliardi Boutique Hotel. Hotel yang trendi tersebut terletak di palazzo, kota tua Noto. Anda dapat bersantai di bar dan teras atap di hotel tersebut.

8. Saluzzo, Piedmont

Saluzzo, Piedmont.

Terletak di dekat Turin, Saluzzo adalah salah satu kota Italia langka yang memiliki jumlah wisatawan yang relatif sedikit. Tetapi mereka yang berkunjung dapat menikmati pusat bersejarah Saluzzo yang menawan dan pemandangan pegunungan Alpen di dekatnya. Jangan lewatkan Casa Cavassa, dengan lukisan dinding berwarna-warni dan perabotan antik, atau taman botani yang tenang di Villa Bricherasio.

Untuk penginapan, San Giovanni Resort Hotel menawarkan 13 kamar di biara yang berasal dari abad ke-15 yang telah dipugar. Jangan lewatkan berjalan-jalan di taman di bekas biara.

9. Spello, Umbria

Spello, Umbria.

Melarikan diri dari keramaian, dengan mengunjungi salah satu desa di Italia cukup tenang, Spello. Spello hanya berjarak 15 menit dengan menggunakan kendaraan dari Assisi. Kemudian Anda bisa melanjutkan berpetualang dengan menjelajahi tembok Romawi yang terpelihara baik dan gereja-gereja yang tenang.

Spello juga dikenal karena acara budaya unik yang disebut Le Infiorate, sebuah festival akhir musim semi di mana mural yang terbuat dari kelopak bunga diletakkan di sepanjang jalan-jalan kota dan piazza.

Untuk tempat menginap, Anda bisa memesan kamar di Agriturismo Il Bastione. Dulunya, tempat tersebut merupakan benteng abad pertengahan, kemudian berubah pondok berburu, sekarang menjadi tempat penginapan yang elegan di luar Spello. Taman di penginapan ini bisa untuk bersantai ataupun berenang.

10. Bosa, Sardinia

Bosa, Sardinia.

Kota di tepi sungai di barat Sardinia ini dipisahkan oleh deretan rumah di lereng bukit yang dicat warna pelangi, dengan kastil abad ke-12 yang menjulang di atasnya.

Pengunjung dapat menikmati makanan laut atau minuman di teras luar ruangan, mengambil foto-foto perahu di sepanjang tepi pantai, dan berjalan-jalan di gang-gang sempit tempat cucian menggantung.

Berbicara soal penginapan, terdapat Palazzo Sa Pischedda menawarkan kamar-kamar bergaya art nouveau, beberapa dengan lukisan fresco asli. Penginapan tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari pusat Bosa.

11. Chiusa / Klausen, Trentino-Alto Adige

Chiusa / Klausen, Trentino-Alto Adige.

Terletak di wilayah pegunungan di utara Venesia, dekat perbatasan Austria, Chiusa yang juga dikenal sebagai Klausen menawarkan pemandangan yang menakjubkan ke segala arah. Toko-toko yang menawan, jalur-jalur batu bulat yang berliku, dan penduduk setempat yang ramah.

Kota abad pertengahan ini tidak terlalu ramai pengunjung. Sehingga cocok bagi Anda yang ingin menenangkan diri. Luangkan waktu untuk mendaki bukit ke Biara Sabiona, salah satu situs bersejarah paling penting di kawasan ini.

Soal tempat menginap, ada Hotel Gnollhof yang menawarkan pemandangan gunung, jalur hiking, lapangan tenis, sauna, dan tiga kolam renang.