Venesia adalah sebuah kota di Italia timur laut yang selalu mempesona para wisatawan. Kota ini terkenal dengan kanal-kanal perkotaan yang berpadu dengan arsitektur kuno.

Republik Venesia pada tahun 697–1797 adalah kekuatan finansial dan maritim utama di Eropa selama Abad Pertengahan dan Renaisans. Venesia juga merupakan pementasan untuk Perang Salib dan Pertempuran Lepanto, serta pusat perdagangan yang sangat penting (terutama sutra, biji-bijian, dan rempah-rempah) dan seni di abad ke-13 hingga akhir abad ke-17.

Pada masa Renaisans, Venesia juga mempelopori gerakan artistik yang revolusioner di penjuru Eropa. Setelah Perang Napoleon dan Kongres Wina, Republik dianeksasi oleh Kekaisaran Austria, sampai menjadi bagian dari Kerajaan Italia pada tahun 1866. Venesia telah memainkan peran penting dalam sejarah musik simfonik dan opera, disinilah komposer Antonio Vivaldi dilahirkan.

Hingga kini, pesona Venesia masih terjaga meski berbagai gejolak ekonomi menghantam Italia. Dari tempat yang paling sering dikunjungi turis, hingga tempat tersembunyi sekalipun Venesia tak henti-hentinya membuat turis jatuh hati.

1. Cantina Do Mori

Cantina Do Mori, menyajikan berbagai camilan yang lezat.
Cantina Do Mori, menyajikan berbagai camilan yang lezat.

Grand Canal dipagari dengan beragam campuran tempat makan yang memanjakan lidah turis. Tetapi jika Anda ingin melihat kehidupan lokal, menjelajahi Catina Do Mori mungkin akan memuaskan Anda.

Makanan dan minuman disajikan di bar kayu panjang. Tempat ini sudah ada sejak 1400-an, penduduk setempat mengklaim bahwa bertahun-tahun lalu Lothario Casanova yang karismatik sering mengunjungi bar bersama teman-temannya. Mereka menawarkan makanan ringan atau cicchetti, sandwich tanpa kulit yang diisi dengan daging dan keju yang diawetkan – hingga hati artichoke yang digoreng.

2. Ca ’Zappa

Ca ’Zappa yang berdiri di tengah perairan Venesia.
Ca ’Zappa yang berdiri di tengah perairan Venesia.

Villa Belanda yang menakjubkan terletak di selatan laguna. Tempatnya agak sulit dijangkau, dan Anda harus menyewa perahu sendiri untuk sampai ke sana. Tempat ini dibangun pada tahun 1925 oleh seorang migran dari Belanda, façade putih ini memiliki jendela dan gable atap-atap berwarna merah, yang berada di atas serambi bertiang. Bagian laguna bangunan ini memberi sentuhan fantastik, bak Negri dongeng.

3. Malefatte Boutique

Meski dibuat dari tangan-tangan para tahanan, barang-barang di Malefatte Boutique tergolong funky. Terutama jika dikenakan oleh anak-anak muda.
Meski dibuat dari tangan-tangan para tahanan, barang-barang di Malefatte Boutique tergolong funky. Terutama jika dikenakan oleh anak-anak muda.

Malefatte Boutique adalah inisiatif nirlaba yang dijalankan oleh Rio Tera dei Pensieri, sebuah koperasi penjara yang menjual produk-produk yang dibuat oleh tahanan pria dan wanita di sekitar Venesia. Barang-barang buatan tangan seperti kaos, selimut notebook kulit yang dijahit rapi dan tas kanvas. Harganya relatif murah, terutama ketika Anda membandingkannya dengan yang ada di butik-butik Venesia lainnya.

4. Chioggia

Chioggia tempat yang tepat untuk melengkapi keindahan album foto Anda.
Chioggia tempat yang tepat untuk melengkapi keindahan album foto Anda.

Kawasan Chioggia akan memberikan sensasi liburan yang tenang. Kota nelayan ini memang tak begitu estetis dibandingkan kawasan lain. Akan tetapi bangunan masa lalu yang masih tersisa juga spot yang lumayan bagus untuk menjadi latar foto instagram Anda.

Sementara itu, restoran seafood yang berjajar di sepanjang jalan akan memberi kesan tersendiri bagi turis. Semua makanan seafood disini tersaji dari bahan pilhan yang segar.

5. Libreria Acqua Alta

Karena toko buku ini terletak di dekat permukaan ari, lebih baik jangan datang saat musim hujan.
Karena toko buku ini terletak di dekat permukaan ari, lebih baik jangan datang saat musim hujan.

Toko buku bekas ini terletak di tepi pantai. Namun jangan berharap Anda dapat mengunjungi toko ini di musim hujan. Karena Libreria pasti akan ditutup, terutama karena air hujan akan merembes hingga ke dalam bangunan.

Pemiliknya adalah Venesia Luigi Frizzo. Ia mengonsepkan toko ini sebgai rumah bagi ratusan buku yang baru dan bekas serta kucing peliharaannya. Buku-buku itu ditumpuk dengan acak di gondola tua, kano, bak mandi dan barel. Anda harus menghabiskan banyak waktu untuk menyeleksi buku yang paling Anda sukai. Selain tumpukan buku, Anda juga harus melihat taman yang rindang di samping tangga yang menawarkan suasana khas.

6. Pulau Sant’Andrea

Pulau Sant'Andrea dengan benteng kuno yang menghiasinya.
Pulau Sant’Andrea dengan benteng kuno yang menghiasinya.

Wisatawan berduyun-duyun ke Murano untuk melihat toko-toko kaca, datang ke Burano untuk melihat rumah-rumah yang penuh warna, dan datang Torcello untuk mmengunjungi cagar alamnya. Dengan demikian, Sant’Andrea yang menawan sering diabaikan.

Sekedar informasi, Sant Andrea merupakan habitat bagi benteng kuno abad ke-17 yang hancur. Namun sisa pulau ditumbuhi gulma dan terkesan tidak terawat. Bagian atas reruntuhan pulau yang berantakan sering menjadi tempat piknik anak muda. Terutama karena pemandangan laguna dan kota yang tak tertandingi.

7. San Francesco del Deserto

Interior bangunan biara yang masih terjaga hingga sekarang.
Interior bangunan biara yang masih terjaga hingga sekarang.

Pulau lain yang sering diabaikan oleh pengunjung adalah San Francesco. Pulau ini terletak di antara Burano dan Sant’Erasmo dan memiliki biara yang tenang. Pulau Francesco ditumbuhi 4.000 pohon cemara, kebun yang ditanami oleh biarawati, dan serambi abad pertengahan juga patut dikunjungi. Disinilah lahir cerita tentang kisah kedatangan Santo Fransiskus di pulau itu pada tahun 1220. Menurut legenda, ia menanamkan tongkatnya ke tanah dan tumbuh menjadi pohon pinus, kemudian burung-burung berbondong-bondong masuk untuk bernyanyi kepadanya.

Lingkungan biara yang dikelilingi 4000 pohon cemara.
Lingkungan biara yang dikelilingi 4000 pohon cemara.

8. San Francesco della Vigna

Karena posisinya di ujung timur kota, gereja ini sering kosong bahkan saat perayaan Natal dan Paskah. Adanya gereja ini dimulai oleh pematung dan arsitek Italia Sansovino pada tahun 1534 atas perintah Doge Andrea Gritti, sementara façade diselesaikan oleh Palladio pada 1572.

Gereja San Francesco della Vigna dengan nuansa klasik dan sederhana.
Gereja San Francesco della Vigna dengan nuansa klasik dan sederhana.

Interior Renaissance berukuran besar dan lapang dan memiliki beberapa lukisan dinding yang sangat indah seperti Madonna dan Child Enthroned oleh Antonio la Negroponte. Di sini, seorang Maria yang anggun dan berwajah lembut berdampingan dengan pohon mawar yang diapit oleh pohon-pohon jeruk. Matanya menatap ke bawah ke arah bayi telanjang Yesus, yang dia imbang goyah di atas lututnya.

9. Osteria Al Bacco

Desain interior Osteria Al Bacco.
Desain interior Osteria Al Bacco.

Bacco adalah restoran yang tersembunyi di Canal delle Capuzine yang tenang. Ada beberapa meja di luar kebun yang dipenuhi tanaman merambat, atau di musim dingin Anda dapat menemukan tempat yang nyaman di ruang makan berpanel kayu.

Osteria Al Bacco adalah salah satu osteria tertua di Venesia dan menawarkan makanan laut yang sangat baik. Menu best seller mereka adalah spageti yang dimasak dengan tinta cumi hitam yang dilengkapi dengan kerang dan bass laut panggang. Jika Anda bertemu dengan pemilik restoran, ia mungkin akan menarik Anda keluar dari kursi dan mengarahkan Anda ke sekitar restoran untuk mendengarkan musik tango.

10. Tur Jalan Hantu Venesia

Konon katanya, pembunuh berantai pernah membuang mayatnya di jembatan ini.
Konon katanya, pembunuh berantai pernah membuang mayatnya di jembatan ini.

Keluarlah di malam hari dan temukan hantu-hantu Venesia di masa lalu. Berkumpul di Jembatan Rialto dan dibimbing melalui Venesia yang tersembunyi, melewati kanal yang sunyi dan melewati piazza yang ditinggalkan. Panduan ini akan bercerita tentang enam kisah hantu yang mencekam dan beberapa fakta menarik yang tak terungkap. Anda akan dibawa melalui labirin koridor backstreet yang tenang dan beberapa situs-situs yang telah menyaksikan pembunuhan berdarah.