Berabad-abad yang lalu, Blue Mountains yang curam dan berhutan lebat di Jamaika menjadi tempat perlindungan bagi penduduk asli dan budak Afrika yang melarikan diri dari kolonial mereka. Lanskap yang kokoh tersebut masih dihormati oleh keturunan orang-orang tersebut dan saat ini mendapatkan pengakuan secara luas sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Jamaika, salah satu dari 24 prasasti baru di seluruh dunia.

UNESCO memberikan status ‘dilindungi’ ke banyak situs yang menginspirasi. Termasuk daerah penghasil anggur Champagne dan Burgundy di Prancis, Alamo dan empat tempat di Texas, Jembatan Forth yang ikonik di Skotlandia, dan situs di Yordania tempat Yesus dibaptis.

1. Ephesus, Turki

Ephesus, Turki

Selama berabad-abad, Efesus adalah salah satu kota terpenting di Mediterania. Pelabuhannya yang ramai, biasa mengirimkan barang-barang dari Asia ke Yunani, Italia, dan seterusnya. Dan jalan-jalannya merupakan sumber ide yang melimpah. (Alexander yang agung, Antonius dan Cleopatra, dan rasul-rasul Yohanes dan Paulus adalah beberapa tamu Efesus yang terkenal).

Kota Ephesus merupakan rumah bagi 300.000 orang pada abad ke-2 M. Sekitar 20 persen dari kota ini telah digali. Meskipun demikian, kota ini memiliki salah satu koleksi reruntuhan Romawi terbesar di wilayah tersebut. Hanya sedikit yang tersisa dari Kuil Artemis yang terkenal dan merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Tetapi Perpustakaan Celsus dan Teater Besar yang elegan hanyalah dua bangunan yang menjadikan ini salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di Turki.

2. Saluran air Padre Tembleque, Meksiko

Sistem kanal yang dibangun antara 1553 dan 1570 di Dataran Tinggi Meksiko Tengah ini diakui oleh UNESCO karena terjalinnya dua pengaruh budaya yang berbeda yakni metode Eropa hidrolika Romawi dan teknik bangunan tradisional Aztec dan adat, termasuk penggunaan adobe.

Saluran air ini direncanakan oleh seorang biarawan Fransiskan bernama Francisco de Tembleque. Ia ingin mengembangkan sumber air minum yang dapat diandalkan, dan dibangun oleh penduduk asli. Saluran air ini menjulang di atas jurang, kota, dan lahan pertanian sepanjang 28 mil dalam perjalanan dari lereng bukit Tecajete ke kota Otumba.

3. Blue And John Crow Mountains, Jamaika

Taman nasional seluas hampir 200.000 hektar ini menandai prasasti Situs Warisan Dunia pertama Jamaika. Gunung yang terjal dan keras yang mendominasi bagian timur pulau itu adalah rumah bagi 200 spesies burung asli dan yang bermigrasi. Selain itu, taman ini juga menjadi rumah bagi salah satu spesies kupu-kupu terbesar di dunia dan banyak tanaman endemik. Gunung-gunung di sini menjadi terkenal karena tempat perlindungan yang mereka sediakan untuk penduduk asli Tainos dan juga budak-budak Afrika yang melarikan diri (Maroon) ke gunung-gunung berhutan lebat untuk menghindari kolonisasi.

Dari jalan setapak yang luas, tempat persembunyian, dan pemukiman, suku Taino dan Marun mempertahankan kemerdekaan dari Spanyol dan kemudian Inggris. Lalu mereka hidup dalam kemerdekaan selama beberapa generasi.

4. Al Maghtas, Yordania

Al Maghtas, Yordania

Selain Alkitab dan arkeologis, situs di tepi timur Sungai Yordan ini merupakan tempat Yesus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Sungai itu sendiri telah menjadi batas geopolitik yang sensitif sejak Israel menjadi sebuah negara pada tahun 1948. Jadi, baru dalam 21 tahun terakhir, setelah Jordan menandatangani perjanjian damai dengan Israel dan Wilayah Palestina, wilayah tersebut telah terbuka untuk pengunjung dan penggalian. Di antara bangunan yang digali. terdapat gereja abad ke-3 tempat para peziarah dibaptis dan sebuah gua di mana Yohanes Pembaptis diyakini pernah tinggal, serta sisa-sisa Romawi dan Bizantium lainnya.

5. Champagne dan Burgundy, Perancis

Dua daerah penghasil anggur dan sampanye terkenal di Prancis menjadi topik hangat dalam pertemuan tahun ini: Wilayah Champagne dan Burgundy keduanya ditetapkan sebagai situs warisan baru karena menggambarkan tradisi berabad-abad yang lalu. Juga budidaya, produksi, dan distribusi produk artisanal yang ahli.

Daerah yang dilindungi di Champagne tidak hanya mencakup kebun anggur tetapi juga tempat produksi, gudang bawah tanah dan tempat penyimpanan sampanye seperti Mummas, Tattinger, dan Veuve Clicquot. Sementara itu, di Burgandy meliputi kebun-kebun anggur di Côte de Nuits dan Côte de Beaune. Jaraknya hanya beberapa mil di selatan Dijon; kota Beaune; dan pusat penghasil anggur yang bersejarah di Dijon.

6. Gunung Burkhan Khaldun Besar, Mongolia

Ghengis Khan pernah meminta untuk dimakamkan di kuburan tanpa nisan dan tanda apapun, juga ia meminta agar pesta pemakamannya sebisa mungkin tidak ada prosesi demi menyembunyikan di mana ia dikebumikan. Namun, legenda mengatakan bahwa di sinilah penguasa besar Mongol itu dikuburkan. Itu juga diyakini sebagai tempat kelahirannya, dan dengan demikian dianggap sebagai gunung paling suci di Mongolia.

Penyembahan gunung adalah tema penting dalam upaya sukses Khan untuk menyatukan banyak suku asli Mongol. Dan hingga hari ini, pengunjung dapat menemukan tumpukan batu dan kayu suci yang dikenal sebagai burung hantu yang menghiasi gunung dan lanskap di sekitarnya.

7. Forth Bridge, Skotlandia

Layaknya ikon Skotlandia, atau Golden Gate di San Francisco, jembatan era Victoria berwarna merah cerah ini masih mengangkut penumpang dan barang di muara Sungai Forth 125 tahun setelah jembatan itu selesai dibangun. Panitia UNESCO memperhatikan gaya inovatif, material, dan skala jembatan sebelum menambahkannya ke dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Ini adalah jembatan kantilever yang memiliki banyak renggangan pertama di dunia. Jembatan besar ini juga menjadi jembatan pertama yang seluruhnya terbuat dari baja dan memiliki panjang 8.296 kaki sehingga menjadikannya salah satu yang terpanjang di dunia.

8. Hail Region Rock Art, Arab Saudi

Arab Saudi tidak selalu berupa gurun dan padang pasir. 6.000 tahun yang lalu, wilayah itu adalah padang rumput yang layak untuk ternak dan juga manusia. Di dibuktikan dengan catatan peninggalan mereka yang diukir di batu.

Situs warisan baru Arab Saudi terdiri dari dua area. Salah satunya adalah petroglif batu pasir Neolitik di dekat Jubbah. Daerah kedua, dekat desa Shuwaymis, dikenal dengan orang-orang Bedouin selama berabad-abad, tetapi baru ditemukan oleh dunia luar pada tahun 2001. Di antara temuan itu, ada ukiran yang menggambarkan unta, kuda Arab, cheetah, anjing, oryx, ibex, dan manusia, serta adegan berburu yang terukir di batuan vulkanik hitam.

9. San Antonio Mission, AS

San Antonio Mission, AS

UNESCO menjadikan Alamo dan 4 kompleks bangunan Fransiskan terdekat di sepanjang Sungai San Antonio untuk ditambahkan ke daftar Taman Sejarah Nasional di Texas. Bangunan berusia 300 tahun dan memiliki komunitas yang tumbuh di sekitarnya ini dijadikan sebagai contoh penting upaya Spanyol untuk menjajah dan mempertahankan perbatasan utara di Dunia Baru.

Selain itu, bangunan tersebut dicatat untuk mengintegrasikan budaya Coahuiltecas asli ke dalam elemen dekoratif dan arsitektur gereja-gereja. Dulunya, orang-orang mencari perlindungan dalam bangunan ini agar terhindar dari musuh-musuh masa lalu mereka, yakni Apache dan Comanche

10. Singapore Botanic Gardens, Singapura

Singapura memulai debutnya di daftar Warisan Dunia dengan taman botani seluas  74 hektar di jantung kota yang ramai ini. Kebun ini didirikan oleh Inggris pada tahun 1859 untuk melakukan uji coba pada berbagai tanaman. Pengunjung dapat menemukan pohon yang berusia hampir 150 tahun yang lalu dengan kualitas kayu yang masih baik.

Anda bisa melihat taman yang masih berfungsi sebagai fasilitas penelitian dan ilmiah. Ini juga merupakan tempat pertemuan yang buka cukup lama yakni mulai jam 5 pagi hingga tengah malam setiap hari sepanjang tahun. Anda tidak dikenakan biaya untuk masuk, kecuali Taman Anggrek Nasional, yang menampung 1.000 spesies dan 2.000 hibrida anggrek.