Satu-satunya tempat di daerah Setouchi, Jepang yang terkenal di kalangan masyarakat dunia adalah Hiroshima. Kalau Anda ingat tentang pelajaran sejarah, Hiroshima adalah kota yang terkena bom atom saat Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, Hiroshima bangkit menjadi sebuah kota yang indah dan memiliki destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi.

Di sekitar Hiroshima, ada banyak tempat-tempat lain yang juga sama menariknya. Hanya saja tidak terlalu banyak diketahui banyak orang. Oleh karena itu, berikut ini destinasi wisata di Hiroshima dan sekitarnya yang patut Anda ketahui.

Hiroshima

Genbaku Dome.

Letak Hiroshima cukup jauh dari Tokyo. Setidaknya butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan untuk sampai di sana dengan menggunakan kereta.

Sempat luluh lantak karena bom atom, Hiroshima tumbuh menjadi kota yang penuh pesona dan nilai historis. Salah satu tempat memiliki nilai historis adalah Genbaku Dome, bangunan Aula Promosi Industri yang terkena ledakan bom atom PD II. Puing-puing bangunannya telah dilestarikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996. Sehingga Anda bisa datang untuk melihatnya jika Anda sulit membayangkan bagaimana kondisi saat Hiroshima terkena bom pada saat itu.

Selain Genbaku Dome, ada Peace Memorial Park (Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima). Itu merupakan museum yang menyimpan sejarah Hiroshima, termasuk kejadian mengerikan 6 Agustus 1945. Bangunan utama berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa bom Hiroshima dan pameran barang-barang milik korban ledakan. Kemudian bangunan sebelah timur menyimpan kisah Hiroshima sebelum dan sesudah pemboman dan menggambarkan upaya pelucutan nuklir.

Peace Memorial Park.

Inti dari bangunan Peace Memorial Park sendiri adalah Memorial Cenotaph, yang bertuliskan lebih dari 220.000 nama korban bom Hiroshima yang meninggal. Kemudian di dekatnya adalah Api Damai (Peace Flame) yang akan menyala sampai semua senjata nuklir dinonaktifkan.

Setiap tahun ada upacara peringatan pada tanggal 6 Agustus. Biasanya ada karangan bunga yang akan diletakkan di Cenotaph. Ketika pukul 8:15 pagi tiba, waktu dimana ledakan terjadi, area Peace Memorial Park berubah sunyi senyap. Kemudian lonceng kuil dan sirene dibunyikan sementara merpati putih dilepaskan.

Kuil Itsukushima, Pulau Miyajima

Gerbang menuju kuil.

Tidak jauh dari Hiroshima, terdapat kuil Itsukushima yang termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO. Untuk ke sana, Anda butuh waktu satu jam dari Hiroshima dengan menggunakan kapal feri.

Pulau Itsukushima, di laut pedalaman Seto, telah menjadi tempat suci penganut kepercayaan Shinto sejak zaman dulu. Bangunan kuil pertama di sini mungkin didirikan pada abad ke-6. Kuil yang ada sekarang berasal dari abad ke-13 dan penduduk setempat menyebut pulau Mijajima yang berarti “Pulau Kuil”.

Kuil Itsukushima.

Ketika Anda tiba, Anda akan melewati enam pintu masuk atau Gerbang Torii yang berdiri setinggi 16 meter dan berat 60 ton, dari kedalaman laut. Menariknya, tiang- tiang gerbang itu tidak dikubur di dasar laut tetapi menggunakan beratnya sendiri untuk membuat mereka tetap berdiri. Secara historis, pengunjung harus mengarahkan kapal mereka melalui Torii sebelum mendekati kuil.

Pulau itu sendiri dianggap sangat sakral sehingga untuk menjaga kesuciannya, hanya para bhikkhu yang diizinkan berjalan di tanah keramat ini. Kuil itu dibangun di atas air, mengambang terpisah dari tanah, sehingga para pengunjung dapat berdoa. Kompleks ini terdiri dari beberapa bangunan, termasuk aula doa, aula utama dan panggung Teater Noh, semua dihubungkan oleh serangkaian jalan setapak. Terlepas dari kerumunan, itu adalah tempat yang tenang dan tidak banyak sekat sehingga ruangan tampak lebar.

Saat ini, pengunjung diperbolehkan datang ke pulau itu. Kebanyakan orang mendaki Gunung Misen setinggi 500 meter, titik tertinggi di pulau itu. Pengunjung bisa berjalan kaki atau menggunakan kereta gantung.

Jembatan Kintai

Jembatan Kintai.

Sekitar 90 menit dari Hiroshima, terdapat Jembatan Kintai yang bersejarah, yang membentang di Sungai Nishiki. Dibangun pada tahun 1673, jembatan yang terbuat dari kayu ini berfungsi untuk menghubungkan ke Kastil Iwakuni, yang terletak di puncak Mt. Yokoyama, ke kota Iwakuni. Karena terbuat dari kayu, jembatan Kintai terbilang sangat unik. Desain jembatan ini sangat sulit untuk ditiru karena belum diketahui teknologi apa yang digunakan dalam pembuatan jembatan tersebut. Namun ada yang mengklaim bahwa ide pembuatan jembatan ini berasal dari China.

Jembatan ini memiliki lima lengkungan yang berdiri di atas empat pondasi batuan dan dua pondasi kayu. Hal yang paling luar biasa dari rancangan jembatan ini adalah tidak menggunakan paku, tetapi bagian-bagian kayunya dipasang dengan hati-hati dan dieratkan menggunakan pita logam.

Selama 195 tahun pertama sejarahnya, sampai pembongkaran sistem feodal setelah Restorasi Meiji tahun 1868, hanya penguasa dan pengikut mereka yang diizinkan menggunakan jembatan. Kemudian pada tahun 1950, jembatan itu hanyut selama Topan Kijia, tetapi dibangun kembali pada tahun 1953.

Di sisi lain dari jembatan ini, terdapat Taman Kikko, yang dulunya merupakan kediaman penguasa Jepang. Ada banyak sesuatu yang menarik di Taman Kikko seperti museum, air mancur, rumah samurai, kuil keluarga Kikkawa dan kotak kaca berisi ular putih sepanjang 180 cm dan berdiameter 15 cm. Ular albino dengan mata merah dan sisik putih itu dianggap suci karena diyakini sebagai pembawa pesan Benten, dewi kekayaan.

Tak hanya itu, Anda bisa juga melihat penangkapan ikan menggunakan burung kormoran di sini. Nelayan mengenakan kostum tradisional menderek perahu kayu ke sungai pada malam hari dengan obor untuk memancing ikan. Mereka melepaskan burung kormoran ke dalam air dengan tali yang melekat di lehernya. Begitu burung tersebut menangkap ikan, para nelayan langsung menarik burung itu ke perahu dan mengeluarkan ikan dari mulut Kormoran.

Shimonoseki

Ikan Fugu.

Ketika Anda menuju ke barat Hiroshima, Anda akan sampai ke Shimonoseki, ibukota Fugu Jepang. Sekitar 90 menit dengan menggunakan kereta listrik. Di sana, terdapat Pasar Haedomari yang khusus menjual ikan yang mematikan. Kenapa mematikan?Satu ikan Fugu seratus kali lebih beracun daripada sianida, karena mengandung cukup toksin di hatinya yang sanggup membunuh lima pria. Ikan ini juga cukup mematikan buat kantong Anda, karena harga yang sangat mahal.

Meski mengandung berancun, bukan berarti tidak dapat dimakan. Di sekitar pelabuhan, terdapat restoran spesialisasi olahan ikan Fugu dan semuanya berlisensi sehingga pelanggan tidak perlu khawatir.

Saat menuju ke restoran, Anda akan menemukan replika ikan Fugu raksasa yang sering digunakan wisatawan sebagai tempat selfie atau berfoto.

Okonomiyaki.

Sebelum pulang, Anda mungkin tertarik mencoba kuliner lain seperti Okonomiyaki khas kota Hiroshima. Okomiyaki yaitu pancake kubis, yang biasanya bumbunya dicampur dalam adonan dan kemudian digoreng. Tetapi versi Hiroshima, Okomiyaki berupa lapisan tipis adonan yang ditutupi kubis di atasnya dan ditaburi labonito flakes, saus okonomiyaki, irisan lobak acar dan bawang cincang hijau.