Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang kurang lebih terdiri dari 17.000 pulau dengan segala keanekaragamannya. Hutan hujan lebat yang mempesona, terumbu karang yang indah, bahkan gunung berapi yang masih aktif, ada di Indonesia.

Pulau-pulau besar di Indonesia terhubung dengan penerbangan dan atau kapal feri. Bayangkan diri Anda ber-snorkeling-ria di Bali, berlayar menuju Pulau Kapur di Raja Ampat, melihat orangutan di Kalimantan, dan menyaksikan upacara pemakaman tradisional di Sulawesi. Menarik sekali, bukan?

Nah, berikut ini beberapa hal yang tidak boleh Anda lewatkan jika Anda berencana untuk berlibur di dalam negeri saja:

1. Menjelajahi dunia bawah laut

Pulau Weh, Aceh
Pulau Weh, Aceh, Indonesia

Perairan Indonesia terletak di dalam Segitiga Terumbu Karang, mata banteng keanekaragaman hayati planet ini, rumah bagi lebih dari 2.200 spesies ikan dan 76% spesies karang dunia. Nah, yang paling mengasyikkan, Anda tidak perlu memiliki scuba bersertifikat untuk melihat semua keindahan bawah laut di Indonesia.

Di antara banyak tempat snorkeling yang sepertinya tak ada habisnya di kepulauan ini, salah satu yang menjadi rekomendasi kami adalah USAT Liberty Wreck, tak jauh dari Tulamben di pantai timur Bali. Wilayah ini, dulunya ditorpedo oleh Jepang selama Perang Dunia II. Bagian paling dangkal bangkai kapal terletak hanya 10 kaki di bawah permukaan laut dan sangat mudah diakses hanya dengan berenang pendek dari pantai. Lebih dari 400 spesies ikan dapat dilihat di perairan ini. Anda bisa menyewa peralatan snorkeling dari banyak toko di sekitar pantai ini.

Tempat snorkeling terbaik rekomendasi kami lainnya adalah Pulau Weh di ujung utara Pulau Sumatera, perairan di Pulau Weh ini sangat indah, permukaaan airnya berkilauan yang menyatu dengan keindahan ikan dan terumbu karangnya.

2. Menjelajahi candi-candi di Pulau Jawa

candi borobudur
Candi Borobudur, Yogyakarta, Indonesia

Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang terletak di Yogyakarta di Jawa Tengah, berasal dari abad ke 8 hingga 10. Candi-candi ini penuh dengan stupa dan patung Buddha, yang merupakan salah satu monumen Buddha yang paling menakjubkan di dunia.

Untuk mengunjungi candi-candi tersebut, Anda dapat menyewa pengemudi untuk membantu Anda berkeliling, atau Anda juga dapat menyewa mobil atau pun motor (jangan lupa siapkan GPS). Melihat desa-desa kecil dan jalan-jalan di sekitar Yogyakarta akan menambah kegembiraan dan pengalaman dalam perjalanan.

3. Melihat orangutan langsung pada habitat aslinya

Orangutan
Orangutan

Jika Anda ingin melihat orangutan langsung pada habitatnya, maka Anda harus melakukan perjalanan ke Kalimantan Tengah, untuk kunjungan ke Camp Leakey yang dinamakan sesuai nama paleo-antropolog terkenal Louis Leakey. Camp Leakey terletak di lingkungan Taman Nasional Tanjung Puting yang sangat liar, luasnya sekitar 1.600 mil persegi, dan dianggap sebagai tempat terbaik di dunia untuk melihat orangutan di habitat asli mereka.

Di sana, Anda dapat nelihat dan belajar mengenai proyek-proyek penelitian yang sedang berlangsung yang berfokus tidak hanya pada orangutan, tetapi juga pada monyet belalai, siamang, dan juga monyet pemakan daun.

Musim kemarau (Mei hingga September) adalah waktu yang paling tepat untuk mengunjungi habitat asli  orangutan, walaupun begitu, Anda tetap dapat melakukan tur sepanjang tahun. Anda harus melewati perjalanan menggunakan perahu/sampan untuk bisa sampai pada Taman Nasional Tanjung Puting. Yang perlu diingat, untuk mengunjungi Camp Leaky, Anda memerlukan pemandu dan izin dari daerah setempat. Borneo Orangutan Tours dapat membantu Anda mengatur perizinan tersebut.

4. Menikmati sarapan dan matahari terbit di Gunung Batur

Gunung Batur, Bali, Indonesia
Gunung Batur, Bali, Indonesia

Mendakilah menuju puncak Gunung Batur (5.633 kaki), yang merupakan salah satu gunung berapi yang sangat indah di Indonesia. Anda akan lupa betapa lelahnya Anda ketika Anda tiba tepat waktu di puncak gunung untuk menikmati pemandangan matahari terbit di atas cakrawala dan menyaksikan kawah gunung berapi dalam cahaya keemasan, lalu diikuti dengan menyantap sarapan yang lezat.

5. Menyaksikan tradisi pemakaman unik Tana Toraja

Makam gantung di Tana Toraja
Makam gantung di Tana Toraja

Sulawesi, pulau berbentuk bintang di sebelah timur Pulau Kalimantan ini sekarang menjadi daya tarik utama wisata, berkat upacara pemakaman uniknya yang diadakan di Tana Toraja, di bagian tengah pulau, yang menempatkan tradisi menakjubkan untuk dipamerkan. Pada upacara pemakaman biasa di Tana Toraja, setidaknya 8 kerbau dan 50 babi disembelih sebagai persembahan (kerbau dipercaya dapat membawa orang mati ke alam baka), ada banyak juga tarian dan pesta yang dilakukan sebelum mayat dibawa ke makam gantung untuk “dikuburkan”.

Meskipun bulan Juli dan Agustus adalah bulan-bulan utama untuk mengunjungi Sulawesi jika Anda ingin menyaksikan prosesi pemakaman, namun daerah ini juga menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun karena Anda tetap dapat melihat pemandangan rumah tradisional yang memesona, kuburan adat yang unik, dan pemandangan gunung yang spektakuler.

6. Melihat Komodo

Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo

Labuhan Bajo, di pulau Flores, adalah titik awal untuk wisata ke Taman Nasional Komodo yang legendaris, tetapi sebelum Anda pergi ke sana, lihatlah beberapa tempat menarik lainnya, seperti perjalanan mengamati burung di Danau Kawah Sano Nggoang di Flores, kunjungan ke mata air panas alami, dan wisata desa untuk melihat kerajinan tangan yang dibuat oleh penduduk setempat, dan menonton tarian tradisional.

Dinobatkan sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Alam Baru pada 2011, Taman Nasional Komodo penuh dengan pantai-pantai bersih, desa-desa nelayan, dan terumbu karang untuk snorkeling.

7. Mendayung kayak di Raja Ampat

Mendayung kayak di Raja Ampat
Mendayung kayak di Raja Ampat

Terkenal di kalangan penyelam scuba di seluruh dunia karena pemandangan bawah lautnya yang spektakuler, Raja Ampat, Papua Barat, adalah daerah seperti labirin dengan lebih dari 1.500 pulau yang juga merupakan impian para pecinta kayak. Organisasi nirlaba Kayak4conservation bekerjasama dengan pemandu lokal Papua dan dapat membantu Anda mengatur perjalanan kayak 3 hingga 14 hari melalui pulau-pulau indah di Raja Ampat.

Anda akan mendayung di atas terumbu dangkal, di mana Anda dapat melihat pari manta dan pulau-pulau bakau yang rimbun menuju Kepulauan Fam dan Teluk Kaboei, tempat tebing-tebing batu kapur terjal dalam air yang sebening kristal. Sepanjang jalan Anda akan tinggal di penginapan milik penduduk lokal, di sana Anda dapat berinteraksi dengan penduduk asli.

8. Menjelajahi budaya Suku Sasak

Suku Sasak
Suku Sasak

Lombok memiliki banyak hal menarik, mulai dari perairan yang dipenuhi penyu, tempat berselancar yang terkenal, dan eksplorasi ke dalam budaya Sasak yang menarik. Sekitar 85 persen populasi Lombok terdiri dari penduduk asli Sasak, yang sebagian besar Muslim (dibandingkan dengan sebagian besar Hindu di Bali) yang memiliki bahasa, musik, dan tradisi tarian sendiri.

Anda dapat mencari tour&travel yang menawarkan wisata ke desa-desa Sasak seperti Pringgasela, di sana Anda dapat menyaksikan wanita-wanita Sasak menenun kain songket tradisional mereka (kain indah yang disulam dengan benang emas dan perak). Atau Anda juga dapat berwisata ke desa Loyok, yang terkenal dengan kerajinan bambu.

9. Belajar membuat kopi di Ubud

Belajar membuat kopi
Belajar membuat kopi di Ubud

Tidak lengkap traveling ke Bali Anda, jika tidak menghabiskan waktu dan menikmati suasana santai di Ubud, yang terkenal dengan tarian tradisional, kerajinan tangan, dan sawah-sawah yang terbentang indah. Di Seniman Coffee Studio, Ubud, Anda dapat belajar membuat dan menyeduh kopi sebagai bentuk seni.

Kelas-kelas informal (diadakan atas permintaan) berlangsung di kafe, di mana Anda akan menemukan perbedaan antara biji asli tunggal yang berasal dari daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia termasuk Sumatera, Sulawesi, Jawa, Bali, dan Papua. Kemudian Anda akan belajar mengenai proses pemanggangan dan mencoba berbagai metode pembuatan kopi.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan dan jelajahi di negeri sendiri. Belum pernah terpikirkan sebelumnya, ya?