Hidup tak selamanya mulus, begitu juga saat traveling. Terkadang Anda menemukan serangkaian tantangan yang tak terduga sebelumnya, dan membutuhkan survival skill. Tantangan di sini bukan sekadar bersabar dengan kamar hotel yang pengap, namun lebih dari itu, seperti tiba-tiba kebanjiran di hutan dan harus mencari dataran tinggi atau gua untuk berlindung.

Seorang teman pernah bercerita, ia melakukan hiking sehari yang semestinya mudah tapi akhirnya harus terjebak di gunung selama tiga hari karena terjadi badai salju. Namun patut diingat, persoalan terjadi bukan hanya ketika Anda bertualang di alam liar. Karena liburan di kota besar sekalipun bisa muncul masalah.

Bisakah Anda menyalakan api? Bisakah Anda mencari makan? Berapa lama Anda bisa bertahan dengan apa yang ada di ransel Anda? Bagaimana Anda merespons ketika dirampok atau terluka parah di luar negeri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kedengarannya menyeramkan, namun bukan tidak mungkin bisa terjadi. Jadi, berikut kami tampilkan 9 survival skill yang bisa Anda kuasai namun kami harap tidak akan pernah Anda butuhkan.

1. Cara Menyalakan Api

Travel survival skill: cara menyalakan api.
Travel survival skill: cara menyalakan api.

Metode klasik untuk menyalakan api adalah menggunakan bor tangan, metode yang terlihat di film-film dan buku survival yang menggunakan tongkat berputar dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan gesekan, panas dan percikan.

Anda juga dapat menyalakan api dengan baterai, serat baja, dan beberapa tinder. Letakkan serat baja pada lingkaran muatan positif dan negatif dari baterai, lalu gosokkan sampai menghasilkan percikan. Terapkan pada tinder untuk membuat api unggun yang diperlukan.

Ada juga cara lain seperti menggunakan kaca pembesar bahkan ponsel. Anda juga bisa menemukan berbagai video di YouTube dengan subjek cara menyalakan api tanpa pemantik atau korek.

2. Cara Menjatah Pasokan Makanan Terbatas

Menurut para ahli, manusia dapat hidup dalam waktu yang relatif lama tanpa makanan, tetapi hanya sekitar 72 jam tanpa air. Jika terjadi sesuatu saat perjalanan dengan stok makanan terbatas, para ahli merekomendasikan agar Anda menghitung persediaan makanan Anda segera. Fokus pada konten kalori dan bukan volume, lalu keluarkan selama periode waktu yang diperlukan.

Jika Anda sedang di kota atau pedesaan, air cukup mudah ditemukan seperti di kamar mandi umum, di pom bensin, di penginapan, dan lain-lain. Tetapi jika Anda berada di hutan belantara, itu adalah tantangan yang berbeda sama sekali. Kebanyakan ahli bertahan hidup menyarankan agar Anda minum apa yang Anda miliki sampai dengan liter yang diperlukan per hari, baru kemudian mencoba mencari tambahan air lebih banyak.

Yang menuntun kita ke skill selanjutnya…

3. Cara Menemukan dan Mengolah Air untuk Minum

Travel survival skill: cara menemukan dan mengolah air untuk minum.
Travel survival skill: cara menemukan dan mengolah air untuk minum.

Beberapa jenis air yang umumnya aman untuk diminum: air hujan, salju yang meleleh atau es batu meleleh (setelah membiarkannya agak hangat agar tidak menurunkan suhu tubuh Anda), air yang ditiriskan dari pemanas air, cairan dari barang kaleng, dan air yang ditiriskan dari pipa.

Di alam liar, ada banyak sumber potensial untuk air bersih. Air yang mengalir jernih di sungai bisa dijadikan pilihan. Namun harus diperhatikan bahwa bahkan untuk sumber yang tampaknya aman, Anda harus memurnikan atau menyaring air jika memungkinkan. Melakukan kondensasi alami bisa dilakukan dengan peralatan terbatas; trik yang umum adalah meletakkan kantung plastik pada dahan pohon sedemikian rupa sehingga air mengalir menuruni kantung ke titik yang rendah; maka Anda dapat mengumpulkan kondensasi dari air yang menetes sepanjang malam.

Jika tidak ada sumber yang dapat diandalkan tersedia dan Anda dapat membuat api, ada banyak cara bagus untuk memurnikan air, termasuk merebus, menyaring, dan menggunakan sinar UV.

Kiat lain yang perlu diingat:

  • Minumlah air “aman” Anda terlebih dahulu, hemat air yang lebih berisiko untuk nanti jika Anda benar-benar membutuhkannya.
  • Secara umum, efek dehidrasi yang dimiliki minuman berkafein dan beralkohol (meskipun mungkin bukan minuman keras) tidak terlalu berpengaruh jika Anda hanya punya pilihan tersebut untuk diminum.
  • Ada banyak pilihan penyaring atau filter air yang dapat dibeli di toko maupun online shop, untuk berjaga-jaha.

4. Cara Menghemat Panas Tubuh

Menjaga panas tubuh Anda pada diri Anda sendiri bisa menjadi keterampilan bertahan hidup yang penting. Ketika mencoba untuk menghemat panas tubuh, fenomena yang Anda butuhkan untuk mencegah atau mengendalikannya adalah: konduksi (mentransfer panas dari tubuh Anda ke permukaan yang lebih dingin di sekitarnya), konveksi (transfer panas ke udara yang bergerak di sekitar Anda), penguapan dan pernapasan (hilangnya panas tubuh melalui berkeringat dan bernapas), serta radiasi (memungkinkan panas Anda menghilang ke langit yang dingin di atas).

Untuk melakukannya: untuk konduksi, coba letakkan bahan di antara Anda dan permukaan yang lebih dingin; untuk konveksi, hindari arus udara dan angin; untuk penguapan, ingat untuk tidak melepas jaket jika Anda kegerahan; untuk radiasi, pastikan Anda memiliki penutup kepala Anda, terutama di malam hari.

5. Cara Menemukan Tempat Berteduh

Travel survival skill: cara menemukan tempat berteduh.
Travel survival skill: cara menemukan tempat berteduh.

Para ahli survivor memiliki beberapa tips untuk menemukan dan membangun tempat berlindung di hutan belantara, termasuk memilih lokasi (JANGAN mencari situs yang menghadap matahari agar Anda tetap hangat di iklim dingin; JANGAN membangun di dekat sungai yang bisa meluap) dan bekerja dengan material yang ada di tangan (mulai dari gua hingga ponco Anda sendiri).

Jika Anda berada di lingkungan perkotaan atau pinggiran kota, banyak teknik yang dapat digunakan. Anda bisa membangun tempat berlindung dari barang-barang yang ditemukan di sebagian besar tempat sampah, termasuk kotak kardus, styrofoam, selotip dan sejenisnya.

6. Cara Mencari Makanan yang Aman

Mencari makan bisa menjadi hal yang rumit dan membutuhkan banyak pengetahuan untuk dilakukan dengan aman, tetapi tanaman yang dapat dimakan dapat dengan mudah ditemukan seperti dandelion di halaman belakang Anda.

Ketika segalanya menjadi sangat darurat, Anda mungkin harus mengkonsumsi beberapa hewan yang tak terbayangkan sebelumnya seperti rayap, jangkrik, atau cacing.

7. Cara Pulang ke Rumah dalam Darurat Medis

Terutama jika Anda tidak memiliki asuransi perjalanan, jika dalam situasi darurat medis, penting untuk menghubungi kedutaan atau konsulat terdekat negara asal Anda. Staf di sana dapat memberikan informasi kontak untuk dokter lokal terkemuka, memberi tahu keluarga Anda, membantu mendapatkan catatan medis dari dokter Anda di negara asal, membantu mendapatkan dana dari rumah, dan dalam beberapa kasus menyediakan evakuasi darurat. Penting untuk diingat bahwa pada akhirnya Anda akan bertanggung jawab atas sebagian besar atau semua biaya yang dikeluarkan.

8. Cara Mendapat Uang Setelah Kecurian

Travel survival skill: cara mendapat uang setelah kecurian.
Travel survival skill: cara mendapat uang setelah kecurian.

Jika uang Anda dicuri, Anda biasanya harus melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat. Selanjutnya hubungi kedutaan atau konsulat, yang dapat membantu Anda mengganti paspor Anda, mendapatkan uang tunai darurat baik dari rumah atau dengan pinjaman, memblokir kartu kredit, dan banyak lagi.

9. Cara Keluar dari Penjara

Ditangkap di tempat yang tidak dikenal bisa menakutkan dan berisiko. Wisatawan tunduk pada hukum setempat ketika berada di luar negeri, dan ketidaktahuan jarang diterima sebagai alasan. Jika Anda melanggar hukum di luar negeri, Anda ingin segera menghubungi kedutaan atau konsulat; mereka dapat menyediakan kontak dengan pengacara, memberi tahu keluarga Anda, memfasilitasi transfer dana, mengatur perawatan medis dan banyak lagi.

Pernahkah Anda survive dari salah satu skenario di atas? Bagikan ceritanya pada kami pada kolom komentar di bawah!