Greenland adalah pulau terbesar di dunia, tetapi juga salah satu yang paling terpencil. Luas pulau ini mencapai 836.000 mil perseginya, terkubur di bawah lapisan es raksasa sepanjang tahun.

Penjelajahan di daratan ini mengharuskan turis mengenakan pakaian hangat dan ringan, agar bertualang tak terbebani pakaian yang tebal. Sekedar informasi, jika Anda mengunjungi Greenland ada baiknya membawa uang lebih. Karena jalan tidak menghubungkan kota dan desa yang terisolasi di sini, maka satu-satunya pilihan transportasi adalah penerbangan dan feri yang mahal.

Pilihan yang paling mudah adalah mengunjungi Greenland dengan kapal pesiar. Banyak turis yang mulai melakukan perjalanan mereka di atas kapal Fram, kapal ekspedisi 256 penumpang yang dijalankan oleh jalur Hurtigruten yang berbasis di Norwegia.

Selain kapal Fram, ada juga kapal “gletser & Ice” yang berlayar dari Reykjavik, Islandia, ke Kangerlussuaq, Greenland. Kapal ini akan melakukan pelayaran musim panas ala Hurtigruten. Adapun jadwal lain yang mereka tawarkan saat musim panas, yakni kunjungan ke Taman Nasional Greenland Timur Laut. Tempat ini jarang dikunjungi, karena sebagian besar wilayahnya membeku. Namun pada musim panas, Taman Nasional ini tak begitu dingin sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan perbukitan yang luas.

Selama 11 malam di kapal, wisatawan sungguh diuji terutama untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan fisik. Tentunya cerita ini akan menjadi kisah indah di Hurtigruten, Greenland.

Perlabuhan pertama di Snaefellsnes 

Semenanjung Snaefellsnes, masih termasuk dalam kawasan Islandia. Di wilayah ini wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan indah. Domba dan kuda berkeliaran di perbukitan hijau, desa-desa nelayan menghiasi garis pantai dan gunung berapi berdiri tegap.

Snaefellsnes menawarkan pemandangan indah saat musim panas.

Kemudian kami sampai di Greenland, di mana fjord (laut dalam yang sempit tak berkarang) menyapa pengunjung dengan kilau es dan rumah-rumah bercat cerah. Saat sampai ke sini, bisa dibilang tempat ini adalah bagian dunia yang menarik yang dapat dijelajahi oleh beberapa wisatawan.

Suhunya tak terlalu ekstrem, namun tetap dingin bagi wisatawan Indonesia. Flora dan fauna masih terlihat menyapa turis dari kejauhan, gemericik air yang berpadu dengan angin. Memberi kesan tersendiri bagi turis yang pertama kali menginjakkan kaki di Greenland.

Staf kapal yang cerdas berbahasa

Perusahaan kargo Hurtigruten menawarkan beberapa peluang yang tak terlupakan untuk berinteraksi dengan 120 warga setempat. Setiap orang yang memesan kapal pesiar mendapat tiket ke kaffemik. Sebuah kunjungan ke rumah lokal untuk minum kopi dan kue kering; kemudian kami berkesempatan untuk bergabung (atau menonton) pertandingan sepak bola persahabatan antara penumpang/awak kapal dan warga. Menonton olahraga berhasil mematahkan kesenjangan bahasa. Bersenda gurau dan berbagi cerita dari Negara masing-masing.

Kenampakan kapal Fram yang terkenal terjangkau meski fasilitas kenyamanan tidak 100%.

Jika paket wisata Anda jatuh di hari-hari tersibuk di pelabuhan, sebagian besar program wisata diambil alih oleh staf ekspedisi kapal yang berpengetahuan luas. Mereka akan membahas topik termasuk dunia alam es, beruang kutub, paus dan sejarah Greenland.

Dari tim ekspedisi, kami ke pelayan di bar dan restoran, anggota awak Fram hampir semuanya ramah dan multi-bahasa. Selama satu kali perjalanan, pemandu kapal ini mampu beralih bahasa seperti Jerman, Prancis, Inggris dengan mudah menyesuaikan pada penumpang mana dia berbicara. Saat makan malam, pelayan yang ada di sini dengan cepat belajar preferensi minuman kami, dan staf rumah tangga selalu menyambut kami dengan senyum di aula.

Tak terkoneksi internet 

Jika Anda wisatawan pelayaran Greenland pertama di awal tahun, kemungkinan es yang begitu signifikan sedikit lebih rendah di musim panas nanti. Bisa jadi itu adalah pengingat bahwa ekspedisi kapal pesiar ke pelosok dunia selalu datang dengan sedikit ketidakpastian.

Sementara tur tidak berjalan seperti rencana, turis mungkin akan disajikan dengan ceramah sejarah Greenland.  Jika lapar, wisatawan dapat menikmati camilan sore di lounge. Semua olahan tepung ada di kapal ini. Rasanya unik, menarik dan menyenangkan.

Kapal Fram juga menyajikan beberapa hidangan asin. Bagi Anda yang belum terbiasa dengan hidangan ala Norwegia atau Iceland, percayalah cuaca dingin akan membuat Anda terbiasa menikmati makanan asing semacam salad asin.

Akses Internet di kapal ini sangat buruk, meski telah mendaftar paket internet luar negeri. Kapal Fram menyediakan layanan internet kafe, namun koneksinya tak sesuai ekspektasi. Bagi orang Asia yang penggila internet, mungkin fenomena ini bak bencana di tengah liburan. Tapi percayalah, tidak terkoneksi internet dan sosial media selama liburan mungkin akan membuat liburan semakin terjaga.