Osaka adalah kota terbesar kedua di Jepang. Kota ini menyimpan sejuta pesona mulai dari kuliner hingga wisata budaya.

Mungkin setiap Negara memiliki pesonanya masing-masing. Tapi tentunya setiap budaya memiliki perbedaan dan nilai filosofisnya sendiri.

Kehidupan modern yang beriringan dengan bangunan bersejarah, merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan orang Jepang.

Mereka memiliki area perbelanjaan seperti Den Den Town, distrik elektronik dan manga / anime, yang sebanding dengan Akihabara. Adapun distrik Umeda, yang memiliki pusat perbelanjaan Hankyu Sanbangai. Dan Yodobashi Camera, toko peralatan gadget yang besar dan memiliki berbagai macam pilihan. Banyak Youtuber Asia yang membeli perangkat terbaik mereka disini.

Namun kuliner Osaka, berbeda jauh dengan Tokyo. Bisa dibilang Osaka adalah gudang makanan Jepang yang terkemuka. Berbagai makanan ekspor maupun jajanan pasar memiliki pilihannya masing-masing.

Bayangkan, jika segala dinamika itu menjadi satu dan ada di depan mata Anda. Menikmatinya hanya dengan satu langkah.

1. Akuarium Kaiyukan

Akuarium Kaiyukan merupakan salah satu destinasi terbaik di Osaka. Jika Anda penjelajah akuarium raksasa, mungkin Anda akan setuju bahwa Kaiyukan merupakan salah satu akuarium terbaik di dunia.

Gerbang Kaiyukan yang memvisualisasikan ikan hiu kepada pengunjung dengan lampu-lampu kristal.

Kaiyukan memiliki lebih dari 30.000 hewan yang hidup di 15 akuarium yang berbeda. Semuanya dirancang khusus sesuai dengan habitat biota laut lingkar pasifik. Duduklah di sudut ruangan, sembari melihat ikan-ikan bermain di air. Tapi jangan kaget bila orang Jepang memandang ikan dengan kata oishiso, yang artinya “terlihat lezat”. Karena mereka memang pecinta seafood, meski dalam keadaan mentah sekalipun.

2. Taman Nasional Minoo

Hanya 30 menit naik kereta cepat dari stasiun Hankyu Umeda, Anda bisa sampai ke Taman Nasional Minoo. Meskipun bukan bagian dari kota secara teknis, berjalan-jalan di sepanjang jalan menuju air terjun utama taman adalah cara mudah untuk menghindari kepenatan kota.

Air terjun merupakan hal yang paling menarik di Minoo National Park.

Jalur utama yang membawa wisatawan keluar dari Stasiun Minoo adalah perjalanan damai melalui jalur yang dipagari bangunan dan kuil tradisional di sepanjang sungai. Semua pemandangan itu terlihat sangat indah.

Minoo adalah salah satu tempat terindah di Kansai untuk melihat dedaunan musim gugur. Kawasan ini juga dan terkenal dengan pohon maple merah terang yang ditanam di daerah tersebut. Jangan melewatkan kesempatan untuk makan daun maple goreng yang dijual oleh pedagang di pinggir jalan.

Minoo National Park dihiasi dengan jembatan dan bangunan tradisional Jepang.

Anda tidak hanya akan mencoba makanan khas daerah ini, Anda juga dapat menambahkan ‘daun pohon’ ke daftar makanan yang dimakan di Jepang.

3. Candi Hozenji

Hozenji mungkin adalah salah satu kuil terkecil yang akan Anda lihat di Jepang. Tetapi kuil ini begitu istimewa. Hozenji bagaikan oasis yang tenang di tengah-tengah hutan neon ini.

Hozenji, terletak di tengah kota.

Sang Buddha yang dipelihara di Hozenji tertutup dengan lapisan lumut. Bukan karena tidak terawat, namun karena upacara doa umat yang memercikan air ke patung. Artinya semakin patung itu berlumut, semakin banyak orang yang berdoa.

Gang-gang yang mengelilingi Hozenji mengantarkan wisatawan ke Osaka yang lebih tua. Jalan-jalan berbatu dan jalan masuk berlapis kain noren.

4. Bir dan Teater

Tachibana berada di lantai dasar kedua dari satu-satunya teater Kabuki di Osaka, Shochikuza. Kabuki adalah drama tradisional Jepang dengan lagu, pantomim, dan tarian yang sangat bergaya. Dan itu satu-satunya teater dengan tempat pembuatan bir di tempat.

Osaka Shochikuza Theatre.

Tempat ini juga merupakan tempat pembuatan bir di Osaka yang pertama. Dotonbori telah ada sejak tahun 1996, dan Tachibana adalah satu-satunya restoran yang memilikinya. Tempat ini memiliki reputasi yang sangat baik. Tahu dan bir mungkin tampak seperti kombinasi yang aneh. Tetapi di Jepang, orang-orang sungguh menikmatinya.

5. Makan ala Kansai di Sukiyaki Kitamura

Sukiyaki, makanan khas Jepang yang sudah mendunia.

Sukiyaki adalah hidangan rebusan tradisional Jepang yang disiapkan dalam hot pot. Biasanya terdiri dari daging yang diiris tipis, sayuran dan bahan-bahan lainnya yang dimasak dan direbus dalam campuran kecap, gula dan mirin (anggur beras manis). Duduklah di salah satu meja tikar tatami dan saksikan hidangan hot-pot Anda dimasak tepat di depan Anda. Ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

6. Kuliner Osaka, dapur Jepang

Osaka dulunya adalah kota dagang utama Jepang. Terutama dalam hal makanan. Banyak penduduk lokal yang memperdagangkan makanan ke wilayah lain. Osaka memperoleh reputasi sebagai ‘Dapur Jepang’, yang masih ada hingga hari ini.

Takoyaki, telur dadar khas jepang yang disiram dengan saus seafood.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang-orang dari Tokyo dan Kyoto akan menghabiskan uang mereka untuk pakaian dan sepatu, tetapi Osakan akan membangkrutkan diri mereka sendiri untuk makanan. Kecintaan akan makanan ini paling nyata pada hidangan klasik Osaka seperti takoyaki (kue berbentuk bola yang gurih), okonomiyaki (pancake gurih), dan kushikatsu (daging tusuk goreng dan sayuran yang digoreng garing).

7. Menelisik Candi Buddha Pertama di Jepang

Shitennoji dibangun pada tahun 593 M dan merupakan kuil pertama yang didanai negara. Beberapa catatan sejarah menyatakan itu adalah kuil Budha yang pertama di Jepang. Meskipun terjadi kebakaran berulang-ulang, namun pengelola terus merenovasi bangunan. Kuil ini telah berdiri selama 1400 tahun.

Shitennoji, kuil Buddha tertua yang ada di Jepang.

Selain kuil, cobalah rencanakan perjalanan Anda di sekitar pasar loak. Letaknya tak jauh dari kuil Shitennoji. Pasar ini adalah tempat yang tepat untuk mengambil kimono bekas, barang antik, atau mungkin sepotong keramik Jepang.

8. Selfie di Dotonbori Bridge

Jika hanya ada satu tempat untuk dikunjungi di Osaka, itu adalah Dotonbori. Jalan ini adalah arteri utama kota dan melambangkan budaya Osaka. Jalan ini penuh dengan restoran dan bar yang mencoba memikat Anda dengan tanda-tanda animatronik besar dan lampu neon terang.

Di malam hari, langkahnya begitu sibuk. Hampir seperti adegan di film, saat Anda tersedot dan terseret di antara kerumunan yang merokok, minum, dan berpacu dengan kecepatan.

Dotonbori Bridge, kawasan pertokoan yang bersih dan terkenal di Jepang. Pemandangannya sungguh memukau.

Ditengah kerumunan itu, ada badut Kuidaore yang perlahan-lahan menggedor gendang. Jangan pula lewatkan Manusia Glico LED yang berlari di seluruh dunia.

Turis juga diperkenankan untuk mengintip Don Quixote, sebuah tempat yang bisa mencicipi cita rasa KitKat.

9. Makan Seafood Segar di Osaka

Beberapa tahun yang lalu, Pasar Kuromon Ichiba tidak benar-benar masuk dalam radar turis. Namun belakangan ini, reputasinya sebagai salah satu pasar basah terbaik di Jepang telah dengan cepat mengubahnya menjadi salah satu daerah yang paling ramah wisatawan di Jepang.

Fasilitas termasuk toilet, WiFi gratis, dan ruang istirahat. Kuromon Ichiba terkenal karena memiliki bahan-bahan segar dan merupakan tempat utama bagi para koki untuk berbelanja di restoran mereka.

Kuromon Ichiba, pasar yang kini makin menarik perhatian turis. Beberapa toko menjual makanan seafood khas Jepang.

Jika Anda menyukai makanan laut, jangan lewatkan kesempatan untuk memanggang ikan dan kerang laut segar tepat di depan Anda. Wisatawan hanya perlu pergi ke salah satu toko ikan di arena perbelanjaan.

10. Osaka Castle

Kastil Osaka adalah permata yang bersinar di antara tempat-tempat wisata kota. Salah satu situs paling menarik di historis di Jepang. Kastil ini awalnya dibangun pada akhir tahun 1500-an oleh Toyotomi Hideyoshi. Kemudian karena pertempuran Sekigahara, akhirnya kastil jatuh ke klan Tokugawa, yang merupakan klan terakhir dari shogunates era feodal Jepang.

Sementara kastil yang berdiri hari ini telah direkonstruksi berkali-kali. Masih ada banyak area taman yang dianggap sebagai aset budaya, seperti gerbang Otemon. Kastil ini bukan lagi situs pertempuran, tetapi salah satu tempat belajar dan relaksasi.

Saat sakura bermekaran, angin yang berhembus di sekitar kastil tercium wangi semerbak.

Bagian dalamnya memiliki sejumlah pameran yang didedikasikan untuk sejarah daerah tersebut selama abad ke-16 dan 17. Taman yang mengelilingi kastil adalah tempat yang populer bagi penduduk lokal dan juga wisatawan. Di akhir musim dingin, kebun pohon prem tumbuh dengan subur. Sedangkan pada awal musim semi, bunga-bunga sakura bermunculan dengan warna pink dan putih.`