Barang antik bukan saja perkara seni dan nilai. Di zaman menumpuknya sampah laut ini, barang lama dijual kembali merupakan salah satu solusi tepat untuk mengurangi limbah ke alam. Untung saja, barang-barang antik masih begitu mempesona bagi kalangan kolektor atau orang-orang yang cinta akan nilai sejarah.

Shanghai adalah salah satu dari empat kota di bawah administrasi langsung pemerintah pusat dari Republik Rakyat Tiongkok. Dulunya, kota ini menyimpan begitu banyak sejarah peperangan dan berkembangnya paham komunisme Asia. Berbagai catatan sejarah Negri tirai bambu pun tercipta di kota seluas 6000 kilometer ini.

Perekonomian Tiongkok makin menanjak tatkala kota ini berubah menjadi kota pelabuhan. Sektor perdagangan Shanghai pun dibuka dan disinilah perekonomian Tiongkok modern mulai merangkak naik. Kemewahan Shanghai di era Asia klasik tak terbantahkan, meski sempat mengalami perang pahit. Berkat pengusaha-pengusaha lokal, Shanghai menjadi kota yang hidup. Jejak-jejak kemewahan warga Shanghai masa lampau terlihat dari berbagai ornamen-ornamen menarik di pasaran.

Begitu banyak toko yang menjual barang antik yang pernah populer di massanya. Cucu dari konglomerat Shanghai, banyak yang menjual barang antik milik kakek atau Ayahnya karena berbagai alasan. Sementara itu banyak wisatawan yang memperdagangkan barang antik asal Shanghai ke penjuru Asia hingga Amerika.

Jika Anda salah orang yang ingin membeli barang antik asal Shanghai dan tidak ingin membayarnya dengan harga mahal, ada baiknya mengunjungi beberapa toko di Shanghai. Barang-barang meliputi meubel kayu, radio, lukisan, hingga lentera klasik masih dapat ditemui di kota ini.

1. Shanghai Mu Lan Hua Ge Jia Ju Li Curio Company

Salah satu sudut Shanghai Mu Lan Hua Ge Jia Ju Li Curio Company yang penuh sesak dengan barang antik.

Jika Anda mencari berbagai barang antik yang mungkin sudah sulit ditemui di kawasan Asia lainnya, tak ada salahnya mampir ke Gudang Barang Antik Mulan Huage di Pudong. Tempatnya mungkin gelap dan agak horror. Tapi disinilah Anda dapat menemukan berbagai macam barang antik yang lengkap. Mulai dari kopor tua, kursi dan meja hingga alat musik, radio, patung Buddha, dan bahkan bayi kambing taksidermi.

Namun pembeli harus jeli untuk menentukan barang yang layak pakai atau tak layak pakai. Sebab barang bekas disini bertumpah ruah di berbagai sudut. Tapi jangan khawatir, apabila ada barang yang menurut Anda layak digunakan namun ada sedikit kerusakan pelayan toko siap memperbaiki kerusakan tersebut selagi masih bisa diperbaiki.

2. Gelin Casa

Gellin Casa yang menjual meubel antik era 50-an.

Jika Mu Lan Hua Ge seperti tempat barang rongsokan dalam ruangan, Gelin Casa merupakan toko yang menjual barang antik pilihan. Berbagai barang antik dipajang layaknya karya seni di museum. Mereka mendapatkan barang-barang antik dari gedung-gedung tua Shanghai, yang pernah dihancurkan.

Barang-barang yang terpajang di sini tidak semuanya dalam kondisi baik. Sang pemilik mengambil barang yang layak jual, kemudian memperbaikinya terlebih dahulu. Kemudian membawanya ke toko dan dipajang dengan rapi. Sebagian besar barang yang dijual di Gelin Casa merupakan perabotan meubel berkualitas tinggi. Terkadang, toko ini juga menjual perlengkapan bangunan seperti pintu, tangga, ubin, wastafel.

3. Emporium Vintage

Jangan sekali-kali ajak perempuan ke tempat ini. Karena disinilah banyak pakaian-pakaian jadul nan cantik dijual dan menggoda panca indra,

Toko ini dikelola oleh warga lokal yang menikah dengan orang Jerman. Emporium Vintage adalah toko yang menjual barang antik khas Eropa. Dari lederhosen hingga pemotong cerutu ukir, diimpor langsung dari Jerman. Sebagian besar barang yang ditawarkan sangat populer di tahun 70-80 an.

Di toko ini pula, para perempuan dimanjakan dengan pakaian-pakaian yang sempat trendi di Eropa. Pakaian anggun seperti gaun malam dan sweater hangat banyak dijual di tempat ini. Tentunya, dalam kondisi yang bersih dan layak pakai.

4. ARTifacts 

Salah satu sudut showroom ARTifacts yang dipenuhi dengan barang-barang antik estetis.

ARTefak lebih dari sekadar belanja barang antik. Ini juga merupakan galeri seni, ruang pamer dan museum. Menurut situs webnya, ARTifacts berupaya untuk “menyelamatkan, melindungi, memperbaiki dan mengarahkan kembali barang antik, artefak, dan seni kuno Tiongkok, sehingga karya seni yang signifikan dapat terus dinikmati, dipajang dan dihargai oleh generasi kita saat ini, dan oleh kita generasi anak-anak besok ”.

Ketika Tiongkok kian memodernisasi segala aspek kehiudpan, orang-orang di ARTefact merasa itu adalah tugas mereka untuk melestarikan barang lama daripada menghancurkan. Mereka mengkhususkan diri dalam furnitur antik, pasar ini menyimpan banyak pusaka keluarga Dinasti Ming dan Qing, dengan harapan memberi ornamen tersendiri di rumah Anda. Mungkin salah satu toko barang antik milik pribadi terbesar di Cina. Luas bangunan galeri ARTifact mencakup enam lantai dan dengan luas 77.000 kaki persegi.

5. Yunzhou Curio City

Yunzhou Curio City yang dipenuhi pedagang kaki lima yang selalu menggelar tikar di akhir pekan.

Yunzhou Curio City adalah satu-satunya pasar barang antik sejati yang tersisa bagi para pecinta barang antik di Shanghai. Di pasar tujuh lantai ini, Anda akan menemukan berbagai barang antik, seperti pot teh, perhiasan batu giok, poster retro, batu, koin, dan uang kertas tua. Sementara sebagian besar barang antik ini merupakan merk asli, yang diproduksi oleh pabrikan terkemuka di masanya.

6. No. 3975

Tas kanvas ala tentara, yang kini banyaak diminati anak muda. Tak terlihat seperti barang bekas perang. Karena dikemas dalam toko dengan gaya kekinian.

Toko 3975 adalah gerai perangkat tentara, dengan memorabilia militer Jerman kuno. Disinilah beberapa barang semacam pisau berburu atau ransel kanvas dijual. Toko ini jelas lebih mahal. Namun, dengan sebagian besar karya yang berasal dari WW1, ia membawa jenis signifikansi historis yang tidak sering Anda temukan di artefak di luar museum.

7. Uptown Record Store

Uptown Record Store menjual piringan hitam atau kaset dari berbagai genre musik.

Anda dapat menebaknya, Uptown Record Store menjual kaset dan piringan hitam. Pemilik dan DJ lokal Sacco menawarkan vinil dari setiap genre. Rock, punk, reggae, dubstep dan masih banyak lagi. Tapi seperti toko vintage yang bagus, Uptown penuh kejutan. Di sini Anda juga akan menemukan pakaian wanita vintage, bersumber dari tahun 70-an dan 80-an Jepang dan Korea. Entah bagaimana, harga dijaga sekitar RMB200 ($ 30), meskipun sumber pakaian Sophia Wong sering bepergian ke tetangga timur China.

8. Annata Vintage

Annata Vintage dengan ornamen pakaian jadul yang masih terlihat cantik.

Segala sesuatu di Annata adalah barang antik, mulai dari pakaian yang dijual hingga ruang ganti bertema kamar kerja tahun 1930-an. Pemilik, Julia dan Ting, mengambil semua barang mereka secara pribadi selama perjalanan mereka ke luar negeri. Sebagian besar barang berasal dari Italia atau Inggris, tetapi perhatikan label harga di sekitar toko dan Anda akan melihat lokal lebih eksotis dan menggoda. Kualitas produknya sangat tinggi, sehingga ketika Anda membeli gaun dari Annata, Anda membeli gaun terbaik di kelasnya.