Para traveler di seluruh dunia pasti senang ketika akhirnya melakukan perjalanan ke Tokyo, Jepang. Di sini ada persimpangan yang terkenal, gedung pencakar langit yang berkilauan, masakan yang lezat, dan banyak lagi lainnya. Namun, sebelum Anda menjelajahi kota yang dijuluki “Negeri Matahari Terbit” ini, penting untuk mempersenjatai diri dengan beberapa pengetahuan tentang Jepang secara lokal. Baca daftar tips perjalanan Tokyo berikut dan bersiaplah untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat menjelajahi Tokyo.

10 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum ke Tokyo untuk Pertama Kalinya

1. Ada lebih banyak hal di Tokyo daripada sekadar benda aneh

Pengunjung senang ketika menemukan “Tokyo yang aneh,” yaitu sekelompok tempat favorit yang telah familiar di media sosial. Banyak dari tempat-tempat ini (terlepas dari keaktifan dan potensinya di Instagram) sering kali memainkan stereotip yang salah, hingga membebankan wisatawan harga yang selangit.

Ini termasuk pula Pertunjukan Robot dan Kawaii Monster Cafe, serta restoran bertema lainnya. Alih-alih mengikuti berkerumun di sekitar Harajuku dan Shibuya, Anda bisa menjelajahi daerah lain untuk mencari sesuatu yang autentik.

Shimokitazawa adalah lingkungan trendi yang terkenal dengan kedai kopi kuno dan toko pakaian vintage. Nakano adalah tempat yang tepat untuk merasakan kehidupan malam (gastropub). Atau coba Shin-Okubo untuk makanan Korea yang nikmat.

2. Telusuri panduan lokal untuk mendapatkan perjalanan yang tidak biasa
Telusuri panduan lokal untuk mendapatkan perjalanan yang tidak biasa

Tokyo memiliki populasi pendatang yang cukup besar yakni ​​kira-kira setengah juta. Periksa beberapa situs web dan publikasi berbahasa Inggris untuk wisatawan yang membantu Anda dalam perencanaan perjalanan.

Tempat yang baik untuk memulai perjalanan ini adalah Metropolis dan Tokyo Weekender, majalah yang menampilkan acara lokal dan panduan restoran. Panduan favorit lain adalah Tokyo Cheapo yang menampilkan kiat-kiat untuk berkeliling kota secara hemat dan menemukan hal-hal terbaik dan gratis yang dapat dilakukan di Tokyo.

3. Anda harus membeli tiket museum Ghibli terlebih dahulu
Anda harus membeli tiket museum Ghibli terlebih dahulu

Untuk para pelancong yang memiliki ketertarikan pada semua hal anime dan manga, Museum Ghibli di Tokyo adalah satu tempat yang wajib dituju. Museum ini sangat menggemaskan dan menghibur sekaligus sangat populer. Biasanya tiket terjual habis berbulan-bulan sebelumnya  (terutama selama musim panas). Jika Ghibli adalah tujuan utama Anda, pastikan Anda membeli tiket secara online sebelumnya. Namun, jika Anda kurang beruntung, jangan takut. Ada museum bertema anime lainnya di daerah Tokyo. Salah satunya adalah Museum Anime Suginami kecil, yang terletak di dua lantai. Ini tidak besar atau mengesankan tetapi tentu saja menarik bagi penggemar genre anime.

Museum ini gratis dan menjelaskan proses di balik seni dalam bahasa Inggris. Film-film anime pendek diputar sepanjang hari dan pengunjung museum dapat mencoba menggunakan kotak cahaya dan sulih suara. Berlokasi sentral di Akihabara, Tokyo Animation Center, museum gratis ini menjadi pilihan ketiga yang menawarkan pameran dan suvenir pada waktu terbatas.

4. Anda tidak perlu rail pass

Jika Anda menjadikan Tokyo sebagai tempat untuk melihat bagian-bagian lain di Jepang, sebaiknya kantongi uang tunai yang biasanya Anda belanjakan untuk kereta JR. Ada banyak yang bisa dilihat dalam perjalanan sehari dari Tokyo. Melarikan diri ke pantai yang indah lalu pindah ke salah satu pulau Izu yang terisolasi. Nikmati dedaunan musim gugur atau pendakian es musim dingin di Nikko. Atau cari spot foto sempurna dari Gn. Fuji melalui salah satu dari banyak jalur pendakian yang melintasi kota.

Jika Anda sangat ingin meninggalkan Tokyo, manfaatkan penawaran perjalanan yang jauh lebih murah daripada tiket kereta api. Operator berbiaya rendah seperti Vanilla Air atau Peach dapat mengantar Anda ke kota besar lain hanya dengan 3.000 yen sekali jalan. Alternatif lain adalah Seishun 18. Tiket ini memungkinkan lima hari perjalanan tanpa batas dengan kereta lokal dan cepat dan dapat dibagi antara pelancong.

5. Berdandan untuk mengesankan orang-orang

Orang Tokyo suka berdandan. Sebagai aturan umum, wanita cenderung memakai banyak lapisan pakaian dan menyukai gaun dan rok. Pria juga sama-sama sadar akan mode. Namun ada beberapa peringatan. Jika Anda terbiasa dengan sepatu hak tinggi, lebih baik pakai sepatu yang masuk akal. Karena Anda akan melakukan banyak perjalanan di banyak tangga sekaligus menjadi cardio tambahan. Terlepas dari semua generalisasi ini, Tokyo juga merupakan tempat yang tepat untuk bereksperimen. Mungkin Anda melongo dengan gaya busana gothic atau lolita di sini, tetapi Tokyo akan senang hati menerimanya. Tentu, Anda masih akan menarik perhatian, tetapi di sini sangat wajar naik kereta dengan pakaian sumo, kostum Halloween, atau dengan spandex merah muda yang ketat.

6. Bawa omiyage

Omiyage atau pemberian hadiah adalah norma di Jepang. Ini berlaku untuk sebagian besar pertemuan formal maupun kasual. Jika Anda berharap untuk bertemu dengan orang lokal, disarankan untuk membawa hadiah kecil dari negara asal Anda. Permen, kartu pos, magnet, dan boneka binatang semuanya pilihan yang baik. Saya cenderung membawa omiyage apa saja. Sudah sering terjadi di mana orang asing telah membantu saya atau memberi tumpangan. Menunjukkan rasa terima kasih adalah yang satu-satunya yang paling bisa kulakukan. Saat Anda melakukannya, lebih baik bawa pulang beberapa hadiah untuk orang yang menumpangi Anda. Kit-Kat berbagai rasa adalah pilihan yang populer namun membingungkan, mengingat jumlah rasanya yang unik.

7. Anggaran harus disesuaikan

Banyak pelancong mengeluh tentang biaya liburan di Tokyo. Ya, dibandingkan dengan bagian dunia tertentu, kehidupan di sini bisa saja boros. Terutama ketika Anda makan di daerah turis dan menggunakan uang Anda untuk membeli gundam. Tapi selalu ada solusinya. Untuk kebutuhan dasar, kunjungilah 100 yen mecca Daiso atau bizare Don Quixote.

Apakah Anda lupa sesuatu atau menginginkan kostum dadakan untuk keluar malam? Ini adalah tempat yang murah untuk dikunjungi. Perlu makan murah? Pilihan restoran murah termasuk tempat sushi kaiten (conveyor belt) 100 yen seperti Sushiro dan conbini (toko serba ada) yang ada di mana-mana. Jika Anda ketinggalan kereta terakhir dan terjebak jauh dari akomodasi Anda, “tempat tidur” terakhir yang dapat diandalkan adalah kafe internet atau tempat karaoke. Tokyo juga memiliki sejumlah hotel kapsul yang menjadikannya sebagai penginapan hemat anggaran yang memberi eksperimen unik saat tidur.

8. Jangan menjadi stereotip
Jangan menjadi stereotip

Meskipun merupakan kota terbesar di Jepang, Tokyo sangat homogen. Dan sebagian besar, Anda akan tetap diabaikan sebagai orang asing (hei, orang-orang sangatlah sibuk di sini). Yaitu, sampai Anda melakukan sesuatu yang membuatmu menarik perhatian. Sebagian besar hal ini disebabkan oleh pelanggaran dalam perilaku budaya. Karena itu, sebelum Anda pergi, bacalah tentang etiket dasar budaya Jepang.

Sebagian besar tidak perlu dikuasai untuk perjalanan yang singkat, seperti berbagai bentuk membungkuk dan menuangkan minuman ke orang lain. Tetapi ada hal-hal penting lainnya. Ini termasuk tidak berbicara di telepon saat di kereta, tidak menempelkan sumpit Anda di nasi, dan selalu mandi sebelum memasuki onsen (pemandian air panas). Ini juga membantu untuk belajar sedikit bahasa Jepang, meskipun hanya salam dasar. Mau tidak mau, dan tidak peduli level berbahasa Anda, akan ada orang yang memuji kemampuan bahasa Jepang Anda.

9. Anda akan memerlukan kartu Suica pada saat kedatangan

Untuk berkeliling kota, Anda pasti akan menggunakan sistem kereta JR dan metro Tokyo. Agak menyebalkan karena harus membeli tiket kereta sekali pakai setiap kali Anda harus pergi ke suatu tempat. Diantara cara membelinya dan kemungkinan hilangnya selembar kertas kecil ini, ada cara yang lebih baik. Lakukan seperti yang dilakukan penduduk setempat dan dapatkan kartu Suica, kartu kereta yang dapat diisi ulang.

Anda bisa mendapatkannya di tempat penjualan yang sama dengan yang Anda beli dengan kereta standar. Hanya perlu 500 yen (yang bisa Anda dapatkan kembali ketika Anda bersiap untuk meninggalkan Jepang) dan kemudian Anda dapat menagih yen sebanyak yang diperlukan pada kartu. Jika Anda berencana berada di kota untuk jangka waktu yang lebih lama, Anda bahkan dapat mencantumkan nama Anda pada Suica dan nomor telepon yang disematkan, kalau-kalau Anda salah menaruhnya.

10. Bersiaplah untuk kekurangan Wi-fi

Sekalipun paham teknologi seperti yang terlihat di Tokyo, itu tidak seperti yang dibayangkan. Sebagian besar bisnis masih menggunakan mesin faks sehingga Wi-fi bukan jaminan. Jika Anda kecanduan smartphone dan merasa harus mendokumentasikan setiap perjalanan Anda, persiapkan hotspot Wi-fi atau pasang di Narita atau bandara Haneda.