Dari pulau-pulau tropis yang tidak dikenal hingga gurun Afrika, gunung berapi terhampar dengan indahnya. Di banyak tempat, gunung berapi seringkali menunjukkan eksistensinya dengan mengeluarkan abu, hingga lava panas.

Namun bagi sebagian besar kalangan, pemandangan gunung berapi merupakan hal yang menyenangkan. Bukan hanya memacu adrenalin, mengenali karakteristik gunung juga sangat menarik bagi orang-orang yang tertarik dengan studi geografi.

Selama memahami tindakan penyelamatan di area gunung berapi, atau badan operasional masih mengijinkan pendakian. Sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan perjalanan ke kawah lava.

Lantas, pegunungan manakah yang aktif dan layak untuk dikunjungi turis?

1. Gunung Berapi Kilauea, Hawaii

Gunung Kilauea, Hawaii saat belum menunjukkan aktivitas berbahaya.

Terletak di Big Island, Kilauea telah aktif dan pernah meletus pada tahun 1983. Gunung ini merupakan salah satu tempat paling terkenal untuk pariwisata gunung berapi.

Kilauea terletak di Taman Nasional Gunung Api Hawaii dan dipantau oleh Survei Geologi AS (USGS). Jika para pendaki ingin mengunjungi gunung ini, mereka diharapkan check in di Pusat Pengunjung Kilauea dekat pintu masuk taman.

Pemandangan indah sudah terlihat sejak dari dek observasi Museum Thomas A. Jaggar. Ada juga Area Melihat Lava yang dapat diakses dari State Route 130, serta akses melalui Chain of Craters Road, Hilina Pali, dan Crater Rim Drive. Anda bahkan dapat tinggal di taman Nasional di Volcano House atau di perkemahan.

Sebelum Anda pergi, periksa situs web NPS tentang keadaan terkini untuk memantau kondisi gunung.

2, Gunung Yasur, Vanuatu

Gunung Yasur di pagi hari.

Anda akan menemukan Gunung Yasur di Pulau Tanna di Vanuatu, rantai pulau di Pasifik Selatan yang terletak antara Australia dan Fiji.

Gunung berapi ini aktif dan dikabarkan beberapa kali sempat meletus. Aktivitas tersebut menghasilkan letusan strombolian (seperti kembang api) yang terlihat dari laut.

Treknya sangat mudah untuk mencapai ke puncak. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki. Juga pertimbangkan pergi di malam hari sehingga Anda dapat melihat percikan oranye kontras langit malam.

DiVanuatu merupakan kawah paling aktif di gunung berapi Ambrym, dan sering memiliki danau lava kecil. Hal itulah yang membuat para pendaki berdecak kagum.

3. Erta Ale, Ethiopia

Erta Ale, mengandung magma panas yang membara.

Terkenal karena danau lava yang mendidih, Erta Ale terletak di Danakil Depression dan sebagian besar aktif sejak 1960-an. Menuju ke sana tidak mudah, paling tidak pendaki membutuhkan waktu enam jam perjalanan dari Hamedela. Tempat itu pos penginapan malam pertama bagi para pendaki.

Pendakian ke kawah membutuhkan waktu sekitar tiga jam dan biasanya dilakukan pada malam hari. Sangat disarankan untuk melakukan ekspedisi wisata karena Ethiopia secara politik tidak stabil dan memiliki ancaman teroris yang berkelanjutan. Banyak wisata juga akan menjelajahi tambang garam, lanskap gurun, dan danau kawah di dekatnya.

4. Gunung Nyiragongo, Republik Demokratik Kongo

Aktivitas kawah gunung Nyiragongo yang bisa dipantau dari kejauhan.

Terletak di Taman Nasional Virunga, gunung berapi ini berada di perbatasan DR Kongo dan Rwanda. Gunung ini adalah danau lahar paling aktif dan terbesar di dunia yang mengalir seperti air.

Pada tahun 2002, sebuah letusan menghancurkan kota Goma di sekitarnya. Menyebabkan 200.000 orang kehilangan tempat tinggal. Setelah ditutup selama dua tahun terakhir, taman nasional, yang juga terkenal akan pemandangan gorila, dibuka kembali. Sehingga para wisatawan dapat berkemah atau melakukan pendakian ke kawah membutuhkan waktu lima hingga enam jam.

5. Gunung Etna, Italia

Anda akan menemukan Gunung Etna di pantai Sisilia, dan merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa. Gunung Etna merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Gunung Etna, Italia saat aktivitasnya meningkat. Terpantau dari kamera drone.

Beberapa tahun terakhir telah terjadi berbagai letusan, dari gempa bumi sampai abu vulkanik yang menyembur ke langit. Waktunya tidak beraturan.

Namun terlepas dari gejala alamnya, masih banyak wisatawan yang masih jatuh hati dengan pemandanannya. Gunung Etna adalah objek wisata yang sangat besar, dan area kawah dapat diakses melalui area ski. Jika Anda berkunjung ke sini, singgahlah ke Sapienza di mana Anda dapat naik kereta gantung.

6. Gunung Berapi Pacaya, Guatemala

Terletak di dekat Kota Guatemala dan Antigua, Pacaya adalah salah satu gunung berapi paling aktif di negara ini. Pacaya telah telah menunjukkan aliran lahar dan aktivitas strombolian dalam beberapa tahun terakhir.

Gunung Pacaya yang terlihat indah saat aktivitasnya stabil.

Untuk berkunjung ke sini, turis diharapkan menyewa pemandu wisata. Pengelola setempat memberikan aturan ketat kepada pendaki, karena medannya yang cukup berbahaya bagi pemula.

Pendaki diharuskan melakukan perjalanan selama dua setengah jam hingga ke puncak. Aliran lava dingin akan menyapa pendaki jika mereka sudah sampai ke puncak.

7. Gunung Berapi Villarrica, Chili

Meski puncaknya diselimuti salju, gunung Villarrica memiliki perut gunung yang aktif dan berpotensi mengeluarkan lava panas.

Pada bulan Maret 2015, ada letusan besar di Villarrica, tetapi gunung itu sekarang terbuka lagi dan saat ini masih meletus dengan melaporkan peningkatan aktivitas dan danau lava aktif. Itu terletak di Taman Nasional Villarrica, dan naik ke atas adalah hal biasa, tetapi disarankan bahwa mereka memerlukan panduan, peralatan yang tepat, dan keterampilan, karena bagian dari perjalanan termasuk lapisan es. Untuk informasi lebih lanjut tentang seperti apa pendakiannya, baca artikel ini dari InterPatagonia sehingga Anda tahu apa yang diharapkan.

8. Batu Tara, Indonesia

Batu Tara adalah gunung berapi pulau kecil yang sering aktif dengan letusan strombolian dan gumpalan abu. Saat ini aktivitasnya rendah, tetapi dapat berubah sewaktu-waktu.

Gunung Batu Tara saat meluapkan letusan lava.

Biasanya gunung ini memiliki aktivitas strombolia yang persisten seperti Stromboli di Italia. Tur berpemandu adalah satu-satunya cara untuk sampai ke gunung berapi, termasuk berkemah di pulau itu. Banyak turis yang berangkat dari Bali, karena memang pulau itulah yang terdekat dengan gunung Batu Tara.

9. Piton de la Fournaise, Pulau Reunion

Namanya diterjemahkan menjadi “Puncak Tungku” dan gunung berapi aktif ini ditemukan di Pulau Reunion Prancis, sebelah barat Madagaskar. Anda dapat mendaki di dalam kaldera melalui akses dari jalan pantai, atau melihatnya dari helikopter wisata atau pesawat terbang.

Gunung piton saat aktivitasnya masih stabil.

Tur berpemandu banyak tersedia di sekitar pantai. Pilihan lain, Anda akan memerlukan mobil untuk mencapai jalan akses (Pas de Bellecombe). Periksa kondisi setempat untuk memastikan jalur ke kawah terbuka. Dan jika perjalanan aman, pendaki membutuhkan total waktu berjalan sekitar lima jam.

10. Gunung Turrialba, Kosta Rika

Terletak di Taman Nasional Turrialba, gunung berapi ini terakhir meletus pada bulan September 2016. Dan mungkin aktivitasnya masih belum stabil.

Mungkin, Anda tidak diperbolehkan terlalu dekat dengan kawah. Akan tetapi Anda bisa melihat gunung berapi dari kota Turrialba.

Gunung Turrialba, Kosta Rika saat tidak ada aktivitas vulkanik.

Meskipun Anda tidak akan menemukan lava yang mengalir di sini, Taman Nasional Gunung Berapi Poas adalah salah satu gunung berapi yang paling banyak dikunjungi. Karena danau kawahnya yang asam, yang terkadang bertindak seperti geyser.

11. Gunung Api Sakurajima, Jepang

Sakurajima adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan memiliki aktivitas konstan yang terdiri dari berbagai ledakan. Termasuk pencahayaan vulkanik.

Gunung ini juga berada di dekat kota Kagoshima dan dapat diakses dengan kapal feri. Meskipun terpisah dengan area perairan, akan tetapi kota Kagoshima memiliki populasi lebih dari 500.000 orang. Sehingga aktivitasnya dipantau secara ketat.

Gunung Sakurajima yang tampak menawan.

Anda dapat melihat gunung berapi di Observatorium Yunohira (yang terdekat dengan kawah), titik Pengamatan Karasujima, di sepanjang jalur Nagisa Lava, dan di Observatorium Arimuar Lava.

12. Gunung Masaya, Nikaragua

Masaya saat ini memiliki permukaan danau lava, menjadikannya objek wisata yang sangat populer. Lokasinya terletak di dalam Taman Nasional Gunung Api Masaya, yang memiliki pusat pengunjung dan panduan taman.

Taman ini dapat diakses melalui mobil (bus wisata dan taksi akan membawa Anda ke sana) atau hiking. Malam adalah waktu yang sangat populer untuk pergi, jadi Anda kemungkinan besar akan mengalami antrean panjang dan tenggat watku menonton terbatas.

Kawah gunung masaya yang besar dan sering mengeluarkan asap vulkanik.

Namun kami sarankan Anda untuk melakukan reservasi setidaknya satu hari sebelumnya. Pastikan Anda tetap mengetahui kondisi seputar aktivitas gunung berapi. Agar liburan Anda tetap aman dan terbindar dari segala musibah.