Jenewa, adalah kota terpadat kedua di Swiss setelah Zürich dan kota terpadat di Romandy. Kawasan ini merupakan tempat belanja paling populer di Eropa. Meski tak seperti Milan atau Paris, Jenewa juga sering menjadi destinasi wisata belanja kaum sosialita dunia. Semua orang mengakui, bahwa belanja ke Jenewa harus merogoh kocek sangat mahal. Hampir tidak ada yang murah di sini. Namun bagi Anda yang tidak bermasalah dengan berbelanja barang-barang second hand (barang bekas), tak ada salahnya menelusuri tempat-tempat ini. Hanya di tempat ini, Anda dapat berbelanja barang-barang berkualitas dan murah. Tidak percaya? Silahkan membaca panduan dari kami tentang belanja barang bekas terbaik yang ada di Jenewa.

Downtown secondhand shop, Jenewa

Terkadang, pembeli terrkelabui oleh bagusnya toko Downtown. Mereka mengira bahwa pakaian yang dijual di sini adalah barang baru.

Downtown adalah salah satu dari sekian toko di Jenewa yang menampilkan barang-barang bekas untuk pria. Sebenarnya, hanya sedikit toko di Jenewa yang menjual barang bekas. Tak tanggung-tanggung toko ini pun menjual barang bekas sekelas Gucci, Burberry, Smalto, dan Hermes. Meski dalam jumlah terbatas, Downtown sudah menyeleksi barang yang layak jual atau tidak. Jadi, kondisinya bisa dibilang masih sangat baik. Selain Downtown, sang pemilik juga membuka toko barang loak yang berkualitas baik untuk perempuan. Sang pemilik mendirikan Uptown di lokasi yang berbeda.

Pasar Loak Plainpalais

Plainpalais Flea Market, menjual berbagai barang kuno. Mulai dari pakaian, piringan hitam, hingga buku bekas.

Pasar loak terbesar di Jenewa ini merupakan tempat yang tepat untuk tawar-menawar. Setiap lorong pasar menunjukkan pesonanya masing-masing. Mulai dari pakaian bekas, hingga barang-barang antik. Jika Anda ingin menemukan barang-barang vintage, tak ada salahnya berkunjung Plainpalais Square. Pasar kaget ini merupakan tempat yang tepat bagi Anda yang menginginkan barang-barang bekas yang layak pakai.

Jika Anda berkunjung ke sini, tentunya akan berbeda jauh dari pasar loak yang ada di Indonesia. Banyak pakaian yang warnanya masih bagus dan kancingnya terpasang rapi. Hanya saja, pasar ini hanya dibuka seminggu dua kali. Tepatnya pada hari Rabu dan Sabtu. Akan tetapi kami sarankan Anda untuk datang setiap hari Rabu. Karena pada hari inilah barang-barang pedagang masih banyak pilihannya, dibanding hari Minggu.

Flair No.3

Pakaian dan sepatu yang dijual di Flair no 3, Geneva.

Flair No. 3 dimiliki oleh seorang pecinta mode vintage bernama Marisa. Ia merupakan penggemar berat fashion ala Audrey Hepburn, aktris yang naik daun pada tahun 1960-an. Sebenarnya butik yang diperuntukkan bagi kaum hawa ini tidak hanya menjual pakaian bekas. Mereka juga memproduksi pakaian baru yang bernuansa jadul, yang dijahit di Angola. Namun ketika Anda melihat pakaian asli yang sudah dibuat sejak tahun 50-an, Anda akan terkejut melihat kondisinya. Pakaiannya masih terlihat indah dan bersih. Nyaris tak ada bedanya dengan pakaian baru yang dijajakkan di sini. Mulai dari aksesoris, sepatu hingga gaun memang dijaga betul oleh Marissa sendiri. Ia membersihkannya dengan formula rahasia sehingga manik-maniknya tetap terjaga.

Numero 6

Jenis sandang yang dijual di Numero 6 adalah jaket kulit berkualitas tinggi.

Jean Marc David, pemilik gerai telah mengumpulkan barang-barang desainer dari fashionista terbaik di Jenewa dan menjualnya kembali. Banyak pakaian dengan gaya mewah yang terjual di sini. Dengan harga mulai dari CHF60 hingga lebih dari CHF3000, Anda dapat mendapatkan pakaian dengan tema kemewahan Eropa tahun 1980-an atau tahun 60-an. Pelanggannya berkisar dari pencinta label klasik hingga jurnal mode tentang perburuan bling asli. Akan tetapi toko ini buka setiap pukul 14.00-19.00 waktu setempat. Waktu yang sangat terbatas, bukan?

Pasar buku Marché de la Fusterie

Pemandangan salah satu tumpukan di kos Marché de la Fusterie book market.

Pasar ini buka setiap hari Selasa dan Jumat. Marché de la Fusterie tidak jauh dari Rue de la Croix d’Or dan selalu ramai oleh penjual buku. Buku-buku dari setiap genre ditemukan di 10 kios dan ada beberapa lukisan tua atau sketsa landmark Genevan. Meskipun sebagian besar buku-buku itu dominan dengan bahasa Prancis, namun ada beberapa buku berbahasa Inggris yang dijual di sini. Namun kami sarankan Anda untuk menelusuri banyak lapak demi memuaskan hasrat ilmu pengetahuan Anda. Tidak jarang buku-buku bagus malah ditemukan di lapak yang tak terduga.

Vêt’Shop

Barang yang dijual di Vet shop masih sangat bersih dan warnanya terjaga. Meski tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sekalipun.

Toko ini dikelola oleh Palang Merah Jenewa dan memiliki cabang di tiga tempat. Vêt’Shop (di Carouge, Eaux-vives dan Etuves) adalah surga untuk pecinta pakaian murah dan beramal. Keuntungan dari penjualan pakaian ini nantinya akan disumbangkan kepada penduduk Jenewa yang membutuhkan. Keuntungan dari belanja di Vet Shop adalah tentang keamanan bahan kimia tekstil. Karena dikelola langsung oleh palang merah yang concern dengan dunia kesehatan.