World Animation Protection, sebuah oraganisasi perlindungan hewan dunia telah melaporkan beberapa kegiatan wisata yang membahayakan dan melanggengkan kekejaman terhadap hewan. Laporan ini diadasarkan pada gabungan dari hasil penelitan dari Wildlife Conservation Research Unit Universitas Oxford (WildCRU) dan penelitian organisasi mereka sendiri. Berikut 10 daftar aktivitas wisata tersebut berdasarkan laporan dari World Animal Protection (WAP).

1. Menunggang gajah

Atraksi wisata menunggang gajah.
Atraksi wisata menunggang gajah.

Menurut WAP,  gajah yang digunakan dalam atraksi wisata selalu melalui beberapa proses pelatihan yang mengerikan. Proses dimulai sedari bayi di mana mereka dipisahkan dengan induknya.  Sebagian besar gajah dipelihara dengan rantai dan dikandangi sehingga mereka tidak dapat berinteraksi secara sebagaimana mestinya. Proses pelatihan tersebut sangat merusak kesejahteraan fisik dan psikologis gajah-gajah tersebut.

2. Selfie dengan harimau

Harimau dirantai.
Harimau dirantai.

Harimau yang digunakan untuk “pajangan foto” juga dipisahkan dari induknya sejak usia dini. Mereka yang juga biasanya dirantai di kandang kecil yang tidak layak. Menurut WAP, selfie dengan harimau banyak dilakukan di industri pariwisata Thailand.

3. Berjalan dengan singa

Wisata berjalan bersama singa di Afrika Selatan.
Wisata berjalan bersama singa di Afrika Selatan.

Anak singa diambil dari ibu mereka biasanya sejak satu bulan kelahiran untuk memasok industri pariwisata singa yang berkembang di Afrika Selatan.  Anak singa biasanya digunakan untuk selfie dengan wisatawan. Namun, saat singa tumbuh dewasa tetapi masih mudah dikendalikan, mereka dilatih dilatih untuk ‘berjalan aman’ dengan wisatawan. Singa-singa tersebut menghadapi penawanan seumur hidup karena mereka tidak dapat dilepaskan ke alam liar.

4. Taman beruang

Taman beruang di Jepang.
Taman beruang di Jepang.

Beruang disimpan di dalam kandang kecil yang tidak bersih dan tanpa kontak dengan hewan lain. Di banyak taman beruang di dunia, beruang dilatih untuk melakukan trik sirkus dan mengenakan kostum melalui metode pelatihan yang menyakitkan dan kejam. Banyak beruang yang tinggal di taman-taman ini mati di usia sangat dini karena infeksi yang disebabkan oleh kondisi hidup yang tidak bersih.

5. Memegang kura-kura laut

Atraksi memegang kura-kura laut di Kepulauan Caymand.
Atraksi memegang kura-kura laut di Kepulauan Cayman.

Satu-satunya tempat yang masih melanggengkan atraksi seperti ini adalah Kepulauan Cayman. Di sana wisatawan dapat memegang kura-kura dan bahkan memakannya. WAP juga melaporkan bahwa tindakan memegang kura-kura bisa membuat mereka stres, cedera dan bahkan membunuh mereka.

6. Pertunjukan lumba-lumba

Atraksia lumba-lumba.
Atraksia lumba-lumba.

Beberapa negara memang telah melarang pertunjukan lumba-lumba, tetapi masih banyak negara yang masih mempertontonkan pertunjukan ini termasuk di beberapa wilayah di Indonesia. Lumba-lumba yang digunakan sebagai atraksi wisata sering dikejar-kejar oleh kapal-kapal berkecepatan tinggi sebelum diangkut di atas kapal atau ditangkap oleh jaring. Lumba-lumba ini harus dipisahkan dari kehidupan laut yang luas dan tinggal di sebuah kolam kecil seumur hidupnya.

7. Pertunjukan monyet/kera

Monyet dilatih dengan keras sejak usia dini.
Monyet dilatih dengan keras sejak usia dini.

Monyet atau spesies primate lainnya memang sering digunakan sebagai atraksi hiburan. Mereka dilatih untuk berperilaku seperti manusia sejak usia dini. Saat pertunjukan mereka sering dirantai dileher dan sering ditarik-tarik oleh tuannya apa bila mereka tidak menurut.

8. Mengunjungi perkebunan kopi luwak

Luwak yang dikandangi.
Luwak yang dikandangi.

Kopi Luwak terbuat dari biji kopi yang dikeluarkan oleh luwak lewat kotoran. Memang sama sekali tidak ada masalah jika mereka mengumpulkan kotoran luwak di alam liar tetapi untuk mengumpulkan biji luwak lebih banyak, banyak petani yang mengkap bintang luwak tersebut dan memberi makan biji-biji secara paksa. Menurut laporan WAP pemberian makan secara paksa sering kali mengakibatkan cedera, penyakit, dan gizi buruk.

9. Atraksi ular kobra

Ular Kobra.
Ular Kobra.

Ular yang digunakan untuk atraksi wisata biasanya taring dan perahnya diambil sejak usia dini menggunakan tang logam. Ular-ular ini seringkali infeksi dan mati di usia dini

10. Peternakan buaya

Peternakan buaya.
Peternakan buaya.

Menurut WAP, di peternakan buaya, buaya-buaya disimpan dalam kondisi yang mengerikan dan sempit dan sering mati karena penyakit. Dan yang paling menghawatirkan adalah tren baru di mana wisatawan justru senganja mengunjungi peternakan buaya untuk menonton binatang ini dari dekat.

Demikian 10 daftar atraksi hewan yang bermasalah menurut WAP. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda untuk lebih selektif dalam menikmati atraksi hewan.