Ketika mendengar tentang kata Jepang, apakah yang terlintas dalam pikiran Anda? Apakah itu sushi? Keindahan bunga sakuranya? Atau juga tentang kisah samurainya? Lalu, bagaimana dengan pemandian air panas, upacara minum teh, dan berbagai tempat indah negara ini? Apakah Anda ingin mengetahuinya? Jika jawabannya iya Anda memang perlu mempelajari tentang Jepang lebih dalam, karena negara indah ini memiliki banyak hal menarik yang dapat dieksplorasi. Anda perlu mengetahui bahwa sebenarnya, Jepang memang jauh lebih besar dan lebih beragam daripada yang Anda bayangkan.

Bangunan kuil di Jepang yang menawan.
Salah satu bangunan kuil di Jepang yang memiliki pemandangan menawan.

Negara yang terkenal dengan budayanya yang khas ini, menawarkan banyak kegiatan dan pengalaman yang tidak ditemukan di tempat lain. Contohnya saja adalah kegiatan meditasi, wisata kota yang unik, wisata kuliner yang lezat hingga wisata ke pemadian air panas yang tak bisa dilewatkan. Begitu beragam bukan? Semua keberagaman ini tentu akan dapat meninggalkan kesan tersendiri saat Anda mengunjungi tempat ini.

Kegiatan Menarik yang Dapat Anda Lakukan di Jepang

Selama berada di Jepang, Anda dapat melakukan banyak hal. Anda tidak akan bisa membayangkan betapa menariknya negara ini. Di sini, Anda akan dapat menemukan jalur pendakian para samurai, pertandingan sumo yang ramai, atau parade kostum khas Jepang yang diikuti oleh ribuan peserta. Hal-hal ini tentu tak akan Anda temui di tempat lain. Terdengar sangat menarik bukan? Jika Anda ingin tahu lebih lanjut, simak pembahasannya  berikut ini.

1. Menelusuri Kawasan Pegunungan Koya

Kawasan pegunungan Koya.
Kawasan pegunungan Koya yang masih terlihat asri.

Tempat yang berada di pegunungan Koya ini dapat dicapai dengan kereta gantung. Kawasan ini adalah salah satu situs meditasi buddhis yang cukup terkenal. Didirikan hampir 1.200 tahun lalu, tempat tersebut sekarang telah ditetapkan sebagi situs warisan dunia oleh UNESCO. Lebih dari 100 kuil tersebar di sepanjang puncak gunung dan hampir setengahnya menawarkan kamar tatami (kamar dengan tempat tidur di lantai) sederhana untuk bermalam. Selain itu, tempat ini juga menyajikan masakan vegetarian dan memberikan kesempatan pada para pengunjungnya untuk berpartisipasi dalam upacara pagi hari.

Di tempat ini, terdapat makam Kobo Daishi, salah satu tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Jepang. Para peziarah harus menempuh perjalanan satu mil untuk mengunjungi makam tersebut. Sepanjang perjalanan para pengunjung akan melihat sekitar 200.000 makam bersejarah lainnya di bawah pohon cemara yang menjulang pada kawasan tersebut. Mereka mungkin juga akan berpapasan dengan para peziarah lain yang berpakaian putih di sana. Satu tempat lain yang tidak boleh dilewatkan saat Anda berada di sini adalah taman batu Kuil Kongobuji yang memiliki pemandangan menawan.

2. Mengunjungi Kuil-kuil di Kyoto

Kuil di Kyoto dengan pemandangan indahnya.
Kuil di Kyoto dengan pemandangan indahnya.

Kyoto adalah sebuah kota yang indah. Di sini, Anda dapat melihat keindahan kuil-kuil khasnya dengan puas. Namun lebih dari itu, Anda juga bisa mengikuti kelas minum teh atau mempelajari tradisi Jepang lainnya mungkin tak kalah berkesan. Caranya adalah dengan mengikuti kursus yang diberikan khusus untuk para traveler.

Kursus tersebut mempekerjakan para ibu rumah tangga. Mereka akan mengajarkan Anda tata cara upacara minum teh, merangkai bunga, kaligrafi, cara memakai kimono dan membuat masakan Jepang. Kelas pengajaran terkadang diadakan di rumah-rumah pribadi. Kegiatan lainnya, para pengunjung juga dapat datang ke tempat pembuatan sake dan mengunjungi distrik tempat para geisha bermukim, Gion.

Selain itu, di pusat pembuatan kerajinan Marumasu-Nishimuraya yang masih berada di Kyoto, Anda dapat mempelajari teknik untuk kyo-yuzen (melukis pewarna langsung ke kain), membungkus furoshiki, membuat sumpit dan tas jinjing Anda sendiri. Semua ini dapat Anda ikuti selama berkunjung ke Kyoto.

3. Menikmati Makanan Khas Okinawa

Makanan khas Okinawa yang lezat.
Makanan khas Okinawa yang lezat.

Berada sejauh 1.000 mil dari kota Tokyo dan pernah diperintah oleh Kerajaan Ryukyu selama 500 tahun, Okinawa memiliki bahasa, budaya, dan masakan khasnya sendiri sebelum menjadi bagian resmi dari pemerintahan Jepang pada abad ke-19. Masyarakatnya dikenal sebagai orang-orang yang berumur panjang di dunia. Semua itu dikarenakan sebagian besar masyarakatnya memiliki gaya hidup aktif dan sehat dengan melakukan diet sayuran (banyak dari sayuran ditanam di rumah), serta kebiasaan mereka mengkonsumsi makanan laut.

Hidangan tradisionalnya cukup sehat di antaranya yaitu goya (pare), nabera (mentimun spons), rumput laut, ubi jalar dan champuru (campuran tumis tahu, sayuran, dan bahan lainnya). Untuk mendapat bahan makanan yang segar dan beragam, masyarakatnya biasa datang ke Pasar Makishi, di daerah Naha yang masih berada dalam kawasan Okinawa. Banyak restoran yang menyajikan hidangan di atas dan makanan tradisional khas Jepang lainnya di tempat ini. Jika Anda ingin mencicipinya, Anda bisa berkunjung ke restoran Ashibiuna dan Yunangi, yang keduanya terletak di Naha.

4. Melihat Pertandingan Sumo

Melihat pertadningan khas Jepang, Sumo.
Melihat pertadningan khas Jepang, Sumo.

Sumo merupakan sebuah bentuk seni gulat Jepang. Pertandingan ini adalah tradisi kuno yang berasal dari agama Shinto dan sudah ada dari periode Edo (1603 – 1867). Dalam pertandingan sumo, para pegulatnya diharuskan untuk memaksa lawan keluar dari lingkaran berdiamter 15 kaki. Salah satu pegulat harus mampu membuat lawannya menyentuh tanah dengan cara apa pun selain dengan kakinya . Mereka harus menggunakan berbagai teknik pegangan dan lemparan untuk melakukannya.

Turnamen sumo biasanya diadakan selama lima belas hari dan dilangsungkan sebanyak enam kali setahun di Tokyo, Osaka dan Fukuoka. Turnamen ini disiarkan secara luas di televisi. Pertandingan akan diadakan di Kokugikan Sumo Hall pada bulan Januari, Mei dan September. Pegulat umumnya diharuskan untuk hidup dan berlatih di tempat pelatihan sumo, yang dapat Anda kunjungi dalam tur ketika turnamen sedang tidak berlangsung.

5. Bersepeda dari Hiroshima ke Shikoku

Bersepeda adri Hiroshima ke Shikoku.
Bersepeda dari Hiroshima ke Shikoku.

Laut Pedalaman Seto di Jepang adalah salah satu tempat wisata yang wajib Anda kunjungi. Kawasan ini terkenal dengan 3.000 pulaunya yang terdiri dari pulau besar dan kecil. Untuk mencapai tempat ini, Anda dapat bersepeda dengan melintasi jalan utama Shimanami Kaido sambil menikmati pemandangan laut di kanan kirinya. Terdapat sebuah lintasan khusus untuk sepeda di jalan ini. Panjangnya sekitar 43 mil. Jalur ini menghubungkan Prefektur Hiroshima dan Pulau Shikoku dan dihubungakan oleh enam jembatan. Permukaan jalan hampir semuanya rata dan datar. Hanya terdapat beberapa tanjakan curam saja saat menuju jembatan. Perjalanan dengan sepeda akan memakan waktu sekitar tujuh jam dengan kecepatan sedang.

Penyewaan sepeda tersedia di jalan masuk dan akhir lntasan, serta di sepanjang jalan utama. Anda dapat menyewa sepeda dengan durasi yang Anda inginkan. Pantai, toko es krim, restoran, dan pemandangan laut adalah hal-hal menarik yang bisa ditemukan dengan mudah di sini. Selain itu, terdapat Kuil Choseizan Kosanji, salah satu bangunan bersejarah Jepang yang terkenal, dan juga Kuil Oyamazumi dengan koleksi pedang samurainya yang menakjubkan untuk  Anda kunjungi. Semua hal menarik ini  pun membuat kawasan lautan pedalaman Seto menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Jepang.

6. Menjelajahi Kota Matsue

Museum di kota Matsue.
Museum di kota Matsue.

Menjelajah Jepang dengan kereta peluru Shinkansen memang lebih mudah. Namun, tak ada salahnya untuk melewati jalur jalan biasa antara Tokyo dan Hiroshima jika Anda memiliki waktu lebih. Salah satu kota yang bisa Anda capai dengan jalur biasa terebut adalah kota Matsue yang berada di dekat pantai utara Honshu Barat. Terletak di tepi danau, serta berada di antara sungai dan kanal, kota ini didominasi oleh kastil dan parit saluran air. Di sekelilingnya, terdapat museum (salah satunya yaitu Museum Sejarah Matsue), restoran, toko, kedai teh yang menawarkan teh Jepang tradisional dan rumah samurai sederhana yang terbuka untuk umum.

Di kota ini, juga terdapat Museum Adachi, yang cukup populer di kalanngan para wisatawan. Museum yang berdiri dari tahun 1890an ini, mempunyai koleksi karya seni Jepang yang spektakuler. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Tambang Perak Iwami Ginzan, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Di sini, Anda bisa menyaksikan hasil karya para penambang Jepang dari zaman ratusan tahun yang lalu.. .

7. Menonton Parade Kostum “Kyoto Jidai Matsuri”

Pareade kostum Jepang "Kyoto Jidai Matsuri".
Pareade kostum Jepang “Kyoto Jidai Matsuri”.

Festival kostum ini sangat populer di Jepang dan biasanya diadakan bersamaan dengan perayaan keagamaan, sejarah atau budaya beberapa kali setiap minggu. Banyak peserta yang mengenakan pakaian tradisional, mulai dari kostum penari Obon dengan yukata (kimono kapas) hingga laki-laki dengan mantel dan kain penutup pinggang yang membawa kendaraan hias raksasa melewati jalan-jalan kota.

Salah satu festival pakaian tradisional terbaik adalah Kyoto Jidai Matsuri (Festival Abad), yang diadakan setiap tahun pada 22 Oktober untuk memperingati 794 pendiri Heian-kyo (sekarang Kyoto) sebagai ibu kota baru. Pada festival ini, terdapat sekitar 2.000 orang mengenakan kostum tradisional yang menggambarkan sejarah kota Kyoto.

Selain itu, terdapat pula festival Oshiro Matsuri (Festival Kastil) Himeji yang diadakan pada awal Agustus dan diikuti lebih dari 1.000 warga kota dengan pakaian prajurit serta kostum lainnya. Anda juga dapat menikmati festival Shunki Reitaisai (Festival Besar Musim Semi), yang diadakan 17 dan 18 Mei di Nikko untuk mengenang tokoh samurai Jepang Tokugawa Ieyasu yang dimakamkan di Kuil Toshogu. Di dalam perayaan ini, pemimpin Shinto akan menunggang kuda dan sekitar 1.000 orang pengikutnya kan berpakaian putih seperti prajurit samurai.

Untuk melihat perayaan tersebut dalam perjalanan Anda, silakan untuk melihat situs website resmi Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.

8. Menyusuri Nakasendo Highway

Menyusuri kawasan sekitar jalan raya Nakasendo.
Menyusuri kawasan sekitar jalan raya Nakasendo.

Pada zaman edo, para penguasa di seluruh Jepang sering melakukan perjalanan ke kota Edo (sekarang Tokyo) setiap satu atau dua tahun. Untuk mencapai kota tersebut, mereka biasanya akan melewati jalan raya Nakasendo, yang merupakan salah satu dari dua jalan setapak antara Kyoto dan Edo. Tak heran pada zaman tersebut, jalan ini ramai dengan para penguasa dan para pengikut samurai mereka yang juga beristirahat di sepanjang jalan.

Anda dapat menghidupkan kembali suasana tersebut dengan mendaki jalur bersejarah yang berada di Lembah Kiso ini. Jalur tersebut menghubungkan kota Magome dan Tsumago. Anda dapat datang ke tempat ini jika sedang berkunjung ke Tokyo. Di sini, Anda dapat melihat air terjun, monumen bersejarah, rumah para petani dan pemandangan indah.Jalur ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Selama perjalanan Anda dapat menemukan banyak restoran dan penginapan tradisional yang siap menyambut kedatangan Anda.

9. Menikmati Makanan Khas Jepang “Kaiseki”

Menikmati makan malam dengan gaya khas Jepang "Kaiseki">
Menikmati makan malam dengan gaya khas Jepang, “Kaiseki”>

Kaiseki mungkin telah menjadi ikon dalam kuliner Jepang. Kaiseki sendiri memiliki arti seni pengolahan dan penyajian makanan dengan unik, indah, dan mewah. Cara penyajian hidangan seperti ini biasanya dilakukan pada pesta. Menurut sejarah, seni Kaiseki sudah ada pada masa kekaisaran Jepang jaman dulu, bahkan sudah diterapkan oleh kuil-kuil Buddha dan dilakukan dalam upacara minum teh. Kaiseki tidak selau menyajikan hidangan khusus, namun merupakan penyajian makanan, dengan beberapa macam lauk yang diletakkan dalam mangkuk atau piring yang berbeda. Uniknya, pengaturan hidangan tersbut tergantung pada musim dan diatur bagaikan sebuah karya seni yang indah.

Kaiseki menjadi daya tarik di beberapa penginapan Jepang yang menawarkan layanan fasilitas makan malam. Kaiseki juga dapat ditemukan hampir di seluruh hotel-hotel mewah dan restoran di Jepang. Kyoto yang merupakan rumah bagi kekaisaran Kyoto selama 1.000 tahun dan bermacam kuil Buddha, memang sangat terkenal dengan kaisekinya. Jika Anda tertarik untuk mencicipi hidangan dengan kaiseki, Anda bisa datang ke restoran Hyotei dan Minokichi di Kyoto. Tempat ini menawarkan makanan kaiseki yang biasa disajikan untuk kaisar selama lebih dari tiga abad.

10. Melihat Karya Seni Kontemporer di Naoshima

Karya seni arsitektur di Naoshima.
Karya seni arsitektur di Naoshima.

Naoshima, pulau kecil yang terletak di Laut Pedalaman Seto, mungkin saja menjadi tujuan paling menarik di Jepang. Tempat ini seolah memang dikhususkan untuk para pecinta seni dan hasil karya arsitektur kontemporer. Karya seni tersebut telah melengkapi keindahan alam pulau dan laut Naoshima.

Di pulau ini terdapat sebuah tempat yang bernama Situs Seni Benesse Naoshima. Area ini memilki museum, karya seni patung dan Proyek Rumah Seni. Anda akan dapat menemukan rumah-rumah tradisional dan kuil yang telah diubah menjadi proyek seni yang menakjubkan.

Pulau ini juga dipenuhi oleh museum-museum bawah tanah yang juga dirancang oleh arsitek kenamaan Jepang Tadao Ando. Di dalam museum terdapat ​​patung-patung hasil karya berbagai seniman dan proyek rumah seni yang menyatu dengan rumah-rumah penduduk.

11. Bersantai di Pemandian Air Panas (Onsen)

Bersantai di pemandian air panas.
Bersantai di pemandian air panas.

Salah satu ritual yang cukup terkenal di Jepang adalah berendam di pemandian air panas atau onsen. Kegiatan ini sudah populer sejak zaman dahulu. Gunung berapi Jepang ternyata menjadi penyebab munculnya 19.000 mata air panas di negara ini. Banyak di antaranya memiliki kualitas terapeutik yang baik untuk kesehatan. Contohnya saja untuk mengobati beberapa macam penyakit yang berhubungan dengan masalah kulit hingga radang sendi.

Pemandian air panas dapat ditemukan di penginapan tradisional. Namun, Anda juga dapat menemukan pemandian dengan fasilitas lengkap dengan kolam renang indoor maupun outdoor di Jepang. Beberapa resor pemanidan air panas terbaik berada di puncak gunung Kyushu, wilayah Hakone di kaki guung Fuji dan Nyuto Onsen di pedesaan Tohoku. Prosedur mandi air panas hampir sama di seluruh onsen. Pengunjung harus membersihkan badan dahulu sebelum masuk ke bak pemandian dan berendam dengan keadaan tubuh yang fit. Tempat pemandian biasanya terpisah untuk pria dan wanita.

12. Menjelajahi Akihabara

Berjalan-jalan di kawasan Akibahara.
Berjalan-jalan di kawasan Akibahara.

Kawasan ini telah lama dikenal sebagai distrik perbelanjaan elektronik terbesar di Jepang. Selain itu, Akihabara yang berada di kota Tokyo ini juga merupakan kiblat untuk para pecinta manga untuk mencari komik grafis atau novel dan barang-barang lainnya yang berkaitan dengan anime (animasi Jepang) serta cosplay (permainan kostum). Ada juga banyak maid cafe di sini. Kafe ini cukup unik karena para pelayannya yang sebagian besar wanita muda, mengenakan kostum pelayan dan mereka akan melayani pengunjung bagaikan tuannya. Menu yang disajikan di kafe ini  berupa teh, kopi, dan makanan ringan lainnya.

Waktu Terbaik untuk Pergi ke Jepang

Jepang memiliki empat musim yang hampir serupa dengan musim di Amerika Utara. Musim panas terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Musim ini merupakan waktu paling populer bagi para wisatawan untuk pergi ke Jepang. Meskipun pada musim tersebut hujan masih turun di beberapa tempat, tetapi Anda masih dapat menikmati suhu yang nyaman di Jepang.

Pada musim gugur, pohon-pohon di seluruh negeri akan menampilkan warna-warna spektakuler. Sedangkan pada musim dingin, suhu udara akan benar-benar dingin dan berada dalam titik terendah. Pada saat ini biasanya lebih sedikit turis yang datang. Selain musim panas, musim semi adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Jepang jika Anda ingin melihat pohon sakura Jepang yang mekar penuh.

Tarif perjalanan ke Jepang sebenarnya memiliki besar yang relatif. Namun, untuk menghemat biaya perjalanan ke Jepang, sebaiknya  Anda tidak bepergian ke negara ini selama musim puncak kunjungan, termasuk pada musim panas, musim bunga sakura, dan saat festival besar sedang berlangsung. Carilah informasi tentang kereta jika Anda akan bepergian dengan kereta api. Selain itu, pertimbangkan untuk menyewa apartemen atau menginap di wisma daripada memesan kamar di hotel besar. Dengan beberapa tips ini, semoga perjalanan Anda ke Jepang dapat berjalan dengan lancar dan lebih menyenangkan.