Pada kesempatan kali ini kami akan membawa Anda pada sebuah Negri yang beruansa neon, sushi, terkenal akan produk Sony, Nikon dan Nitendo. Yapp! Apalagi kalau bukan Jepang?

Negri yang juga terkenal akan bunga Sakura ini memiliki pesona yang luar biasa. Mereka memiliki banyak tempat wisata yang sayang jika dilewatkan. Tak percaya? Pernahkah Anda melihat film Wolverine di tahun 2013? Jika pernah, mungkin Anda pernah melihat scene ebagian film tersebut diambil di Jepang. Indah bukan?

Atau mungkin Anda menyukai scene perkotaan yang ramai dan penuh lampu-lampu seperti yang terlihat di film Fast and The Furious 3 (Tokyo Drift).

Kedua film tersebut hanyalah dua contoh yang banyak mengambil scene di Jepang. Selain itu masih banyak lagi film yang mengambil latar di Negri samurai biru tersebut.

Daripada Anda hanya berfantasi melihat indahnya pemandangan Jepang dari scene-scene film, alangkah baiknya jika Anda bewisata ke Jepang dan melihat langsung segala keindahannya.

Mulai dari keramaian pusat kota, hingga ke museum-museum yang menyimpan benda bersejarah. Kami jamin Anda tidak akan menyesal.

Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi seputar tempat wisata di Jepang dan mungkin dapat mempengaruhi Anda untuk segera memesan tiket ke sana. Tidak percaya? Berikut kami paparkan 5 destinasi wisata di Negri Sakura yang patut Anda sambangi.

Tokyo sebuah megacity

Shibuya, jantung keramaian kota Tokyo.
Shibuya, jantung keramaian kota Tokyo.

Sebanyak 40 juta jiwa dari berbagai kalangan dari kelas sosial dan gender ini memadati Ibukota Jepang. Tokyo, telah menjadi salah satu kota yang dipadati oleh gedung pencakar langit, pertokoan dan perkantoran merek-merek ternama.

Tidak sedikit sosialita Indonesia berbelanja alat-alat elektronik atau brand sandang ternama ke Tokyo. Karena jika membeli merek tersebut di Indonesia, mungkin saja harganya jauh lebih mahal.

Berbagai pusat perbelanjaan yang terkenal di Tokyo adalah Ameyoko Arcade dan Hachiman-dori. Sekedar informasi, Hachiman-dori adalah satu-satunya pasar pejalan kaki terbuka di Tokyo.

Hakone – Shinto dan Fuji

Kawasan perumahan Hakone, Jepang. Suasananya tidak terlalu ramai dan terkesan sepi, berbanding terbalik dengan Tokyo.
Kawasan perumahan Hakone, Jepang. Suasananya tidak terlalu ramai dan terkesan sepi, berbanding terbalik dengan Tokyo.

Hanya satu jam dari pusat kota Tokyo, Anda bisa berjalan kaki ke arah pegunungan di wilayah barat dan menyambangi kota kecil bernama Hakone. Wilayah ini terkenal dengan daerah perbukitan yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk kegiatan ekonomi. Disinilah berdiri kuil Shinto yang memiliki nilai historis bagi rakyat Jepang.

Kuil Shinto telah berdiri sejak tahun 757 Masehi. Meski bangunan aslinya telah habis dan runtuh, akan tetapi kuil ini dibangun kembali di akhir abad ke-16 dan masih berdisi hingga sekarang.

Meski sudah dbangun ulang pada tahun 1600-an kuil Shinto tetap menyimpan ribuan cerita bagi sejarah da budaya Jepang.
Meski sudah dbangun ulang pada tahun 1600-an kuil Shinto tetap menyimpan ribuan cerita bagi sejarah da budaya Jepang.

Selain kuil Shinto, kota Hakone juga termasuk di kawasan Taman Nasional Fuji-Hakone-izu yang sudah terdaftar di UNESCO. Suasananya begitu tenang dan damai, aktifitas warga di daerah ini tidak terlalu riweh. Kebanyakan wisatawan asing datang ke Taman Nasional ini untuk menikmati pemandangan cantik gunung Fuji, pemandian air panas, dan kapal-kapal wisata di danau Ashi.

Wilayah ini sangat cocok untuk berplesir meninggalkan segala rutinitas yang membuat Anda stress.

Taman Nasional Fuji-Hakone-izu adalah tempat wisata yang populer di kalangan backpacker untuk dikunjungi. Selain karena pemerintah setempat berupaya menjaga kelestarian desa, beberapa penginapan berbagai kelas juga sudah tersedia disana. Sehingga segala kebutuhan wisatawan juga tersedia dengan baik.

Nagano, kota yang terkenal akan monyet salju

Musim panas di Nagano Jepang.
Musim panas di Nagano Jepang.

Kota Nagano, merupakan salah satu kota di Jepang yang sempat jatuh bangun karena masalah perebutan kepemilikan provinsi dan bencana alam di masa lalu. Akan tetapi, kini Nagano telah tumbuh mandiri sebagai Kotamadya yang didukung oleh wilayah disekitarnya.

Sektor periwisata Nagano sangat dipengaruhi oleh lingkungan pegunungan dan akses kereta api yang langsung satu jalur dari Tokyo. Tak jarang, suasana pegunungan bersalju dapat wisatawan rasakan di kota ini.

Seorang turis tertangkap kamera berendam air dan dikunjungi monyet salju.
Seorang turis tertangkap kamera berendam air dan dikunjungi monyet salju.

Adapun Taman Jigokudani Yaenkoen, yang terkenal karena permandian air panas alami. Uniknya, saat wisatawan berendam di tempat permandian air panas Taman Jigokudani monyet – monyet salju akan datang ke sana kemari mencari perhatian orang-orang.

Kyoto dan bunga sakura

Tidak sedikit baju kimono disediakan untuk para wisatawan di dekat taman bunga sakura.
Tidak sedikit baju kimono disediakan untuk para wisatawan di dekat taman bunga sakura.

Kyoto adalah sentra wisata Jepang. Tanpa Kyoto, pariwisata Jepang mungkin tidak akan bertumbuh seperti sekarang. Setidaknya 20% harta kekayaan Nasional Jepang berasal dari Kyoto.

Kota ini  telah menjadi Ibukota Kekaisaran Jepang selama lebih dari 1000 tahun. Atas dasar nilai sejarah itulah akhirnya Badan Khusus PBB meresmikan kota ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jika ingat Jepang, tentunya terbesit di benak Anda tentang bunga sakura. Anda tentunya tidak asing dengan nuansa bunga merah muda yang sering mewarnai jalanan seperti yang ada di film-film. Nah, di kota inilah Anda bisa menikmati indahnya bunga Sakura saat hanami (musim bunga sakura). Kira-kira dari akhir Maret hingga Mei, kota ini penuh dengan pengunjung, karena pada periode itulah masa hanami sedang bagus-bagusnya.

Kuil Nanzenji, salah satu kuil yang berdiri megah di Kyoto.
Kuil Nanzenji, salah satu kuil yang berdiri megah di Kyoto.

Kyoto juga terkenal karena menjadi kota pusat budaya dan kesenian Jepang. Setidaknya ada 2000 kuil terjaga lestari hingga era modern ini. Di Kota yang berdiri di Pulau Honshu ini, wisatawan juga dapat menikmati jamuan teh khas Jepang, teater Noh, dan melihat secara langsung lukisan tinta kaligrafi. Dan jika Anda adalah pecinta Arsitektur, Anda akan dimanjakan dengan berbagai bangunan khas rakyat Jepang bergaya rumah panggung yang amat banyak.

Osaka, belanja dan jajanan pinggir jalan

Takoyaki, salah satu makanan yang paling banyak dicari di kawasan Osaka.
Takoyaki, salah satu makanan yang paling banyak dicari di kawasan Osaka.

Kota Osaka bisa menjadi kota terbesar kedua di Jepang, mengingat kegiatan ekonomi perdagangannya yang sangat aktif  di kota itu. Wisata belanja brand-brand ternama hingga secondhand yang masih bagus juga tersedia di berbagai pusat perbelanjaan.

Sebut saja Amerikamura, Orange Street (Tachibana-dori), Dotonbori, Shinsaibashi-Suji Shopping Arcade, Sennichimae Doguyasuji Shopping Street, hingga Den Den Town. Pusat perbelanjaan di Osaka memiliki keunikan dan barang dagangan khasnya masing-masing.

Amerikamura Jepang yang tidak pernah sepi pengunjung.
Amerikamura Jepang yang tidak pernah sepi pengunjung.

Jika ada wisatawan yang cinta mati dengan video game, mungkin mereka akan pergi ke  Den Den Town karena disinilah mereka akan bertemu dengan berbagai macam perangkat game yang super canggih dan tidak bisa ditemukan di indonesia.Sedangkan bagi kolektor suvenir khas jepang, sepertinya Doguyasuji Shopping Street akan menjadi tujuan mereka.

Setelah Anda lelah berbelanja, pesona jajanan khas Jepang sudah menunggu untuk disantap. Berbagai makanan seperti Udon, Tonpeiyaki, Kushikatsu, siap memanjakan lidah Anda. Harganya beraneka ragam, tergantung tempat dan bahan baku yang ditawarkan. Namun, dijamin Anda tidak akan menyesal mencicipi makanan jalanan di Osaka. Kebiasaan orang Jepang yang menjaga kebersihan tempat makan dan selalu menyajikan bahan-bahan higenis membuat wisatawan akan tetap sehat dan terhindar dari penyakit pencernaan.

Namun bagi yang Vegetarian atau alergi seafood sepertinya memang harus selektif memilih tempat makan. Karena 80% menu makanan yang ditawarkan di Osaka terbuat dari makanan laut.

Telah bertahun-tahun Jepan menjadi salah satu destinasi wisata paling aman di dunia. Meski bukan termasuk Negara dengan biaya hidup yang murah, akan tetapi hingga kini wisatawan masih sering ke Negri samurai biru dan pulang dengan berbagai cerita menyenangkan. Anda masih penasaran? Buktikan dengan melakuka perjalanan ke sana!