Salah satu bagian dunia yang mungkin menderita skeptisisme paling tinggi dari para pelancong dalam beberapa tahun terakhir adalah Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun tahun ini, wilayah tersebut mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang mengejutkan para pakar pariwisata Timur Tengah dengan kebangkitannya yang tiba-tiba.

Ada banyak alasan untuk menempatkan pesona pariwsiata Timur Tengah seperti makam Mesir, pemandangan kota UEA, dan garis pantai Laut Mati di kolom teratas daftar perjalanan Anda. Anda bahkan mungkin ingin sampai ke sana sebelum didahului orang lain. Inilah alasannya.

Pariwisata Timur Tengah: dulu dan sekarang

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pariwisata Timur Tengah terpukul setelah Pemberontakan Arab di tahun 2011. Wilayah itu mengalami penurunan 8 persen dalam kunjungan turis di tahun tersebut, menurut Organisasi Pariwisata Dunia PBB. Walhasil, beberapa atraksi dan monumen yang sering dikunjungi turis, mulai dari Piramida Agung Giza hingga Masjid Hassan II Casablanca, menjadl sebagian besar kosong.

Beberapa waktu berlalu hingga tiba awal 2018. Pada tahun ini, Barometer Organisasi Pariwisata Dunia PBB melaporkan lonjakan sebesar 13 persen dalam kedatangan turis di Afrika Utara dan kenaikan 5 persen di Timur Tengah. Dibandingkan dengan peningkatan kunjungan ke Amerika yang hanya 3 persen, negara-negara Timur Tengah nampaknya mulai muncul kembali secara gilang-gemilang ke peredaran industri pariwisata, dan alasannya lebih dari iklim politik yang semakin stabil.

Jadi, apa yang mungkin meyakinkan para wisatawan untuk kembali melakukan perjalanan ke Timur Tengah?

Opsi petualangan baru

pelancong timur tengah
Pelbagai opsi petualang baru menanti para turis di Timur Tengah.

Tawaran petualangan-petualangan baru yang muncul di negara-negara seperti Yordania, Mesir, dan Oman membawa fokus baru pada perjalanan Timur Tengah.

Untuk mereka yang gemar berjalan kaki dan mendaki, Jordan Trail, jalur sepanjang 370 mil melalui monumen dan desa-desa yang baru saja dibuka, adalah tur 40 hari yang memamerkan pemandangan gurun dan ngarai. Sementara itu, untuk pengalaman tamasya Jordan yang lebih santai, para pelancong dapat melakukan penjelajahan Jordan Trail dalam porsi-porsi yang lebih kecil, dengan pendakian hari kerja dan akhir pekan tersedia melalui pemandu lokal seharga kurang lebih 500 ribu rupiah ($ 40). Pemberhentian di Laut Mati, Petra, dan Wadi Rum juga ditawarkan oleh penyedia pariwisata berlisensi lokal seperti Discover Jordan. Anda juga bisa menjelajahi ketiganya dengan menaiki sepeda di rencana perjalanan sembilan hari Cycle Jordan terbaru yang dikelola Intrepid Travel.

Adapun Mesir, permata TimTeng yang bersejarah, dinobatkan oleh G Adventures sebagai tujuan petualangan nomor satu di Timur Tengah untuk 2018. Daftar ini juga mencakup Maroko (ke-6) dan Oman (ke-10) yang terakhir ditambahkan ke daftar setelah mengalami 36 persen kenaikan pemesanan tur ke Timur Tengah. Rencana perjalanan Mesir G Adventures sudah termasuk penjelajahan sungai Nil, reruntuhan Nubia, dan tamasya tambahan ke garis pantai Alexandria. Sementara perjalanan delapan hari Oman Highlights yang baru-baru ini diluncurkan meliputi kunjungan ke pasar ternak, suaka penyu, tur Masjid Agung, dan souqs.

Wisata kuliner

pelancong timur tengah
Kuliner Timur Tengah dikenal akan bumbunya yang penuh rempah-rempah dan menggugah selera.

Wisata kuliner meningkat di Timur Tengah, terutama di daerah dengan isu yang kompleks seperti wilayah Palestina. Menandai pergeseran perjalanan ke daerah itu, pengunjung mencari lebih banyak hal untuk dilakukan daripada mengunjungi situs keagamaan yang menakjubkan:. Nablus yang bersejarah di Tepi Barat, misalnya, telah berubah menjadi destinasi kuliner yang digembar-gemborkan karena pasar petani, mezze, keju lokal, dan makanan lezat serta makanan manis khas Palestina-nya. Kelas memasak dengan penduduk setempat di kota berusia 2.000 tahun ini telah menjadi hal yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Nablus.

Tur yang berbasis di Israel juga telah meluas ke luar kawasan makanan Tel Aviv yang sudah lama populer, seperti Food Adventure yang dikelola oleh Intrepid Travel selama 9 hari di wilayah Israel dan Palestina. Wisata kuliner mengajak para pelancong untuk mempelajari beragam latar belakang orang-orang di wilayah tersebut tanpa mengabaikan konflik yang terjadi di sana. Terlepas dari kompleksitas wilayah ini, Barometer Pariwisata PBB baru-baru ini mengakui Palestina sebagai tujuan wisata yang paling cepat berkembang di dunia. Terlebih lagi, Intrepid Travel melihat pemesanan tur Timur Tengah meningkat 121 persen secara global tahun lalu, dan 70 persen di antaranya dari pelancong Amerika.

“Tepi Barat dihuni oleh orang-orang yang ramah, pasar-pasar, dan makanan. Namun, wilayah ini juga juga penuh dengan separasi dan kesulitan, jadi menyeberang melalui daerah itu bisa cukup menantang,” kata Intrepid Travel tentang tur makanan wilayah Israel dan Palestina. “Ini adalah wilayah yang sensitif secara politik, dan kami melakukan yang terbaik untuk memberikan tinjauan yang seimbang. Kami meminta agar para pelancong tetap berpikiran terbuka ketika mereka berkunjung.”

Mengagumi keajaiban dunia dengan harga miring

pelancong timur tengah
Timur Tengah menawarkan segudang pesona untuk dikagumi dengan harga terjangkau.

Ada lebih banyak uang yang bisa ditabung para turis, melebihi nilai tukar mata uang di beberapa titik panas Timur Tengah, dan ini semua bisa tercapai berkat upaya untuk mendorong pariwisata di wilayah tersebut. Salah satu bentuk dari kemudahan tersebut adalah Jordan Pass, yang menawarkan tiket masuk ke lebih dari ke 40 objek wisata di Yordania. Pass ini dapat dibeli sebelumnya dengan imbalan biaya visa masuk turis yang dibebaskan – yang biasanya seharga kurang lebih $ 56 ( kira-kira 700 ribu rupiah).

Beberapa destinasi turis yang paling populer akan keindahannya dan rerata harganya yang relatif miring termasuk Maroko, Mesir, Yordania, dan Lebanon. Pengeluaran di Timur Tengah pada umumnya tidak lebih besar daripada biaya hidup di AS, kecuali jika Anda membeli bensin atau minuman beralkohol (lihat The Basetrip untuk melihat biaya perjalanan terkini di TimTeng)

Orang-orangnya yang ramah 

pelancong timur tengah
Banyak pelancong yang pulang dari destinasi wisata di Timur Tengah berpikir bahwa orang-orang setempat sangatlah ramah.

Keramahan tidak terbatas di sana. Penduduk setempat senang bertemu para pelancong sementara monumen dan jalan-jalan setapak masih sepi. Lagipula, siapa yang tahu berapa lama sampai mereka dipadati kembali?

Ini adalah anekdot yang dimiliki kebanyakan orang sekembalinya dari wilayah itu: mampirlah ke Salib Petra, piramida, Yerusalem, dan Teluk Persia saat mereka masih berjuang untuk menghidupkan pariwisata, dan kemungkinan Anda akan bertemu beberapa teman baru selama di sana.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda punya alasan sendiri untuk merencanakan liburan ke Timur Tengah? Berbagilah pendapat Anda dengan kami di kolom komentar!