Menurut sebagian besar pendapat, Myanmar tetap menjadi negara paling terisolasi kedua di dunia. Negara yang berada di luar radar para pelancong ini baru saja muncul kembali sebagai titik yang bisa dinavigasi di peta dunia. Tempat yang sudah matang untuk dijelajahi kembali ini adalah tempat di mana semangat keingintahuan bertengger.

Mengapung di bawah bayang-bayang jembatan

perjalanan myanmar
U Bein Bridge.

Cat cerahnya pudar dan ukirannya pecah-pecah, tetapi perahu sampan tua yang terbuat dari kayu ini masih mampu menaklukkan Taungthaman yang luas, sebuah danau yang bersinar dalam pantulan matahari terbenam.

Kami menyatu di antara para nelayan yang menghabiskan hari mereka merawat jala di air. Tukang perahu mendayung perahu kami di atas buritan sampan, mengukir riak-riak yang tenang setiap kali ia menggerakkan dayung yang panjang dan mendorongnya ke dalam air.

Kita berada cukup jauh dari Jembatan U Bein Myanmar yang terkenal hingga suara-suara terdengar sayup-sayup, tetapi masih cukup dekat untuk menangkap siluet anak-anak di atas sepeda, wanita muda menjajakan kalung, dan peramal tua menceritakan keberuntungan — semuanya tertangkap jelas melawan latar matahari oranye cemerlang saat ia tenggelam di balik jembatan papan yang terbuat dari jati tua tersebut.

Setelah menghabiskan hari-hari kami di desa-desa tanpa nama, jalan atau listrik, jembatan di pinggiran Mandalay yang sepi ini terasa seperti kota yang sangat besar. Perasaan itu semakin kuat ketika kami menyisipkan diri bak benang dalam lubang jarum di antara pilar-pilar jembatan dan muncul di sisi lain anak sungai.

Sosok seseorang terlihat berpose di sebelah bangkai indah pohon besar di tepian sungai, di mana seorang kru film sedang merekam. Di sanalah berdiri seorang wanita yang nampak seakan-akan berada di luar jangkauan waktu.

Tidak ada yang aneh tentang pakaian tradisional di Myanmar. Ia masih lazim dikenakan penduduk setempat. Wanita maupun pria memakai rok longyi, dan orang-orang di seluruh negeri menghiasi wajah mereka dengan pasta thanaka seakan-akan ia adalah mode runway terbaru. Tetapi wanita ini menonjol seolah dia bab yang jauh lebih awal dalam buku yang sama. Kostumnya jelas tidak berada pada tempatnya di dunia modern. Pakaian tersebut terlihat terlalu berat, terlalu berhias.

Wanita tersebut adalah penampakan hidup dari jiwa suatu masa yang telah lalu, penumpang gelap dari sisi waktu lain, dan kami seorang penonton penasaran yang perlahan-lahan melintas melewatinya. Di jembatan ini, kami adalah hantu masa lalu dan masa depan. Saat si wanita menyesuaikan payungnya; beberapa turis meraba-raba ponsel mereka untuk mengambil foto.

Dia melirik ke arah kami di antara jepretan, dan untuk sesaat kita terjebak dalam suatu momen spesial.

Masa lalu dan masa depan Myanmar keduanya saling tarik ulur pada momen seperti ini. Janji demokrasi menjulang tinggi sementara orang-orang yang sejak lama mengetahui bahwa janji-janji politik tidak sekeras yang terlihat menunggu perubahan melalui transisi optimis yang sedang dilalui negara tersebut.

Mencari sudut yang tidak diketahui

Myanmar
Myanmar memiliki sudut-sudut tak terjamah yang belum ditelusuri,

Ketika Aung San Suu Kyi — lebih dikenal di Myanmar sebagai The Lady — dan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mengundang dunia berkunjung ke Myanmar beberapa tahun yang lalu, mereka melakukannya untuk mendorong pariwisata terhormat dan bertanggung jawab yang menguntungkan rakyat, bukan hanya pemerintah.

Syukurlah, perjalanan mandiri untuk turis dimungkinkan, dan perusahaan-perusahaan yang telah tertarik untuk menawarkan perjalanan berpemandu di Myanmar, pada umumnya, banyak berinvestasi dalam memakmurkan rakyat setempat.

Sebagai manusia, kita senang berpetualang. Itulah sebabnya kita tetap melakukannya. Terlepas dari kesusahpayahan dan kekhawatiran akan sejarah, para penjelajah tetap ingin melampaui cakrawala yang sulit dipahami itu.

Pertimbangkan keterbukaan yang baru ditemukan di Myanmar ini sebagai undangan untuk mencari sudut tersembunyi dan mengintip ke bagian dunia yang belum pernah dilihat oleh kebanyakan orang sezaman Anda. Dan untuk meninjau kembali semangat bepergian Anda.

Karena sudut bumi yang belum dijelajahi semakin sedikit setiap tahunnya.