Peru adalah sebuah negara di Amerika Selatan bagian barat. Wilayah ini berbatasan dengan Ekuador dan Kolombia di bagian utara, di bagian timur dengan Brasil, di bagian tenggara dengan Bolivia, di bagian selatan dengan Chili, dan di barat dengan Samudra Pasifik.

Peru adalah negara dengan keanekaragaman hayati dengan habitat mulai dari dataran gersang di wilayah pantai Pasifik di barat hingga puncak pegunungan Andes yang membentang dari utara ke tenggara.

Negri yang kaya ini sangat beruntung. Ia memiliki kota bernama Cusco (Spanyol: Cuzco, [ˈkusko]; Quechua: Qusqu, Qosqo. Adalah sebuah kota di Peru tenggara, dekat Lembah Urubamba di pegunungan Andes. Ini adalah ibu kota Wilayah Cusco dan Provinsi Cusco. Pada 2013, kota ini memiliki populasi 435.114. Terletak di ujung timur Simpul Cuzco, ketinggiannya sekitar 3.400 m (11.200 kaki). Kota ini menyimpan banyak sejarah peradaban suku Inca kuno hingga kehidupan masyarakat Peru saat penjajahan Spanyol pada abad ke-13 hingga ke-16.

Pada tahun 1983 Cusco dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO dengan judul “Kota Cuzco”. Kawasan ini telah menjadi tujuan destinasi wisata utama, menampung hampir 2 juta wisatawan per tahun. Konstitusi Peru menetapkannya sebagai Ibukota Sejarah Peru.

Kota paling terkenal di Amerika Latin ini merupakan gerbang ke Machu Picchu, situs paling spektakuler di negara itu, tetapi Cuzco sendiri memiliki pesona yang tak kalah menarik dibandingkan wilayah lain.

Berjalan Kaki dari Plaza de Armas

Kawasan ini begitu memanjakan pejalan kaki. Di kawasan ini sangat terlihat jelas bangunan gereja-gereja, berbagai toko suvenir yang memanjakan para turis, kios pasar tekstil, alun-alun, dsb. Hiruk pikuk keramaian kota terjadi disini, bisa dibilang kawasan Plaza de Armas adalah jantung kota.

Alun-alun Plaza de Armas, dikelilingi bangunan tua yang berwarna-warni.

Selama Kekaisaran Inca, alun-alun itu disebut “Huacaypata” (Alun-alun Prajurit) dan meluas hingga Plaza del Regocijo yang berdekatan. Upacara dan parade militer dilakukan di sini dan kemenangan pertempuran dirayakan. Plaza de Armas juga menyaksikan peristiwa bersejarah, termasuk eksekusi Túpac Amaru II yang memimpin pemberontakan yang gagal melawan Spanyol pada tahun 1780.

Di Cuzco Anda dapat melakukan tur ke dua gereja besar, menelusuri toko suvenir, atau bersantai dan berfoto di tangga katedral. Arsitektur kota ini merupakan kombinasi yang menarik dari pengaruh Incan dan Spanyol. Adapun biara Dominika dibangun di atas fondasi batu Incan dan reruntuhan Sacsayhuaman. Bangunan tersebut dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari pusat kolonial kota.

Plaza de Armas terletak di pusat kota Cusco dan mudah dijangkau dari semua arah. Alun-alun ini juga dilewati oleh beberapa  bus-bus wisata yang dapat mengitari kota. Tetapi banyak orang yang bertualang ke Cusco dengan berjalan kaki karena jalan-jalannya yang berliku dan berbutir batu. Trek seperti ini lebih baik dijelajahi dengan berjalan kaki. Jika Anda ingin bertualang ke Cuzco, pastikan Anda mengenakan sepatu kets.

Pegunungan Andes, antara Kenikmatan dan Siap Sekarat

Kawasan ini dikepung oleh Pegunungan Andes yang memiliki ketinggian lebih dari 11.000 kaki. Pemandangannnya indah, akan tetapi sangat membahayakan bagi Anda yang tidak terbiasa di kawasan pegunungan. Kondisi alam di Cuzco bisa saja membahayakan tubuh, karena sulit mendapatkan oksigen. Jika sudah begini, mungkin Anda bisa mencari dokter yang membuka kliniknya selama 24 jam. Selain itu, Anda bisa meminta tabung oksigen ke petugas hotel.

Cusco, terkadang masih dieslimuti kabut meski saat terik matahari. Iklim yang dingin terkadang juga membahayakan turis yang tidak siap dengan kondisi pegunungan.

Namun ada beberapa turis yang berhasil sembuh dari penyakit itu, setelah berhari-hari menginap di Cuzco. Rahasianya adalah meminum air dan istirahat yang cukup. Sementara itu, penduduk lokal biasanya mengatasi masalah kekurangan oksigen dengan cara meminum teh koka.

Mengunjungi Gereja besar di Cuzco

Jantung kota bersejarah ini adalah Plaza de Armas yang luas, kawasan khusus pejalan kaki yang dipenuhi dengan restoran, toko, dan dua gereja besar, termasuk katedral Cuzco. Tempat ini adalah tempat yang tepat untuk duduk di bangku dan menyaksikan keramaian kota.

La Catedral de Cusco, bangunan bersejarah tentang penyebaran Agama Katolik di Peru.

Namun bersiaplah untuk menangkal pedagang asongan yang menjajakan wisata, karya seni, pijat dan tongkat selfie. Jika Anda tidak tertarik untuk membelinya, lebih baik berkata “No, gracias” sudah cukup untuk membuat mereka pergi.

Katedral Cuzco, yang dibangun pada pertengahan abad ke-17, sebenarnya adalah tiga bangunan dalam satu lingkungan yang sama. Bangunan ini diapit oleh Templo del Triunfo dan Templo de la Sagrada Familia. Untuk memasuki kawasan ini, turis diperkenankan untuk membeli tiket masuk. Tiket masuk wisatawan sudah mencakup ketiganya dan sudah ada audioguide di dalam bangunan.

Katedral ini menampilkan perpaduan antara tradisi seni Spanyol dan Andean; karya favorit para wisatawan adalah lukisan Perjamuan Terakhir di mana Yesus dan para Rasul sedang menikmati cuy (marmot) dan makanan lain dari daerah itu. Ada juga lukisan besar yang menggambarkan gempa yang memporak-porandakan Cuzco pada tahun 1650.

Menelisik ke mimbar Templo de la Compania de Jesus yang megah.

Gereja lain di Plaza de Armas adalah Templo de la Compania de Jesus, gereja Jesuit yang pertama dibangun pada pertengahan abad ke-16 dan dibangun kembali setelah gempa bumi tahun 1650. Altar utamanya yang berhias hampir seluruhnya dilapisi emas. Kami sarankan Anda untuk menaiki balkon paduan suara untuk melihat pemandangan Plaza de Armas yang spektakuler.

Menelisik sejarah peradaban Peru

Convento de Santo Domingo – juga dikenal sebagai Korikancha, Coricancha atau Qurikancha. Di tempat ini wisatawan dapat dengan jelas melihat kota Inca dan sejarah Spanyol yang berdampingan. Selama periode Inca, ini adalah kuil utama Cuzco, yang penuh dengan emas dan harta karun. Setelah Spanyol tiba, mereka mencairkan emas dan menggunakan beberapa batu bangunan untuk mendirikan biara Dominika mereka sendiri. Namun, Anda masih dapat melihat banyak dari dinding Inca asli di samping halaman era kolonial.

Convento de Santo Domingo, dibangun di atas bangunan suku Inca yang khas dengan gaya terasering.

Di Museum Inka, yang terletak hanya menanjak dari Plaza de Armas, Anda akan melihat perhiasan, senjata, peralatan, keramik, dan artefak lain dari kerajaan terpenting Peru, ditambah foto-foto penggalian Machu Picchu. Anda juga akan belajar tentang beberapa peradaban pra-Incan Peru. Ruang pamer museum mengelilingi halaman tengah yang indah di mana pengrajin lokal menawarkan barang dagangan mereka.

Sementara itu, hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Qorikancha, wisatawan dapat berkunjung ke The Pre-Columbian Art Museum. Bangunan ini  menyi9mpan banyak koleksi yang terorganisir dengan baik yang menampilkan pajangan keramik, ornamen emas dan perak, kalung kerang laut, dan artefak lainnya dari tahun 1250 SM. ke era Inca. Ada beberapa toko suvenir di tempat di mana Anda dapat membeli tekstil buatan tangan, keramik, dan perhiasan.

The Pre-Columbian Art Museum, surga bagi pecinta seni dan sejarah.

Jika berkunjung ke museum tidak cukup, Anda dapat menelusuri distrik San Blas. Kawasan ini merupakan tempat yang menarik untuk turis berkelana. Plaza utama dari kota ini adalah rumah bagi Gereja San Blas; interiornya relatif sederhana dibandingkan dengan beberapa gereja lain yang ada di daerah ini. Tetapi mimbar yang luar biasa, diukir dari pohon cedar tunggal, merupakan pemandangan menarik yang ada di gereja ini.

Gereja lain yang patut Anda kunjungi adalah Gereja San Cristobal. Untuk sampai ke sini, turis harus berjalan menanjak ke arah loteng. Sehingga Anda dapat menikmati kota Cuzco dari menara loncengnya. Tiket masuk untuk wisatawan telah terpadu ke segala ruangan maupun beberapa tempat di sekitarnya.

Puing-puing suku Inca yang tersisa

Reruntuhan Inca yang paling mengesankan di Cuzco adalah Sacsayhuaman. Untuk sampai ke sini wisatawan hanya perlu berjalan kaki dari pusat bersejarah (meskipun harus menanjak, akan tetapi banyak tersedia bus, taksi). Di kawasan ini banyak sekali pemandu wisata yang dapat Anda manfaatkan untuk mendeskripsikan reruntuhan Inca.

Sacsayhuama, puing-pung peradaban suku Inca di atas tebing.

Ketika wisatawan sampai ke reruntuhan bangunan dengan menempuh perjalanan menanjak dan melelahkan. Semuanya terbayar begitu melihat pemandangan di sekitar reruntuhan suku Inca yang indah.

Bangunan ini beridiri kokoh di perbukitan yang miring, meski hanya didirikan dengan batuan besar. Para Ilmuwan meyakini bahwa suku Inca memotong batu-batu dari kali dengan kasar. Mereka kemudian menyeret batu besar tersebut dengan tali ke lokasi pembangunan. Diperkirakan ada ratusan orang yang terlibat dalam proses mengantar batu ke atas bukit.

Pedro Cieza de León, seorang ilmuwan yang dua kali mengunjungi Sacsayhuamán pada akhir 1540-an, menyebutkan bahwa semua ini dilakukan oleh tenaga kerja rotasi di bawah pengawasan ketat arsitek Imperial.

Bangunan bersejarah lain yang perlu Anda kunjungi di akhir perjalanan Anda adalah Machu Picchu. Adalah benteng Inca abad ke-15, yang terletak di Cordillera Timur Peru selatan, di punggung sebuah bukit dengan tinggi 2.430 meter (7.970 kaki) di atas permukaan laut. Machu Pichu merupakan reruntuhan kota yang menawan di atas lembah dengan sistem terasering.

Machu Pichu, mahakarya suku Inca di atas bukit yang terkemuka di dunia.

Sebagian besar arkeolog percaya bahwa Machu Picchu dibangun sebagai warisan bagi kaisar Inca Pachacuti (1438–1472). Suku Inca membangun tanah itu sekitar tahun 1450 tetapi meninggalkannya seabad kemudian pada saat Penaklukan Spanyol. Machu Picchu dibangun dengan gaya Inca klasik, dengan dinding batu kering yang dipoles. Tiga struktur utamanya adalah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruang Tiga Jendela.

Konon katanya, Machu Pichu dibangun dengan segala kebutuhan penduduknya. Bahkan ada tambang garam di atas bukit.

Kuliner Cuzco nan menawan

Masakan Peru yang terkenal adalah ceviche – ikan mentah dengan jeruk nipis atau jus lemon, bawang merah, cincang, bawang putih cincang dan daun ketumbar. Anda dapat mencicipi semuanya di seluruh kota.

Adapun makanan yang mereka sebut dengan cuy. Daging babi panggang yang disajikan utuh. Akan tetapi wisatawan sering memprotes restoran yang menjual cuy yang benar-benar utuh, lengkap dengan kepala babi. Tapi, jika And tak bersedia menyantapnya dengan kepala, katakanlah kepada pelayan restoran bahwa Anda tidak mau bagian kepala babi.

Cuy, makanan yang terbuat dari marmut atau daging babi. Disajikan secara utuh dari ujung kaki hingga kepala.

Bagi Anda yang tidak mengonsumsi Babi, kami menyarankan Anda untuk mengonsumsi alpaca. Daging yang rasanya seperti rusa atau daging sapi tanpa lemak.

Jika Anda merasa sedikit di bawah cuaca karena penyakit ketinggian atau perut pelancong, sup Andes – dibuat dengan ayam, quinoa, dan sayuran – adalah makanan yang cocok untuk menghangatkan tubuh.

Kuliner cita rasa internasional

Cuzco memiliki pemandangan restoran yang luas, menawarkan tidak hanya masakan Peru tetapi juga pizza, sushi, dan rasa lainnya dari seluruh dunia. Berhati-hatilah bahwa banyak restoran (terutama di atau dekat Plaza de Armas) memiliki staf yang menunggu di trotoar di luar mencoba memikat pengunjung dengan agresif. Jika Anda sudah merencanakan kuliner di tempat lain, cukup bilang “No, gracias” maka mereka pun menghentikan tawaran.

Kawasan Plaza de Armas yang menjajakan makanan internasional yang menghadap ke alun-alun.

Jika Anda menyukai makanan laut, berkunjunglah ke Barrio Ceviche, yang terletak tepat di Plaza de Armas. Seperti namanya, ceviche adalah menu unggulan di sini. Mereka juga menyediakan menu lain seperti ikan mentah yang dipengaruhi cita rasa Jepang yang disebut tiradito.

Adapun sebuah restoran yang bernama PER.UK menawarkan menu yang memadukan masakan Peru dan Inggris. Mereka menghidangan makanan seperti ayam tradisional causa (pembuka kentang Peru), alpaca dalam saus tiga keju dan burger quinoa. Restoran ini berlokasi di Calle Plateros, tak jauh dari Plaza de Armas.

Nonna Trattoria menyajikan beberapa pizza terbaik kota, dipanggang dalam oven berbahan bakar kayu. Juga di menu adalah sup, salad, dan pasta. Pengunjung menikmati suasana yang nyaman dan kue yang enak; Namun, perhatikan bahwa kartu kredit tidak diterima.

Dapur Nonna Trattoria, mereka selalu menyajikan pizza dari tungku bakaran.

Organika menampilkan produk organik dari peternakan Sacred Valley milik restoran. Alpaka dengan gnocchi menarik ulasan hangat, seperti halnya ceviche, tetapi ada banyak pilihan vegetarian juga, seperti ubi ravioli manis dan lasagna sayuran.

Berbelanja di Cuzco

Cuzco adalah tempat yang tepat untuk membeli sweater atau syal yang dibuat dari wol alpaka lunak. Hampir setiap toko suvenir mengklaim menawarkan tekstil yang terbuat dari alpaka bayi, akan tetapi tidak semuanya menawarkan alpaka asli.

Selain itu ada kerajinan tas Peru yang terkenal dengan tenun dan celupan tinta khas Peru. Namun semua pedagang mengklaim mereka menjualnya dari bahan asli. Berhati-hatilah saat memilih tas kerajinan ini. Tas yang dibuat dengan pewarna alami cenderung memiliki warna yang lebih kalem, sementara kain dalam nuansa paling terang bukan terbuat dari bahan alami. Kain tenunan tangan juga sering memiliki sedikit rambut yang mencuat.

Pemandangan sudut pasar tradisional Cusco yang menjajakan syal dan kerajinan khas Peru.

Beberapa museum, termasuk Museum Seni Pra-Columbus dan Museum Inka, memiliki pengrajin lokal yang dapat melukis pot atau membuat kerajinan tangan lainnya di tempat. Anda dapat membeli langsung dari pengrajin. Dan kami sarankan jangan ragu untuk menawar.

Di dalam gudang hanya beberapa blok dari Plaza de Armas adalah Pasar San Pedro, di mana Anda akan menemukan segala sesuatu yang dapat Anda bayangkan – buah-buahan dan sayuran berwarna cerah, ikan mentah dan tumpukan telur ikan jeruk, daging asin, quinoa dan jagung, dan banyak tekstil dan suvenir Andes. Penduduk setempat duduk untuk makan atau jus segar, sementara anak-anak dan anjing lari cepat di antara kios-kios.

Tidak seperti San Pedro Market, Centro Artesanal Cusco (atau Artisanal Center of Cuzco) tidak ada restoran lezat. Semuanya tersaji biasa saja. Sebagai gantinya Anda akan menemukan kios-kios kerajinan dan suvenir: sweater, perhiasan, tas, topi, tembikar, pernak pernik, dan banyak lagi. Tempat ini adalah lokasi yang bagus untuk membeli oleh-oleh untuk semua teman dan keluarga Anda di rumah.

Menelisik kerajinan tradisional Peru

Plaza de Armas dan jalan-jalan yang bercabang itu penuh dengan tempat-tempat untuk dijelajahi, dari toko-toko suvenir yang trendi hingga butik kelas atas yang menjajakan sweater alpaka dan perhiasan.

Centro de Textiles Tradicionales del Cusco, memperlihatkan segala produksi tekstil atau kerajinan tradisional dari hulu ke hilir.

Centro de Textiles Tradicionales del Cusco menawarkan tempat bagi penenun tradisional Andes untuk menunjukkan kerajinan mereka dan menjual barang-barang mereka, termasuk tas, syal, topi, tablerunners dan banyak lagi.

Siapkanlah segala kebutuhan Anda seperti pakaian hangat, sarung tangan dan topi. Karena kawasan ini begitu dingin bagi orang Indonesia.