Kastil di Jepang mungkin berbeda dengan konsep kastil di Barat, walau begitu, kebanyakan kastil di Jepang juga dibangun dengan alasan yang sama dengan kastil-kastil di Eropa. Kastil-kastil di Jepang mulai dibangun pada abad ke-15 ketika negari matahari terbit itu mulai terlibat dalam perang. Kastil-kastil tersebut  dibangun sebagai tempat pemerintahan dan sebagai rumah bagi para penguasa feodal, atau daimyo. Dulunya, ada sebanyak 5000 kastil di Jepang, namun sekarang hanya tinggal sekitar 100 kastil, dan hanya selusin yang selamat dari era feodal. Arsitektur kastil-kastil di Jepang menawarkan kepada pengunjung sekilas mengenai masa lalu feodal Jepang yang langka.

1. Kastil Himeji

Kastil Himeji
Kastil Himeji

Dianggap sebagai kastil era feodal yang paling mengesankan di Jepang, Kastil Himeji terletak di sebelah barat Kōbe, ibukota Prefektur Hyogo. Benteng ini biasa disebut Kastil Bangau Putih karena menara-menara putih yang diplester menyerupai bangau bersalju yang sedang terbang. Dibangun pada tahun 1601 di lokasi puri sebelumnya, puri puncak bukit terdiri dari 83 struktur yang berpusat pada Tenshu-gun, sebuah kompleks bangunan penjaga dan penghubung. Bagian utama kastil ini adalah struktur enam lantai yang terlihat dari hampir semua lokasi di Kota Himeji. Puri ini sudah beberapa kali dijadikan setting beberapa film, seperti film petualangan James Bond “You Only Live Twice” dan “The Last Samurai,” yang dibintangi Tom Cruise.

2. Kastil Matsue

Kastil Matsue
Kastil Matsue

Satu-satunya kastil yang tersisa di Wilayah San’in di pantai barat daya pulau utama Jepang, Kastil Matsue memiliki keunikan yakni tidak pernah melihat aksi militer, meskipun dibangun untuk benteng pertahanan. Dibangun pada tahun 1611, benteng puncak bukit selesai setelah perang feodal besar terakhir. Sebagian besar kompleks kastil ini dibongkar pada tahun 1875, hanya penahan utama, dan ishigaki (dinding batu), yang masih ada hingga saat ini. Selama tahun 1950-an, rekonstruksi benteng dimulai. Julukan kastil, “Menara Hitam,” mencerminkan warna kayu hitam yang mencolok. Pengunjung dapat melakukan tur ke pekarangan dan ada juga wisata perahu yang ditawarkan di sekitar kanal luar.

3. Kastil Matsumoto

Kastil Matsumoto
Kastil Matsumoto

Terletak di daerah pegunungan di barat laut Tokyo, Kastil Matsumoto dikelilingi oleh kanal besar. Dibangun pada tahun 1590, kastil ini diwarnai dengan warna hitam sehingga mendapatkan julukan ‘Crow Castle’. Meskipun Kastil Matsumoto adalah hirajiro (kastil dataran tinggi), kastil ini dibangun dengan tujuan utama sebagai benteng. Terdapat celah untuk menembakkan panah atau menjatuhkan batu ke penjajah di seluruh penjuru kastil ini.

4. Kastil Hirosaki

Kastil Hirosaki
Kastil Hirosaki

Sebuah kastil di puncak bukit di utara Jepang, Kastil Hirosaki dikenal dengan lima gerbang kubah aslinya, kanal yang dibentengi, dan lahan yang luas. Selesai dibangun pada tahun 1611, donjon lima lantai yang asli dihancurkan oleh api pada tahun 1627. Menara pengawal tiga lantai kemudian dibangun kembali. Lapangan, gerbang, dan kanal di sekitarnya menambah keindahan kastil ini. Ditanami dengan lebih dari 2.500 pohon sakura, taman ini menjadi tuan rumah salah satu festival bunga sakura terbesar di Jepang setiap musim semi.

5. Kastil Hikone

Kastil Hikone
Kastil Hikone

Kastil Hikone menawarkan pengunjung gambaran nyata tentang bagaimana kompleks kastil Jepang terlihat selama masa kejayaan mereka. Kebun asli, gerbang, dan rumah jaga yang dijaga dengan hati-hati seperti halnya pemeliharaan utama. Kompleks Hikone berisi struktur dan bahan yang dikumpulkan dari istana lain di Jepang. Setelah 20 tahun konstruksi, kastil puncak bukit ini selesai pada tahun 1622. Kastil ini tetap berada di bawah kendali para penguasa feodal Ii daimyo hingga tahun 1868. Museum Kastil Hikone yang berada di dekatnya menampilkan harta dinasti Ii, termasuk baju besi dan alat musik.

Nah, itu dia tadi 5 kastil terindah di Jepang. Jangan lupa mengunjungi salah satunya, ya!