Dikenal oleh penduduk setempat sebagai Gunung Api, Gunung Merapi terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gunung setinggi 2.930 mdpl ini merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Erupsi terjadi sejak 1548 hingga yang terakhir Mei 2018 lalu. Meski demikian, minat pendaki untuk mencapai puncak Merapi tak pernah surut. Gunung ini memiliki pesona dan magnet tersendiri bagi wisatawan.

Jalur Pendakian

Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.
Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.

Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui Desa Selo, Boyolali, yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar 4-6 jam hingga ke puncak. Selain itu, Anda juga bisa memulai dari Desa Deles, Klaten, namun dengan medan yang lebih menantang. Perjalanan ke puncak dari desa ini bisa ditempuh dalam 5-6 jam.

Sebelum memulai pendakian, Anda wajib melapor ke pos pengawas atau basecamp. Di sini, Anda dapat melakukan registrasi dengan meninggalkan kartu identitas serta membayar biaya administrasi Rp 16.000. Nanti selesai pendakian Anda juga harus melapor kembali di pos ini.

Jika membutuhkan jasa porter atau guideĀ Anda juga bisa menemuinya di basecamp ini, biasanya adalah warga setempat. Lakukan pemanasan dan peregangan otot karena aktivitas selanjutnya akan menguras fisik dan energi. Selain itu, Anda wajib memperhitungkan kebutuhan air selama perjalanan sebab di sepanjang jalur pendakian tidak akan menemukan sumber air sama sekali.

Basecamp-New Selo-Gerbang Taman Nasional Gunung Merapi

Pendakian dimulai dari New Selo. Jalur yang dilewati adalah perkebunan warga. Sekitar satu jam (tergantung kecepatan Anda mendaki), Anda akan tiba di Gerbang Taman Nasional Gunung Merapi yang memiliki pos bayangan atau shelter. Beristirahat di sini sebelum melanjutkan perjalanan.

Di lereng Gunung Merapi, Anda bisa melihat permukiman serta perkebunan penduduk. Sulit dipercaya bahwa masih banyak orang yang memilih tinggal di sana, tetapi penduduk setempat punya alasan sendiri; tanah pertanian yang ideal dan kepercayaan serta tradisi budaya. Banyak yang percaya bahwa erupsi Merapi diakibatkan ‘penghuni gunung’ yang marah.

Shelter-Pos 1-Pos 2-Pasar Bubrah

Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.
Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.

Dari shelter, lanjutkan pendakian menuju Pos 1 yang biasanya memakan waktu 1-2 jam. Kemudian dari Pos 1 menuju Pos 2 Anda akan menemui medan yang cukup terjal dan berbatu. Berhati-hatilah saat memilih pijakan, sebab batu-batuan tersebut bisa jatuh dan membuat tergelincir.

Sebagai gunung berapi aktif, jalur pendakian Merapi didominasi batu-batuan vulkanik. Bau belerang dapat tercium sewaktu-waktu. Bagian puncak Gunung Merapi bahkan tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanis yang tinggi.

Pasar Bubrah-Puncak Merapi

Dataran Pasar Bubrah yang gersang dan berpasir terletak persis sebelum menuju puncak Merapi. Di kawasan inilah pendaki sering mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menggapai puncak. Pasar Bubrah ini juga dijadikan lokasi penduduk setempat berkumpul setiap tahun untuk menempatkan sesaji mereka untuk menenangkan sang gunung.

Batas aman pendakian Gunung Merapi sebetulnya hanya sampai Pasar Bubrah. Ada papan peringatan yang terpampang di sekitar kawasan ini. Jika Anda tetap ingin menuju puncak, pihak pengelola tidak bertanggung jawab atas risiko yang ditimbulkan.

Puncak Merapi

Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.
Mendaki Gunung Merapi, puncak gunung legendaris.

Dari Pasar Bubrah menuju puncak Gunung Merapi memerlukan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang sangat curam dan berpasir, serta batu-batuan yang mudah longsor. Angin kencang bisa datang setiap saat sehingga Anda harus ekstra hati-hati.

Pemandangan di puncak tentu sangat luar biasa. Anda seperti berhadap-hadapan dengan lautan awan yang menakjubkan. Asap dari kawah serta tebing batu di sekitar kawah menambah kesan magis.

Jika cuaca cerah dan tidak berkabut, Anda bisa menyaksikan indahnya pemandangan gunung-gunung di Jawa Tengah seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Slamet, Gunung Merbabu dan Gunung Lawu.

Pasca letusan Merapi pada 2010 lalu, puncak tertinggi Merapi yang dulu disebut Puncak Garuda ikut menghilang. Saat ini, puncak tertinggi Merapi adalah puncak di bibir kawah Merapi yang disebut dengan Puncak Kandang Geni, atau Puncak Sarang Api. Namun, perlu diingat bahwa area ini sangat rapuh dan terletak di pinggir kawah yang menguji nyali, sehingga tidak banyak pendaki yang meneruskan perjalanan sampai ke sini.

Mendaki Gunung Merapi adalah pengalaman yang menantang, namun ketika Anda sampai di puncaknya dan menyaksikan keindahannya, semua kelelahan akan terbayarkan.