Taman Nasional Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, kerap dipadati wisatawan. Tebing tinggi yang terjal memang menjadi daya tarik tempat ini. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata ada desa terpencil yang terletak di balik tebing Grand Canyon? Ya, desa itu bernama Supai.

Tidak banyak penduduk yang tinggal di desa terisolasi ini. Pada tahun 2010, tercatat ada sekitar 208 orang saja. Adalah suku Indian bernama Havasupai yang sudah ada di Supai sejak 800 tahun terakhir. Bagi orang luar yang ingin masuk ke Supai harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Suku Havasupai.

Desa Supai.
Desa Supai.

Meski letaknya terpencil, nama Supai kini sudah mulai populer di kalangan para wisatawan. Terbukti, ada sekitar 5,5 juta orang yang mendatangi Supai setiap tahun. Tak ada transportasi darat yang bisa mengantarkan kamu ke Supai, jadi kamu hanya bisa menggunakan helikopter. Apabila bujet kamu terbatas, maka bisa sampai ke Supai dengan cara mendaki atau menaiki keledai.

Bahkan tidak ada tempat penginapan khusus di desa ini. Tapi, kamu bisa menetap di pondok sederhana milik suku setempat yang dibuka selama bulan Februari hingga November.

Air terjun di Supai.
Air terjun di Supai.

Ada banyak hal menarik yang bisa kamu temui saat berada di Supai, yakni vegetasi hijau dan air terjun yang berada di ketinggian 100 meter dengan air berwarna biru kehijauan. Di sisi lain, bangunan di Supai juga masih asli dan sangat sederhana, seperti gereja, sekolah dasar, toko sederhana, kafe, dan kantor pos.

Bagaimana, menarik bukan? Supai bisa menjadi pilihan destinasi yang anti-mainstream. Memang bukan fasilitas mewah yang akan kamu dapatkan selama berada di desa ini, tapi justru pengalaman liburan yang unik sekaligus berkesan.