Sebuah negara Mediterania akan mengambil alih posisi Jepang untuk memiliki harapan hidup tertinggi di dunia pada tahun 2040.

Menurut hasil studi, Spanyol akan memiliki harapan hidup tertinggi di dunia pada tahun 2040. Jadi, apa yang menjadikan negara Mediterania ini teratas dalam daftar? Di sini, kami melihat beberapa temuan menarik dari prediksi masa depan kehidupan global.

1. Spanyol

Spanyol yang terkenal akan Negri Matador. Pertunjukkan banteng mematikan.

Spanyol, yang saat ini memiliki harapan hidup tertinggi keempat di dunia, ditetapkan untuk mengalahkan Jepang ke tempat kedua dalam beberapa dekade mendatang. Pada tahun 2040, orang Spanyol akan memiliki harapan hidup rata-rata 85,8 tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dan diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, menyatakan bahwa diet ala orang Spanyol berpotensi besar menaikkan angka harapan hidup. Spanyol juga memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terbaik di dunia, Negara ini menepati ketujuh di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Penduduk Spanyol gratis untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dan di Negara matador inilah banyak dokter berkualitas mengabdikan diri pada orang sakit.

2. Jepang

Sejak zaman dahulu kala, ketika dunia kedokteran wajah belum terlalu modern seperti sekarang. Perawatan wajah Geisha di Jepang menggunakan ramuan tradisional. Sehingga wajah mereka selalu bersih bak porselen.

Jepang, yang telah lama menjadi daftar harapan hidup terpanjang, akan turun satu peringkat selama 20 tahun ke depan. Pada 2040, Jepang akan memiliki harapan hidup tepat di bawah orang Spanyol. Yakni mereka akan menepati rata-rata harapan hidup pada usia 85,7 tahun. Makanan tradisional Jepang, kaya akan ikan dan sayuran, adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan umur panjang.

4. Singapura

Singapura, merupakan Negara yang modern dan menjaga kebersihan kota secara ketat.

Singapura akan memiliki harapan hidup 85,4 tahun pada tahun 2040, mengambil posisi ketiga dalam peringkat dunia. Hal ini karena fasilitas kesehatan di Singapura adalah yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Serta peraturan mengenai sampah yang sangat ketat oleh pemerintah, juga mempengharuhi harapan hidup warga Singapura.

5. Swiss

Selain karena udara yang bersih dan jumlah penduduk yang tak terlalu banyak, Swiss merupakan Negara yang dapat menjaga kualitas medis dengan baik.

Pada tahun 2040, Swiss akan memiliki harapan hidup. Kemunkinan besar harapan hidup mereka mencapai usia 85,2 tahun dan menjadikannya negara dengan kehidupan terpanjang keempat di dunia dan yang kedua di Eropa. Penelitian telah menempatkan umur panjang warga Swiss ke segala hal mulai dari tingkat kekayaan yang lebih tinggi dari rata-rata hingga kecintaan mereka pada produk susu.

6. Eropa Selatan

Angka harapan hidup orang Portugal diprekdisikan akan mengalami kenaikan di tahun 2040.

Negara-negara Eropa Selatan, secara keseluruhan, berhasil dengan baik dalam penelitian ini. Sebagai contoh, Portugal melompat dari posisi ke 23 ke nomor lima, sedangkan Italia di urutan keenam. Beberapa faktor yang mendorong mereka lebih tinggi dalam daftar termasuk diet kaya sayuran dan ikan. Sedangkan Negara Portugal berhasil melompat ke urutan lima besar, karena penduduk disana telah menerapkan diet rendah gula dalam satu dekade terakhir.

Hasil yang mengejutkan

Studi ini mengungkapkan beberapa prediksi mengejutkan, termasuk fakta bahwa Amerika Serikat akan turun dari harapan hidup tertinggi ke-43 di dunia pada 2016 ke 64 pada 2040. Harapan hidup rata-rata 78,7 tahun akan meningkat menjadi hanya 79,8 tahun.

Salah satu alasan penurunan peringkat adalah krisis opioid saat ini – kecanduan opioid, seperti obat penghilang rasa sakit dan heroin, menyebabkan 115 orang meninggal setiap hari di Amerika Serikat karena overdosis. Masalah kesehatan masyarakat yang serius ini tampaknya memiliki efek jangka panjang pada Amerika Serikat dan harapan hidup.

Bawah daftar

Di bagian bawah meja, Lesotho, di Afrika Selatan, akan memiliki harapan hidup paling rendah. Penduduk disana diprediksikan akan bertahan hidup hingga 57,3 tahun.

Metodologi

Studi ini mengamati 140 negara di seluruh dunia dan memperkirakan bahwa harapan hidup global diperkirakan akan naik rata-rata 4,4 tahun.

Para peneliti juga melihat jumpah penyakit berat di tiap negara. Seperti kanker, HIV / AIDS dan penyakit pernapasan. Mereka juga merangkum banyaknya gaya hidup yang dilakukan penduduk tiap negara. Dilihat dari tingkat konsumsi alkohol, merokok dan diet. Menurut penelitian, kematian paling dini disebabkan oleh tekanan darah tinggi, IMT, gula darah, merokok dan minum alkohol.