Tateyama adalah kota kecil di sebelah utara Jepang dan merupakan piihan yang tepat untuk menjelajahi pegunungan.  Titik-titik pendakian Tateyama sudah tergambar jelas di peta, dan sebagai rute awal Alpine Tateyama Kurobe, akses transportasi yang digunakan adalah kereta gantung dan bus. Pada awalnya, akses transportasi ini digunakan untuk memenuhi pasokan di kawasan Bendungan Kurobe tetapi sekarang dimanfaatkan untuk wisatawan.

Memang tidak ada pendakian dengan jalan kaki, namun ada rute lama yang biasa diakses untuk peziarah yang berjalan kaki. Dari abad ke-17 hingga ke-19, Pegunungan Tateyama ditetapkan sebagai salah satu dari tiga gunung suci Jepang bersama dengan Gunung Fuji dan Gunung Hakusan. Yang semakin menarik, Gunung Tateyama dialiri banyak sumber mata air panas dan Anda dengan mudah bisa melihat asap belerang keluar dari tanah di daerah itu.

Para Peziarah

Jigokudani, atau Lembah Neraka yang berada di kaki gunung, adalah pusat dari semua kegiatan di Tateyama. Para peziarah, yang tiba di sini, mengilustrasikan bahwa mata air panas adalah pintu gerbang ke dunia bawah dan tentu saja bau belerang semakin menegaskan hal tersebut.

Banyak aliran air panas mengelilingi Gunung Tateyama.
Pegunungan Tateyama ditetapkan sebagai salah satu dari tiga gunung suci Jepang.

Anda harus berjalan kaki mencapai puncak Gunung Tateyama, dan ziarah secara simbolis melambangkan perjalanan dari neraka ke surga. Di bagian atas pegunungan, terdapat sebuah kuil Shinto yang digunakan oleh para  peziarah untuk menerima berkah dari para biarawan, dan menganggap berkah ini sebagai tiket gratis ke alam baka.

Jalur Pendakian dari Tateyama Menuju Lembah Neraka

Anda bisa menjelajahi daerah ini sekaligus menyematkan agenda Festival Nunobashi Kanjoe. Sebenarnya ada jalan tapal kuda yang dimulai dan berakhir di Tateyama namun memakan waktu 3-4 hari serta melewati Air Terjun Shomyo, air terjun tertinggi di Jepang.

Air Terjun Shomyo adalah , air terjun tertinggi di Jepang.
Jalur pendakian Tateyama melalui jalan tapal kuda mengarah ke Air Terjun Shomyo.

Bagi Anda yang jadwal liburannya tidak panjang alias terdesak waktu, kami sarankan Anda untuk naik kereta gantung dari stasiun Tateyama ke Bijodaira. Pilihan transportasi ini menghemat beberapa jam pendakian. Yang menjadi pelajaran adalah di Jepang setiap jalur jalan ditandai dan dipelihara dengan baik sehingga wisatawan asing sekalipun tidak kesulitan menemukan arah atau jalan.

Jalur Pendakian dari Tateyama Menuju Boardwalk Wetlands

Tantangan mendaki Tateyama adalah cuaca berangin, sebab tak jarang ada topan yang melintas
Perjalanan menuju Tateyama ditutupi kabut disertai angin.

Dari Midagahara terdapat jalur naik yang akan membawa Anda  melintasi lahan basah sebelum berakhir di sungai. Dari sini, perjalanan naik cukup curam tetapi ada rantai yang disediakan untuk mencegah pendaki meluncur saat menuruni lereng. Tantangan lainnya, cuacanya cukup berangin, sebab tak jarang ada topan yang melintas. Namun kondisi ini tidak begitu berarti bila Anda berhasil sampai ke pondok Tateyama Murodo pada ketinggian 2.450m saat osre hari. Pondok itu cukup modern, tetapi di sebelahnya ada struktur kayu, didirikan sekitar 300 tahun yang lalu, pondok ini berdiri tegak dan kokoh di gunung tertua Jepang.

Jalur Pendakian dari Tateyama Menuju Murodo

Ketika Anda sudah dekat dengan Lembah Neraka, mungkin  Anda sedikit merasakan ancaman dari asap belerang sejalan dengan peringatan toksisitas yang bisa Anda temui di papan pengumuman pondok. Namun Anda tak perlu khawatir.

Para pendaki berjalan menuju Murodo.
Stasiun Murodo yang memudahkan akses ke Tateyama.

Tepat di dekatnya adalah Danau Kawah Mikurigaike, yang keheningan kobaltnya mencerminkan wajah indah gunung suci. Di masa lalu, air di danau, yang dikenal sebagai “kolam dapur untuk dewa” digunakan untuk memasak persembahan makanan untuk para dewa yang bersemayam di gunung.

Pendakian dari Tateyama Menuju Danau Kawah Mikurigaike

Pagi berikutnya ketika Anda bangun  saat waktunya fajar terbit, ada baiknya menghindari seluruh pasukan anak-anak yang sedang dalam perjalanan sekolah menuju kuil di puncak gunung. Meskipun Anda melakukan pendakian saat akhir Juli, ladang salju tebal akan membuat perjalanan menjadi sulit meskipun ada jalan setapak hingga setengah jalan.

Karena cuaca dingin, terasa kaku ketika hendak menuju puncak Tateyama.
Mendaki Pegunungan Tateyama para traveller akan melewati Danau Kawah Mikurigaike.

Dikarenakan cuaca yang membeku, tak heran bila badan Anda akan terasa kaku ketika hendak melakukan perjalanan ke puncak. Meski demikian, lewat jalur ini, Anda dapat secara jelas melihat bentuk ikon Gunung Fuji, 200 mil jauhnya.

Legenda Oyama

Oyama adalah sebuah legenda yang menceritakan seorang pemburu abad ke-8 mengejar beruang yang terluka hanya untuk melihatnya berubah menjadi Buddha emas. Pemburu tersebut kemudian memilih jalan hidup menjadi pendeta sehingga dia bisa menjaga tempat suci ini dan para bhikkhu masih tinggal di sini. Para bikkhu akan memberikan berkat dan menghidangkan sake kepada mereka yang datang untuk berdoa.

Para bikhu menyambut peziarah di Kuil Oyama.
Kuil Oyama yang tertutupi salju saat bulan Desember.

Pendakian dari Tateyama Menuju Kuil Oyama

Tateyama sebenarnya memiliki tiga puncak yang disatukan oleh punggungan panjang. Yang tertinggi adalah Puncak Onanji, dengan ketinggian 3.015 m, tepat di luar kuil. Ketika Anda berhasil menginjakkan kaki di Puncak Onanji, ada rasa pencapaian yang luar biasa menghidapi dada. Dan pastinya adalah sajian pemandangan yang indah. Tentu saja Anda tidak pernah sendirian di Jepang termasuk ketika melakukan pendakian.

Anda akan menemui rekan-rekan pendaki Jepang yang mengenakan perlengkapan outdoor terbaru, serta mengenakan pakaian penghangat. Para pendaki akan membawa handuk kecil untuk membantu menghapus keringat dari alis mereka. Yang akan Anda sukai dari pendakian di sini adalah semua orang sangat sopan. Mereka akan berhenti sejenak untuk membiarkan Anda lewat dan selalu menyapa.

Puncak Onanji bisa dilihat dari luar kuil Oyama.
Puncak Onanji, dengan ketinggian 3.015 m.

Tetaplah berada di jalur dengan mengikuti punggungan berbatu saat mendaki Puncak Masago yang memiliki ketinggian 2.861m, dan Puncak Bessan di ketinggian 2.399 m hingga akhirnya turun ke pondok gunung Tsurugigozen. Anda bisa melihat danau kawah pirus dan asap belerang naik dari Jigokudani jauh di bawah.

Dari sini, para traveller bisa melanjutkan perjalanan kembali ke Tateyama tetapi waktunya terlalu singkat. Sebaliknya, untuk memanjakan mata dengan pemandangan terbaik, Anda dapat mengikuti jalan memutar yang turun ke tempat perkemahan Rachiozawa, di tepi sungai di Murodo.

Lembah Neraka

Selanjutnya, Anda telah berada di wilayah Neraka dan ada bau belerang yang kuat di udara. Pada waktu tertentu akses ke Jigokudani atau Lembah Neraka bisa ditutup, karena tingginya tingkat gas beracun. Meski demikian, masih ada pemandangan bagus ke lembah di sepanjang jalan setapak. Anda bisa melewati danau kawah dan sejumlah genangan air berwarna merah di jalur hijau. Tempat ini  dikenal sebagai Chinoike, atau kolam darah, meskipun warnanya berasal dari konsentrasi tinggi oksida besi di dalam air.

Terdapat aliran air panas dnegan kandungan belerang di Jigokudani.
Pada waktu tertentu akses ke Jigokudani atau Lembah Neraka bisa ditutup.

Pendakian dari Tateyama Menuju Chinoike

Saat Anda memutuskan kembali ke gubuk Tateyama Murodo, anak-anak sekolah kembali dari ziarah mereka dan bersiap-siap untuk menunggu transportasi. Mereka telah melewati Lembah Neraka dan menaiki tangga ke surga. Tidak heran mereka tampak sangat bersemangat.

Seluruh rangkaian perjalanan ini, adalah perjalanan seumur hidup. Panorama bagian utara Jepang kami pastikan akan berhasil memukau Anda. Keheningan pegunungan, kuil, sambutan dari bikhu dan rekan-rekan pendaki yang akan Anda temui akan menjadi pengalaman tak terlupa.

Fakta dan Tips

  • Anda dapat melakukan perjalanan dengan kereta cepat selama dua jam dari Tokyo ke Toyama, kemudian naik bis atau taksi 25 menit ke Tateyama.
  • Anda dapat menginap di Senjuso. Senjusou adalah hotel tradisional Jepang, dengan pemandian air panas bersama, di stasiun kabel Tateyama.
  • Perlu diketahui bahwa rute Alpen Tateyama Kurobe tersedia dari bulan Mei hingga November. Jalur berjalan tapal kuda, dimulai dan berakhir di Tateyama, membutuhkan perjalanan 3-4 hari. Oleh karena itu kami sarankan Anda untuk mengikuti tur yang menyediakan pemandu.
  • Di musim gugur, biasanya dari akhir September hingga akhir November, dedaunan benar-benar menakjubkan. Pemandangan yang tak bisa Anda tolak. Ada keindahan daun birch, kuning cerah, dan semak-semak nanakamado dengan oranye menyala dan merah.
  • Tateyama biasanya menyediakan peta informasi.