Di balik gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di New York City, tersimpan sejuta budaya dari berbagai kalangan. Hasil cipta dan karya terabadikan dalam lukisan maupun patung. Semua berjejer indah dengan warna dan corak yang khas, dan tersimpan di dalam gedung yang menghargai karya seni itu sendiri.

Kota New York merupakan markas dari 2.000 organisasi seni dan Negara bagian ini telah menyimpan 500 galeri seni yang tersebar di berbagai wilayah. Berkembangnya seniman di New York tak ayal karena pemerintah setempat turut ambil bagian untuk mendukung karya-karya mereka. Pemerintah New York secara resmi menganggarkan dana khusus untuk galeri dan beberapa sekolah seni. Maka dari itu, wajar apabila banyak galeri seni yang terawat dengan indah.

Kota New York adalah rumah bagi ratusan institusi budaya dan situs bersejarah, yang terkenal di seluruh dunia khususnya di wilayah Manhattan. Dari seluruh penjuru Manhattan seperti Chelsea dan Upper East Side, Lower East Side, dan SoHo merupakan surga bagi seniman-seniman kelas dunia untuk mencari inspirasi baru.

Semua galeri di Manhattan merupakan tempat terbaik untuk memamerkan karya seni bernilai tinggi. Mereka melayani pelanggan dengan baik, maupun menjaga karya seniman agar tetap ternilai. Berikut kami rangkum 10 galeri seni terbaik di Manhattan yang bisa menjadi referensi Anda.

1. Gagosian Gallery

Gagosian Gallery dengan pajangan karya seni kontemporer.

Tempat ini telah dipercaya sebagai dealer paling terkemuka di era modern. Larry Gagosian membuka ruang pertamanya di New York pada tahun 1985 dan memiliki sebuah galeri dengan dealer terkenal Leo Castelli di SoHo hingga tahun 1996.

Dua orang itulah yang mewakili dan mendukung beberapa seniman pasca perang Amerika-Vietnam. Serta dua tokoh yang paling berpengaruh dalam kepopuleran seniman kontemporer ternama sekelas Yayoi Kusama, Richard Serra, dan Jeff Koons.

Galeri ini dikenal karena ruangnya yang megah dan amat bersih. Gagosian saat ini memiliki lima pos terdepan galeri di New York City dengan sembilan ruang berkelas internasional. Keahliannya, mata tajam, dan pameran blockbuster yang konsisten telah memberinya tempat dalam sejarah sebagai salah satu dealer besar pertama dari pasar seni kontemporer global.

2. David Zwirner Gallery

Jendela kaca di bagian atas, upaya perancang bangunan untuk menghemat energi.

David Zwirner muncul di panggung seni New York selama era SoHo dan membuka ruang pertamanya pada tahun 1993. Dalam dua dekade terakhir, ia telah pindah ke Chelsea, berkembang dari satu lokasi ke lokasi lain di Manhattan. Kemudian ia memberanikan diri untuk membuka galeri di London.

Galeri yang dibangunnya terus melakukan renovasi. Sehingga menarik banyak orang untuk datang ke sana dan menonton instalasi kontemporer yang terkenal. Zwirner mewakili seniman-seniman kelas atas seperti Lisa Yuskavage, Donald Judd, Christopher Williams, dan William Eggleston. Meski mempercayai banyak seniman senior yang kaya raya, Ia juga terkenal sebagai orang yang berdedikasi tinggi pada seniman muda. Oscar Murillo, adalah seniman Kolombia yang kini terkenal berkat Zwirner.

3. Marian Goodman

Marian Goodman Gallery yang tidak pernah sepi pengunjung.

Putri kelahiran New York ini membuka galeri perdananya di Upper East Side pada tahun 1977. Berawal dari cara yang sederhana dan niat baik, Goodman berusaha menaikkan derajat seniman terabaikan di Kota New York. Upayanya ini kemudian membuahkan hasil. Beberapa seniman telah menarik perhatian kalangan ekspatriat dan pejabat setempat. Kemudian lahirlah seniman-seniman seperti Adrian Villar-Rojas, Gerhard Richter dan John Baldessari dari galerinya.

4. Gavin Brown’s Enterprise

Sepintas orang tak tahu bahwa gedung bata cokelat ini adalah galeri seni.

Pedagang avant garde yang berani mengambil risiko, Gavin Brown, mulai terjun ke dunia seni New York pada awal 1990-an. Ia memasang pameran gerilya di tempat-tempat yang tidak biasa. Sebagai seorang seniman, Brown telah menciptakan ruang bagi seni konseptual eksperimental untuk berkembang. Dia mewakili pelopor estetika relasional Rirkrit Tiravanija.

Saat ini tempatnya bernama Gavin Brown’s Enterprise. Dan Ia memiliki ruang proyek di townhouse Harlem-nya dan pada tahun 2015 membuka galeri di Roma. Semua ruang Brown berfungsi sebagai pusat sosial untuk eksperimen di mana definisi dan makna seni terus-menerus ditata ulang.

5. Acquavella

Acquavella Gallery yang berbalut gaya arsitektur American Classic.

Nicholas Acquavella mendirikan galeri berdasarkan dunia seni New York, pada tahun 1921. Selama bertahun-tahun Acquavella mengkhususkan diri dalam Renaisans Italia, Impresionisme, Abstrak Ekspresionisme, dan Seni Pop. Galeri ini mampu bertahan sangat lama dan merupakan pemeran kunci dalam transaksi seni modern, yang dapat dilihat melalui pertunjukan bersejarah mereka.

Semua itu tercermin dalam karya Jean Dubuffet dan Wayne Thiebaud. Pameran terbaru oleh seniman kontemporer Damian Loeb dan Enoc Perez mengilustrasikan mata mereka untuk bakat masa depan dan terus terjun ke pasar kontemporer.

6. Simone Subal

Simone Subal Gallery dengan pameran bergaya minimalis.

Simone Subal merupakan warga kelahiran Austria dan baru-baru ini membangun sebuah ruang seni di kawasan Lower East Side. Ruang seni pertamanya dibuka pada tahun 2011 di lantai dua sebuah bangunan sederhana di tepi Chinatown. Dia berharap lokasi tersebut akan menyuntikkan makna sebuah seni di kawasan imigran Asia.

Galeri ini secara konsisten menunjukkan pertunjukkan yang menarik. Subai melibatkan seniman muda seperti Sam Ekwurtzel, yang terkenal karena karyanya yang minimalis konseptual. Kemudian lahir juga dari ruang sederhananya, pelukis abstrak Sonia Almeida.

Dalam studi kuratorial, galeri ini terbukti melahirkan seniman hebat seperti Uri Aran dan Joan Jonas. Pameran Subal, dipilih dengan pengetahuan yang nyata tentang adegan kontemporer. Karya-karya yang terpajang disini dimaksudkan untuk memancing inspirasi seseorang, di tengah kebisingan China Town yang penuh sesak.

7. Rachel Uffner

Rachel Uffner, sang pemilik galeri.

Rachel Uffner membuka ruang pertamanya di tahun 2008, dan baru-baru ini pindah dari lokasi asli Orchard Street ke pos terdepan di Suffolk Street.

Bangunan yang baru saja direnovasi ini memiliki estetika garasi yang lapang yang menggabungkan gaya Chelsea dengan gaya vintage pusat kota. Selama bertahun-tahun ia telah mengumpulkan daftar 11 artis pendatang baru yang menjanjikan termasuk Sam Moyer dan Vlatka Horvat.

Kabarnya, mereka menghadirkan pertunjukan sejarah dengan pameran kelompok The Crystal Palace yang berisi karya Joseph Cornell dan James Rosenquist. Usaha ini semakin memantapkan Rachel Uffner sebagai galeri terbaik yang ada di Manhattan.

8. Lisa Cooley

Estetika tak lazim ala Lisa Cooley di dalam galerinya.

Lisa Cooley, perintis seni di kawasan Lower East, membuka gallerinya pada tahun 2008. Ia memberanikan diri untuk membuka bisnis setelah bekerja dengan dealer ternama Andrea Rosen dan Nicole Klagsburn. Lisa Cooley dikenal sebagai galeri yang menjangkarkan ruang konseptual dan jauh dari kesan konvensional.

Pengunjung akan melihat lukisan-lukisan di tempat tak lazim. Seperti lukisan duduk di lantai, lukisan bersandar di dinding, dan lain sebagainya. Pendekatan ini mengilhami ruangnya dengan elemen artistik dari penemuan dan peluang. Pertunjukan solonya dari artis sekelas Scott Reeder dan Cynthia Daignault telah memunculkan apresiasi dari media massa.

9. 47 Canal

Newton dan Margaret, Dealer Canal 47.

Dikelola oleh artis Margaret Lee dan pasangannya, Oliver Newton. 47 Canal telah telah mencuri perhatian sejak awal didirikan tahun 2011. Ruang pertama Lee di 179 Canal condong kepada proyek pesta, dan membantu mengendapkan sebuah grup seniman yang berpikiran sama.

47 Canal mewakili seniman yang mengeksplorasi bagaimana persimpangan teknologi dan budaya kontemporer mengubah umat manusia. Topik yang sangat berat ini dialihkan ke bahasa visual oleh seniman Josh Kline, Michele Abeles, dan Antoine Catala. Lee dan Newton menjadikan artis tersebut sebagai prioritas pertama, mendorong eksperimen tanpa kendala pasar. Ruang Chinatown mereka yang terus berkembang adalah pusat bakat mutakhir di ambang ketenaran dunia seni.

10. Ramiken Crucible

Wins armory show di Ramiken Crucible gallery.

Ramiken Crucible didirikan pada tahun 2009 dan dijalankan oleh Mike Ursuta dan Blaize Lehane. Pameran tanpa siaran pers atau teks dinding ini memamerkan karya baru dari seniman junior yang baru saja lulus dari pendidikan Universitas. Galer ini telah melahirkan seniman muda sekelas Andra Ursuta, Elaine Cameron-Weir, dan Gavin Kenyon. Mereka semua mewakili genre baru dari patung industri kontemporer yang menyinggung wacana teoritis yang berubah di sekitar tubuh di era teknologi. Terlepas dari kesederhanaan ruang dan lokasi orang luar mereka, Ramiken Crucible telah mendapat pujian internasional dan para kritikus.