Beberapa kalangan traveller sepertinya bosan untuk berjalan-jalan ke tempat wisata biasa. Mereka justru mencari destinasi yang menantang adrenalin.

Menurut ahli kesehatan, orang yang mencintai tantangan merupakan orang yang menghindari stress. Ia berupaya agar otot tubuhnya tidak tegang karena rutinitas harian. Namun ada pula yang terlahir dengan kondisi rendahnya hormon dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini berpengaruh pada gairah seksual, suasana hati, kecemasan, kelelahan, dsb.

Orang-orang yang memiliki hormon dopamin dan serotonin rendah, akan cenderung mencari kebahagiaan atau gairah hidup dari olahraga ekstrem. Mereka tidak puas jika hanya menghabiskan aktivitas mereka seperti orang kebanyakan.

Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu luang dengan olahraga yang menantang. Seperti selancar, memanjat tebing, bersepeda downhill, balapan, dsb. Tidak sedikit pula orang-orang penyuka tantangan bepergian ke tempat-tempat berbahaya, meski destinasi wisata itu pernah merenggut nyawa manusia. Tempat mana sajakah itu?

Berikut kami paparkan 6 destinasi wisata mematikan yang ada di dunia.

1. Pantai Smyrna Baru, Florida

Gerbang menuju Pantai Smyrna, Florida

Menurut International Shark Attack File, New Smyrna Beach di Florida adalah “ibu kota hiu dunia.” Namun, banyak turis berduyun-duyun ke pantai ini, karena biaya wisata yang murah. Meskipun kasus penyerangan hiu kepada manusia telah terjadi sebanyak 250 kali, masih banyak masyarakat berduyun-duyun mengunjungi Smyrna.

Kemungkinan besar orang-orang terhibur dengan serangan hiu yang bertubi-tubi. Sebagian besar serangan hitu tersebut juga tidak menimbulkan kematian. Akan tetapi terlepas dari hiu yang berkeliaran di perairan pantai, beberapa wisatawan juga menawarkan pemandangan indah. Beberapa hotel dan resor berdiri disini.

Anak hiu yang sering terlihat berenang di tepi pantai.

Tidak jarang, pasir putih tepi pantai Smyrna juga menjadi lokasi syuting beberapa sinema televisi di Amerika.

2. Half Dome, Taman Nasional Yosemite

Taman Nasional Yosemite adalah salah satu pendakian terpanjang dan paling berbahaya di dunia. Kebanyakan orang membutuhkan waktu sehari penuh untuk mencapai puncaknya. Tak jarang pula mereka mencapai puncak Taman Nasional setelah melakukan perjalanan selama 3 hari.

Gundukkan batu besar yang menjulang adalah Half Dome yang berbahaya. Batu tersebut kerap menelan korban jiwa.

Bagian paling berbahaya saat melakukan perjalanan ke Yosemite adalah bagian puncak Half Dome. Ketika pengunjung harus menggengaam pada dua kabel logam. Di sinilah beberapa orang menemui ajal mereka. Mulai dari tergelincir dari kabel, hingga terjatuh dan membentur bebatuan.

Lebih dari 60 orang dikabarkan tewas saat menyebrangi Half Dome. Selain karena tergelincir, Half Dome yang diguyur hujan sangat berbahaya. Petir yang menyambar di puncak juga sering menewaskan banyak pengunjung.

Pendaki harus berjalan mengandalkan dua kawat saat mendaki Half Dome. Proses inilah yang membahayakan. JIka tergelinir, nyawa yang menjadi taruhannya.

Namun bagi Anda yang enggan untuk menikmati puncak secara langsung. Mungkin bisa menyewa penginapan di jantung Lembah Yosemite. Beberapa penginapan tersebut menawarkan pemandangan indah yang menghadap ke tebing. Pastinya, jauh lebih aman daripada Anda harus berdiri di kawat tebing.

3. Cliffs of Moher, County Clare Irlandia

Tebing Moher yang sangat tinggi dan menakjubkan ini telah menarik perhatian satu juta turis per tahun. Menghadap Samudra Atlantik, tebing-tebing serpih dan batu pasir ini menjulang hampir 400 kaki di atas perairan.

Tebing yang menghadap ke laut memberikan sensi keindahan tersendiri. Namun panorama yang indah ini terselip kabar duka yang mendalam di kalangan para wisatawan.

Polisi setempat mencatat ada ratusan manusia yang pernah jatuh di tebing ini. Akan tetapi jumlah itu bisa lebih besar. Karena tidak semua kasus kematian di tebing Cliffs of Moher dilaporkan ke pihak berwajib.

Sebagian besar dari korban mati karena tanah yang curam dan tidak rata, kurangnya pagar pengaman, tergelincir saat cuaca hujan, dan angin kencang. Namun tiga tahun belakangan ini kepolisian dapat menyimpulkan bahwa Cliffs of Moher merupakan tempat bagi orang-orang bunuh diri. 30% korban yang mati di sini adalah keinginan mereka untuk meninggalkan dunia.

Jika Anda cukup berani untuk melihatnya lebih dekat, kami rekomendasikan untuk mengunjungi Ballinalacken Castle Country House. Rumah ini dikelola oleh keluarga setempat secara turun-temurun. Kastil abad ke-15 ini, merupakan tempat wisata yang menghadap ke Tebing Moher.

4. Gunung Berapi Kilauea dan Gunung Berapi Aktif Lainnya, Hawaii

Ada tiga gunung berapi aktif di Hawaii, dan yang paling berbahaya adalah Gunung Berapi Kilauea di Big Island. Letusan besar gunung berapi perisai ini terjadi pada tahun 1983. Tetapi baru-baru ini pada tahun 2014, aliran lahar dari Kilauea lumayan membahayakan.

Beberapa abad yang lalu, lebih dari 400 orang tewas dalam letusan gunung berapi, dan sistem Taman Nasional Gunung Api Hawaii melaporkan ada 40 korban tewas akibat aktivitas gunung.

Hanya berjarak 20 meter dari dua orang yang berpelukan, lahar Gunung Kilauea Hawai pernah melalap puluhan hektar tanah dan rumah hingga menelan banyak korban.

Penyebab kematian korban adalah karena campuran gas yang mematikan, yang dikenal sebagai kabut lava, yang dapat sangat mematikan bagi penderita asma atau kondisi jantung. Jika Anda cukup berani untuk menginap dekat dengan gunung, The Mauna Lani Bay Hotel & Bungalows adalah properti tepi pantai yang mewah, berjarak dua jam berkendara dari Kilauea.

5. Sungai Colorado

Sungai ini telah menjadi rumah bagi olahraga adrenalin seperti arung jeram, tubing, dan berenang melawan arus. Wajar, sungai Colorado memiliki panjang 1.450 mil dan mengalir ke beberapa daerah seperti Colorado, California, Utah, Nevada, dan Arizona dan Grand Canyon.

Namun, seringkali ada orang yang tidak mempertimbangkan betapa berbahayanya perairan sungai. Berdasarkan catatan pengelola wisata sungai, setidaknya ada 15 orang meninggal di perairan sungai pada tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi.

Sungai Colorado yang mengitari kawasan green canyon.

Jika Anda cukup berani untuk menyaksikan pemandangan sungai dari dekat, Sorrel River Ranch Resort terletak di tepi Sungai Colorado dengan latar belakang batu-batu merah siap memanjakan mata Anda.

6. Mont Blanc, Chamonix

Mont Blanc “Gunung Putih” adalah gunung tertinggi di jajaran pegunungan Alpen. Tinggi gunung ini hampir 16.000 kaki di atas permukaan laut dan merupakan puncak tertinggi di Eropa. Selain memecahkan rekor paling tinggi di Eropa, gunung ini juga memegang rekor sebagai yang paling mematikan di benua biru.

Barisan gunung Mont Blanc, Chamonix yang dipotret dengan bantuan drone.

Pengelola setempat mencatat sekitar 100 orang telah tewas saat mendaki gunung. Meski angka kematiannya tinggi, namun presentase itu tidaklah seberapa. Karena orang yang berminat untuk naik ke puncak juga banyak. Sekiranya ada 30.000 orang yang datang mendaki ke gunung ini tiap tahunnya. Presentase kematian ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Gunung Everest.

Melakukan perjalanan ke Mont Blanc adalah pendakian yang mematikan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, longsoran salju, dan pengalaman pendaki kurang.

Cara lain menikmati barisan pegunungan Mont Blanc, Chamonix adalah dengan menaikki beberapa bangunan objek wisata yang ada di sekitarnya.

Jika Anda cukup berani untuk mendekatkan diri ke gunung ini, Anda akan terhanyut oleh keagungan pegunungan di Hotel l’Heliopic Hotel. Properti kelas atas Chamonix yang menjauhkan estetika pedesaan yang terletak di kawasan pegunungan merupakan tempat yang sempurna dengan desain retro kontemporer.