Kapal ini dibangun untuk perjalanan menjelajahi sisi Myanmar yang tersembunyi. Perairan di Sungai Irrawaddy bagian atas Myanmar dangkal, dan gundukan pasir yang selalu bergeser terus-menerus membentuk kembali jalur menuju hilir. Hanya kapal penangkap ikan, tongkang, dan beberapa kapal kecil yang dirancang untuk berlayar di perairan dangkal ini. Dibangun secara lokal, Avalon Myanmar adalah salah satu kapal semacam itu.

Ketika seorang tamu di atas kapal baru pertama melakukan perjalanan ke hilir, mereka dapat mengintip ke dalam bagian kecil yang tak banyak dikenal dari negara paling terpencil kedua di dunia ini. Ini adalah tempat yang sulit untuk dijangkau. Jalannya menantang, bandaranya sedikit; tetapi sungai itu menganyam sebuah kisah tentang suatu tempat, menawarkan pandangan pada dunia yang tidak akan bertahan lama lagi, dalam sisi baik dan sisi buruk. Inilah yang menjadikannya perjalanan pesiar yang tak terlupakan.

Sungai yang jarang dilalui

Myanmar
Sungai Irawaddy kala senja, bersimbah sinar matahari terbenam.

Bahkan di jalur terpencil Myanmar, ada sirkuit wisata. Namun di sini tidak ada sama sekali. Titik paling utara pada rencana perjalanan Avalon Myanmar adalah Bhamo, sebuah kota kecil dekat perbatasan Cina. Memulai sejauh ini di utara, di sepanjang hamparan liar sungai, memberi Anda kesempatan untuk melihat keajaiban yang tidak banyak disaksikan orang luar: Defile Kedua Irrawaddy, sebuah jalan dramatis antara tebing batu kapur yang melonjak, melewati biara-biara di lereng bukit, dan di sepanjang petak besar hutan yang tak terjamah.

Peti harta karun dari keajaiban alamiah yang tak terurai terus berlanjut ketika kapal menuju ke hilir — ke desa-desa tepi sungai, tempat kelompok kecil itu berbaur dengan penduduk setempat; dan ke dalam komunitas pertanian, hutan, dan pemukiman monastik. Hanya setelah kapal mencapai Mandalay Anda mulai memperhatikan pengunjung lain, mereka yang datang dari seluruh dunia untuk melihat tempat-tempat terkenal seperti jembatan panjang U Bein yang terbuat dari jati dan ibukota kuno Bagan. Dan walaupun situs-situs terkenal Myanmar benar-benar layak dikunjungi, momen-momen sederhana seperti berada di pasar desa yang ramai atau menyaksikan barisan biksu mengumpulkan dana di jalan berdebu saat matahari terbit-lah yang merupakan kenang-kenangan paling abadi.

Sebuah kapal kecil

myanmar
Kapal Avalon Myanmar.

Dengan hanya 18 ruang yang dibangun untuk 36 tamu, Avalon Myanmar adalah salah satu kapal sungai komersial terkecil di dunia — dan itu sangat cocok dengan lingkungan sekitarnya, karena ketika Anda turun dari kapal, Anda tidak menuju ke ibu kota atau bahkan pelabuhan yang ramai. Anda akan berjalan di papan sempit di atas pantai berlumpur, dan kemudian naik ke tepi sungai berpasir untuk menemukan desa kecil atau kota yang penuh dengan orang-orang yang memikirkan kehidupan sehari-hari, bukan pariwisata.

Menjadi bagian dari kelompok kecil berarti menemukan diri Anda berada di sekolah satu ruangan dan menyanyi bersama murid taman kanak-kanak, atau mengunjungi seorang nenek yang sedang merenung tentang kehidupan desa ketika ia menggantung pakaian dan merawat cucu perempuannya yang baru lahir. Di sekitar sini, kelompok-kelompok kecil tersebut seperti kapal kecil itu sendiri: Ia menawarkan akses ke tempat-tempat kecil yang tak dapat diakses dengan sesuatu yang lebih besar.

Kehidupan di Irrawaddy

myanmar
Irawaddy adalah sungai terpencil dengan kehidupan yang membumi dan berdengung di setiap sudutnya.

Irrawaddy adalah sungai yang menuntut, terutama di musim kemarau ketika permukaan air dangkal memperlihatkan bukit pasir yang selalu bergeser. Di sepanjang bentangan sungai yang sangat sulit, Anda dapat mendengar bacaan kedalaman sungai ketika anggota kru di dek bawah menusuk dasar sungai dengan tongkat pengukur panjang dan menyampaikan angka-angka seakan-akan ia adalah mantra meditatif. Pilot kapal lokal bergabung dengan kru di titik-titik sepanjang sungai, dan setelah satu atau dua hari, Anda merasakan bahwa berada di Irrawaddy berarti Anda harus terus-menerus “hadir” dan sepenuhnya berhubungan dengan lingkungan Anda atas dasar kebutuhan.

Setiap malam, kapal berhenti di tempat tertentu. Menyaksikan kru melemparkan tali berat ke tepi berpasir dan berebut keluar ke landasan menjadi rutinitas senja hari. Berlayar di siang hari menawarkan kehidupan sungai yang lembut dan paduan suara yang kaya khas pedesaan Myanmar seperti suara biksu-biksu, anak-anak bermain, sepeda motor berputar yang terdengar dari tepian ketika kapal melayang di atas air.

Makhluk Langka

myanmar
Lumba-lumba Irawaddy yang khas.

Lumba-lumba Sungai Irrawaddy hampir mengalami kepunahan. Hanya ada kurang dari 100 makhluk ini yang masih hidup di sungai. Hewan yang menyerupai campuran paus beluga dan boneka binatang ini begitu spesial. Beberapa lumba-lumba yang masih tersisa menjalin hubungan dekat dengan para nelayan setempat, membantu mereka mengumpulkan ikan ke dalam jaring dengan potongan-potongan ikan sebagai imbalannya.

Lumba-lumba ini sulit ditemukan, tetapi hanya mengetahui bahwa mereka ada di luar sana membuat para kru dan penumpang semangat memindai cakrawala. Berita tentang penampakan makhluk-makhluk menggemaskan ini menyebar dengan cepat — kapal sering berhenti untuk memberi orang kesempatan lebih baik melihat kilasan perak kulit basah saat ia melengkung di permukaan.

Melihat lumba-lumba berarti membangun koneksi pertama dengan sungai, untuk memahaminya bukan hanya sebagai arteri tetapi sebagai sumber kehidupan sejati wilayah ini: sumber makanan, air, mata pencaharian dan, dalam kasus lumba-lumba, sebuah sihir memudar yang terletak di bawah airnya.

Budaya matahari terbit

myanmar
Hidup di kota-kota kecil Myanmar dimulai pukul 4.30.

Orang-orang Myanmar bangun lebih awal. Kehidupan di sini dimulai pada pukul 4.30 pagi, terutama di kota-kota kecil. Inilah budaya matahari terbit, di mana penduduk lokal bangun lebih pagi untuk mulai bekerja. Melihat fenomena ini sepadan dengan menyeret diri Anda keluar dari selimut pagi-pagi buta. Hal tersebut karena kunjungan pagi ini yang menghasilkan momen luar biasa seperti menonton prosesi diam para biarawan berpakaian jubah merah burgundy di bawah naungan semburat fajar, atau menyaksikan salah satu pemandangan matahari terbit terbaik di dunia di Bagan, di mana kegelapan terangkat untuk mengungkapkan siluet lanskap pemandangan yang halus dan langit yang penuh dengan balon udara panas.

Ekonomi lokal

myanmar
Pasar lokal di pinggiran sungai Irawaddy.

Pada tahun 2011, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi mengumumkan diakhirinya larangan tidak resmi terhadap pariwisata, mereka melakukannya untuk mendorong perjalanan bertanggung jawab yang menghubungkan para pelancong ke masyarakat daripada dengan pemerintah. Di atas Avalon Myanmar, ide ini dipraktikkan dalam berbagai cara. Di setiap pemberhentian, kru lokal dari kapal buatan Myanmar ini membeli persediaan makanan baru, sekalian menyumbangkan sedekah makanan untuk biara-biara lokal di sepanjang jalan.

Awak kapal mempertahankan hubungan yang kuat dengan desa-desa dan menawarkan sumbangan uang untuk sekolah-sekolah lokal dan masyarakat di setiap perhentian. Ada upaya yang jelas dan terus-menerus untuk membantu desa-desa sekitar agar memperoleh manfaat dari pariwisata skala mikro tanpa memberikan tekanan yang tidak semestinya pada ritme kehidupan tradisional. Seiring berlalunya waktu Anda akan semakin terikat pada rakyat Myanmar, dan ini menjadi perbedaan yang vital.

Dunia di luar internet

myanmar
Myanmar memberikan anda jendela ke dunia yang melampaui internet.

Tidak mengherankan, negara yang paling terisolasi kedua di dunia bukanlah rajanya akses Internet. Meskipun Anda dapat menemukan koneksi yang layak di  banyak lobi-lobi hotel (terutama di ibu kota Yangon), namun secara keseluruhan akses koneksi Myanmar masih sering terputus-putus.

Di atas kapal Avalon Myanmar, Anda dapat pergi empat atau lima hari benar-benar terputus dari Wi-Fi kecuali Anda punya paket telepon terbaik dunia (dan bahkan itu pun tidak cukup). Namun, setelah satu atau dua hari, kebanyakan orang di atas kapal mulai menyadari bahwa ini bukan waktu sebelum internet, ini hanyalah kehidupan di luarnya yang hampir tak tersentuh oleh modernitas.

Hal ini benar-benar membebaskan waktu Anda untuk mencari lumba-lumba sungai.