Hostel telah lama menjadi tempat pertemuan bagi para pelancong yang ingin berhemat. Tidak hanya karena ini merupakan penginapan termurah, tetapi juga tempat perlindungan bagi para backpacker dan pelancong solo di tengah-tengah kebingungan kota asing. Oleh karena semakin banyak pelancong memilih untuk tinggal di kamar pribadi atau rumah kosong melalui situs web seperti Airbnb dan sejenisnya, dapatkah akomodasi jenis baru ini mengakhiri pilihan hostel seperti yang kita ketahui selama ini?

Tanggapan Pakar Hostel

Menanggapi hal tersebut, pakar hostel mengatakan tidak. Mereka menghargai perkembangan penginapan yang berorientasi pada masyarakat. Begitu pula hostel memiliki faktor pembeda. Namun, jelas bahwa saat ini, alternatif penginapan pribadi yang murah lebih laku dari sebelumnya. Dan ini menunjukkan bahwa tren ini memotong persentase pelancong yang mencari hostel untuk akomodasi murah. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana ini akan terjadi?

“Untuk grup, hostel akan tetap populer,” kata Stephen Lane, kepala pemasaran di Hostelling International. “Perjalanan yang diadakan oleh sekolah/kampus masih sering menggunakan akomodasi hostel dan ini masih berjalan dengan sangat baik.”

Hostel Bagi Pelancong Solo

Hostel Bagi Pelancong Solo

Dan untuk pelancong solo, banyak kenangan perjalanan bahagia telah lahir melalui pertemuan di hostel. Misalnya bergabung dengan teman-teman sekamar di pub atau bertemu orang-orang menarik saat menunggu giliran menggunakan wastafel dapur.

Mungkin aneh untuk mengaitkan kenangan indah ini dengan penginapan yang menjadikan sebagian besar kamar mandinya sebagai tempat mandi umum. Tetapi, banyak juga yang menerimanya. Berkeliling dunia dengan anggaran terbatas tentunya membutuhkan pengorbanan kan? Menginap di penginapan terjangkau adalah salah satu solusinya.

Ini adalah preferensi penginapan bagi pelancong solo yang paling banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pelancong merasakan manfaat menginap di hostel. Antara lain memiliki teman backpacking yang kompak, dan juga mendengar cerita horor di kamar dengan 16 tempat tidur. Namun beberapa orang lebih suka hal sebaliknya: privasi.

Era Media Sosial dan Ekonomi Berbagi

Enam tahun lalu Anda mungkin kesulitan menemukan apartemen kosong untuk tinggal sedikit kurang dari waktu menginap di hostel. Bahkan hampir mustahil untuk menemukan akomodasi gratis untuk mengenal penduduk setempat. Sekarang, media sosial dan ekonomi berbagi memberi beberapa opsi kelas yang lebih tinggi bagi para pelancong dengan anggaran terbatas.

Misalnya, harga rata-rata hostel di Florence, Italia adalah sekitar 30 USD per orang per malam. Pencarian cepat di Airbnb untuk periode waktu yang sama menunjukkan kalau rata-rata harga apartemen per satu malam seharga 40 USD. Biaya apartemen dapat dibagi untuk dua orang, tidak seperti biaya hostel.

Kenyamanan itu tidak datang tanpa hasil. Apa yang tidak dimiliki penginapan jenis ini adalah rasa kedekatan komunitas yang diberikan oleh hostel.

“Etos kunci di balik hostel adalah pemahaman budaya,” kata Lane. “Membantu kaum muda terutama untuk bertemu dan mengenal orang-orang dari berbagai belahan dunia dan menghargai cara orang lain berpikir.”

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pelancong memilih opsi ekonomi berbagi yang lebih baru daripada hostel. Plus dilengkapi dengan kelebihan dan kekurangannya.

1. Menjaga Rumah

Jika Anda tidak pernah berpikir untuk tinggal di tanah Inggris yang kosong selama satu atau dua minggu tanpa membayar apa pun, Anda mungkin belum pernah melihat-lihat situs web house-sitting. Tentu saja ini menjadi pilihan penginapan termurah jika Anda bisa mendapatkannya. Biasanya, layanan house-sitting alias menjaga rumah dilakukan melalui proses aplikasi online. Anda akan tinggal di rumah orang lain secara gratis saat mereka pergi. Aktivitas ini menjadi lebih populer dengan maraknya situs web seperti TrustedHousesitters.com.

Pengalaman yang bisa didaptakan di sini sebagian besar tergantung pada ketersediaan persewaan. Tetapi, banyak host yang merupakan mantan backpackers atau sering bepergian nemun mencari penjaga rumah yang bisa menyirami tanaman mereka, melakukan perawatan ringan di rumah, dan mengatur surat masuk.

Anda bisa bergabung dengan situs house-sitting yang biasanya dikenakan biaya tahunan. MindMyHouse.com hanya membutuhkan 20 USD per tahun, sementara situs yang lebih populer seperti TrustedHousesitters.com harganya hingga 60 USD. Biaya dan pemeriksaan latar belakang cukup cepat, efisien, meskipun nantinya tuan rumah akan menyerahkan rumah mereka di tangan orang asing.

2. Menjaga Hewan Peliharaan

Menjaga Hewan Peliharaan

Ada opsi house-sitting lain yang lebih populer, yakni peluang untuk menjaga hewan peliharaan atau pet-sitting. Opsi ini dapat ditemukan di website house-sitting. Sebagai bonus tambahan, mereka memungkinkan pelancong solo untuk menemani hewan peliharaan.

Pencinta hewan peliharaan dapat mengajukan permohonan untuk merawat hewan orang asing. Biasanya untuk akhir pekan hingga satu atau dua minggu sekaligus. Ini adalah pilihan sepadan untuk tuan rumah dan tamu. Sebab, pemilik hewan peliharaan dapat mengurangi biaya penitipan hewan dan bisa berpikir lebih tenang karena hewan peliharaan mereka ada di tangan yang baik. Namun, opsi ini jelas bukan untuk mereka yang tidak menyukai binatang.

3. Airbnb

Pemesanan kamar pribadi di apartemen Montreal yang apik bisa mudah dilakukan dengan Airbnb. Kamar dan situs web penyewaan rumah telah menimbulkan kegemparan belakangan ini. Namun juga menghadapi beberapa larangan di seluruh dunia sejak debutnya pada tahun 2009.

Proses penyewaannya cukup rumit di beberapa kota yang telah melarang persewaan yang tidak diatur ini, dan menyebutnya sebagai “hotel ilegal.” New York, Paris, dan Santa Monica memerlukan izin sewa agar akomodasi dapat bertahan. Selain itu, beberapa tuan rumah harus membayar denda untuk menyewakan penginapan dengan syarat yang ilegal.

Syarat di sebagian besar platform penyewaan penginapan yang tidak memiliki regulasi ini telah dipertanyakan, terlebih ketika ada cerita tentang serangan terhadap penyewa Airbnb yang menyebabkan apartemen hancur. Jadi, pastikan untuk mengetahui undang-undang di kota yang Anda kunjungi saat mencari Airbnb.

4. Tidur di Sofa

Tidur di Sofa

Pelancong yang lebih berani sekaligus memiliki anggaran terbatas mungkin bisa memilih untuk tidur di sofa di rumah orang asing. Ini mungkin terdengar seperti plot film horor yang buruk bagi sebagian orang.

Couchsurfing.com adalah jejaring sosial yang digunakan oleh jutaan pelancong setiap tahun. Opsi berbagi ekonomi ini, layaknya opsi menjaga hewan peliharaan dan menjaga rumah, sebagian besar didasarkan pada kepercayaan orang dengan tidak membebankan biaya uang untuk tinggal di rumah mereka.

Situs ini membutuhkan profil untuk semua pengguna sehingga penyewa dan tamu dapat saling meninjau. Itu berarti Anda akan memiliki beberapa konfirmasi yang cukup jelas. Tidak hanya bahwa pemilik rumah adalah manusia yang nyata, tetapi mereka juga dipercaya oleh orang lain yang telah tinggal bersama mereka.

Profil situs ini sering kali dipenuhi dengan ulasan positif dari tuan rumah yang telah menyambut para tamunya. Tidak hanya di rumah mereka, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Meski ulasan di situs akan bervariasi, tetapi banyak penggunanya berbagi cerita menarik.

5. Bekerja atau WOOFing

Bekerja atau WOOFing

Jika Anda kekurangan uang tunai dan tidak takut bekerja untuk memenuhi akomodasi Anda, bekerja di pertanian organik (WOOFing) mungkin merupakan alternatif penginapan yang paling ideal. Melalui situs-situs seperti World Wide Opportunities on Organic Farms, kerja Anda akan berubah menjadi mata uang yang dapat ditebus untuk penginapan, makanan, dan pendidikan tentang gaya hidup berkelanjutan. Pengalaman kerja untuk hal ini akan lebih bervariasi, tergantung pada negara yang Anda pilih. Tetapi, program kerja seperti ini dapat membawa Anda ke mana saja di dunia ini. Mulai dari Guatemala ke Belgia ataupun ke Ghana.

Kelemahan dari hampir semua opsi ini adalah kemungkinan untuk membuat wisatawan introvert menjadi pertapa. Bertemu penduduk setempat di kedai kopi atau sesama turis di museum lebih akan lebih sulit untuk dilakukan mereka yang introvert. Dan hostel atau perumahan lain dengan area umum yang mendorong interaksi sosial merupakan opsi yang lebih cocok untuk pelancong solo.