Traveler yang bosan dengan pantai Thailand, bisa mengalihkan tujuan wisata ke negara terdekat yaitu Kamboja atau kampuchea. Salah satu negara di Asia Tenggara ini menawarkan banyak kecantikan masa lalu. Penuh nuansa historis dan tradisional, Kamboja cocok bagi traveler yang mencari ketenangan dan kedamaian. Setelah berkunjung, Anda pasti akan merindukan kembali ketenangan desa dan senyum orang-orang di sana.

Walaupun sempat mengalami hal yang mengerikan, bukan berarti masyarakat Kamboja tidak mampu lagi tersenyum lagi.  Seperti yang diketahui, Kamboja pernah berada dibawah kuasa komunis radikal Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot pada tahun 1975. Pada rezim tersebut, jutaan rakyat Kamboja dihukum mati, termasuk anak-anak yang tidak terlahir dari keluarga petani. Sebagian penduduk lainnya terpaksa keluar dari kota dan pindah ke daerah-daerah penampungan. Ibu kota Kamboja, Phnom Phen menjadi kota mati. Akibatnya, kelaparan dan wabah penyakit menjangkiti daerah tersebut.

Namun tahun-tahun penderitaan tersebut telah berlalu. Masyarakat Kamboja sekarang mampu memberikan senyuman termanis pada siapapun yang mereka temui. Walaupun sebagian besar kehidupan mereka masih jauh dari kata layak.

Tapi hal itulah yang menjadi kelebihan orang-orang Kamboja, termasuk juga anak-anaknya. Anda bisa dengan mudah jatuh cinta pada mereka. Anak-anak Kamboja selalu memberikan tatapan lembut meskipun kehidupan mereka cukup keras. Mereka selalu hadir dengan senyuman dan membawa kebaikan.

Hal tersebut terlihat dalam potret ekspresi anak-anak Kamboja di bawah ini.

Tatapan mata gadis kecil di Bakan, Provinsi Pursat.
Gadis kecil di Kor Kor Town.
Gadis kecil di Desa Chak Khlanh, Provinsi Prey Veng.
Anak-anak di Bakan, Provinsi Pursat.
Gadis kecil di perkampungan kumuh Phnom Penh.
Gadis kecil di perkampungan kumuh di Phnom Penh.

Selain ekspresi anak-anak, lingkungan tempat tinggal mereka juga bisa menjadi objek foto yang menarik. Pedesaan dengan jalan-jalan berdebu, kuil-kuil, permukiman kumuh dan landmark seperti desa-desa terapung juga sama menakjubkannya.  Begitu juga dengan pemandangan para biksu dalam balutan jubah oranye atau cokelat kunyit yang baru saja pulang dari Pagoda di pagi hari juga merupakan. Pemandangan ini mungkin tidak ditemukan di tempat tinggal Anda.

Biksu dan gadis kecil di distrik Tuol Kouk di Phnom Penh.
Biksu di Kota Kro Kor.
Kro Kor Town.
Penjual pasar terapung di Kro Kor Town.

Tidak semua orang Kamboja yang mudah memberikan senyuman mereka. Ada juga beberapa orang yang merasa malu, apalagi ketika baru pertama kali. Tapi tenang saja, setelah akrab dengan Anda, mereka akan menampilkan pesona diri mereka.

Bagaimana Anda tertarik untuk berkunjung ke Kamboja? Hal yang mengagumkan dari Kamboja bukan hanya tempat wisata seperti Angkor Wot, tapi juga orang-orangnya. Ada banyak hal yang bisa Anda pelajari dari masyarakat di sana.