Pada tahun 1535 dua orang yang mengekspedisi daratan Amerika Latin, Francisco Pizarro González dan Diego de Almagro bertengkar hebat. Hingga akhirnya seorang Uskup dari Panama, Fray Tomás de Berlanga, datang ke Peru untuk mendamaikan mereka berdua.

Akan tetapi saat pelayarannya dari Panama menuju Peru, ia mendarat di sebuah pulau yang tak pernah ditemukan sebelumnya. Ketika ia melihat sekelilingnya, ternyata ada beberapa pulau lain yang saling berjejer dan memiliki banyak gunung. Pulau-pulau tersebut terletak di sebelah Barat Daya Panama dan Barat Laut Peru. Fray Tomás akhirnya terus menelusuri pulau itu dan tertarik dengan keindahan alamnya yang indah.

Meski ia harus melanjutkan perjalanan demi mendamaikan Pizarro dan Diego de Almagro, Uskup Fray Tomás akhirnya membawa cerita penemuannya itu dan memancing Darwin untuk menelusurinya lebih jauh. Charles Darwin melihat sekawanan burung yang mirip dengan burung kutilang namun memiliki beberapa perbedaan.

Kini, deretan 18 pulau tersebut secara teritori telah dimiliki oleh Ekuador dan menjadi destinasi wisata yang paling dicari di Amerika Latin. Meski pulau ini tak seberapa dibandingkan pulau-pulau yang ada di Indonesia, akan tetapi pesona fauna yang ada di sana merupakan binatang endemik yang sulit ditemukan di wilayah lain.

Deretan pulau Galapagos bahkan memilki sebutan pulau surga bagi hewan-hewan purba. Mereka tak pernah terusik dengan keberadaan manusia, karena memang catatan sejarah manapun tak pernah membuktikan kehidupan manusia di Galapagos.

Tak ayal, jika Anda berkunjung ke sana akan ada banyak hewan yang lalu lalang dengan indahnya. Hewan apa sajakah itu?

1. Singa Laut

Singa laut Galapagos yang kini sering terlihat lebih kurus.
Singa laut Galapagos yang kini sering terlihat lebih kurus.

Singa laut Galapagos (Zalophus wollebaeki) adalah spesies singa laut yang berkembang biak secara eksklusif di Kepulauan Galapagos. Kebanyakan dari mereka banyak ditemukan di sekitar Isla de la Plata. Kawanan singa laut sering terlihat berjemur di pantai berpasir atau di sekitar bebatuan.

Hewan yang beratnya bisa mencapai 550 pon ini terkadang berkeliaran di beberapa tempat di tepi pantai. Misalnya saja di bangku taman atau di dermaga.

Sebagian besar dari mereka tampak malu-malu mendekatkan diri dengan manusia. Namun ada juga kawanan singa laut yang manja jika bertemu manusia. Tenang, hewan ini hanya mengonsumsi ikan dan tidak akan menyerang manusia.

2. Burung Cikalang

Burung Cikalang, dadanya membesar saat musim kawin.
Burung Cikalang, dadanya membesar saat musim kawin.

Burung laut besar ini terkenal karena dadanya yang membusung besar. Sepintas orang berpikir bahwa kantong merah itu adalah tempat menyimpan makanan seperti halnya beurung pelikan. Akan tetapi, ciri fisik itu merupakan identitas kelamin dan daya tarik mereka terhadap lawan jenis.

Jika Anda melihat burung cikalang yang memiliki kantong merah, itu tandanya mereka berjenis kelamin jantang. Sedangkan jika Anda melihat burung cikalang yang tidak memilki kantong, artinya burung tersebut tergolong sebagai cikalang betina.

Spesies mereka masih tergolong banyak di Galapagos. Terutama di kawasan di Genovesa dan Seymour Utara. Datanglah

3. Iguana Tanah dan Iguana Laut

Iguana tanah di sekitar air terjun di Santa Cruz.
Iguana tanah di sekitar air terjun di Santa Cruz.

Ada dua jenis iguana yang hidup dan berkembang di wilayah ini, yakni iguana laut dan iguana darat. Semuanya berkembang biak dengan sendirinya, berkeliaran di beberapa tempat yang juga ditinggali manusia.

Tak ayal, hewan ternak dan hewan peliharaan manusia juga membuat iguana darat mati. Banyak iguana yang mati karena dicakar anjing atau bertengkar dengan hewan ternak. Padahal sebenarnya iguana tidak pernah mengganggu manusia.

Rumput laut adalah makanan bagi Iguana laut.
Rumput laut adalah makanan bagi Iguana laut.

Sementara itu iguana laut memiliki nama ilmiah Amblyrhynchus Cristatus. Para ilmuwan meyakin bahwa terpisahnya iguana darat dan iguana laut terjadi sekitar 4,5 juta tahun yang lalu.

Jika Anda ingin melihat populasi iguana dengan jelas, Anda dapat menemukannya di sektar Santa Cruz, Isabela, South Plaza, dan Seymour Utara.

4. Kepiting Sally

Kepiting Sally memiliki ciri fisik tubuh berwarna cerah.
Kepiting Sally memiliki ciri fisik tubuh berwarna cerah.

Sally Lightfoot Crabs, begitu orang Amerika menyebutnya. Kepiting jenis ini memiliki kaki berwarna merah atau kuning terang. Biasanya kepiting ini berimigrasi secara berkelompok dengan jumlah yang amat banyak.

Jika Anda berkunjung ke Galapagos, silakan mengamati pesisir pantai bebatuan. Kepiting Sally yang kakinya berwarna terang akan terlihat mencari makan atau sekedar lalu lalang bersama kawanannya.

5. Green Turtles

Kura-kura hijau galapagos yang agak mirip dengan penyu.
Kura-kura hijau galapagos yang agak mirip dengan penyu.

Jika Anda menaiki perahu di sekitar kepulauan Galapagos, hewan lucu yang satu ini akan mudah ditemui. Cangkang mereka berwarna hijau dan terlihat sangat indah jika dilihat dari atas air. Tapi jika Anda ingin melihat mereka jauh lebih dekat, sepertinya Anda harus menyiapkan perangkat selam terlebih dahulu.

Bergegaslah ke wilayah peraiaran Isabela, Fernandina dan Santa Cruz jika Anda ingin menyaksikan kura-kura lebih dekat.

6. Galapagos Penguins

Penguin galapagos, bertubuh kecil dan kuat hidup di wilayah tropis.
Penguin galapagos, bertubuh kecil dan kuat hidup di wilayah tropis.

Tidak banyak yang tau bahwa sebenarnya ada pinguin yang bisa hidup di kawasan tropis. Ya! Penguin selalu diidentikan dengan kawasan dingin, salju dan hidup di atas batu es. Namun daratan Galapagos berkata lain, hewan dengan tinggi 14 inchi ini dapat bertahan hidup meski di wilayah tepi pantai sekalipun.

Biasanya kawanan penguin ini terlihat di garis pantai Fernandina dan Isabela yang berbatu. Sayangnya, populasi mereka terancam punah; karena mereka bereproduksi secara perlahan, mereka kesulitan memulihkan diri dari fenomena El Nino yang mengakibatkan mereka kekurangan nutrisi dan tak tahan cuaca angin kencang.

7. Kutilang Darwin

Kutilang Darwin, memiliki paruh kekuningan yang membuatnya unik dibandingkan spesies kutilang lainnya.
Kutilang Darwin, memiliki paruh kekuningan yang membuatnya unik dibandingkan spesies kutilang lainnya.

Nama burung ini dinamai Darwin sebagai wujud penghormatan terhadap sang peneliti, Charles Darwin. Jika Anda berkunjung ke Galapagos dan melihat bentuk burung ini, sepintas tak ada yang berbeda dengan burung kutilang biasa. Akan tetapi paruhnya yang berwarna oranye serta pola kehidupannya yang agak berbeda dibandingkan kutilang yang ada di Indonesia, tentu Anda nantinya dapat menyimpulkan bahwa kutilang di Galapagos mempunyai ciri khas sendiri.

Mereka hidup di seluruh kepulauan Galapagos dan terbagi menjadi 13 spesies. Bulunya memiliki warnanya masing-masing seperti abu-abu, coklat dan hitam.

Sementara itu, Darwin yang terkenal karena teori evolusinya berpendapat bahwa burung kutilang di Galapagos merupakan salah satu bukti bahwa segala makhluk hidup yang ada di bumi dapat berevolusi.

8. Albatros

Dua burung Albatross Ekuador sedang bercengkrama.
Dua burung Albatross Ekuador sedang bercengkrama.

Sebuah pantai bernama Punta Suarez yang berlokasi di Isla Espanola, menjadi habitat Albatros terbanyak dibandingkan wilayah lain. Jika Anda menelusuri sekitar Punta Suarez, Anda akan disuguhkan pemandangan populasi burung Albatros yang sedang mengerami telur atau bercengkrama.

Adapun pemandangan burung Albtros yang sangat menakjubkan ketika Anda mengamati tebing-tebing tinggi di sekitar Punta Suarez. Mereka akan terlihat membentangkan sayap dengan gagah ke arah laut dan melawan arus angin, di atas ombak yang menghempas bebatuan.

Datanglah ke kawasan Punta Suarez sekitar bulan April hingga Desember, niscaya pemandangan laut yang indah akan diwarnai oleh kawanan burung Albatros.

9. Flamingos

Sekawanan burung Flamingo mencari makan di perairan.
Sekawanan burung Flamingo mencari makan di perairan.

Unggas berkaki panjang ini memiliki bulu yang sangat indah dan cerah. Burung berwarna pink ini sebenarnya juga hidup di belahan dunia lain, namun jika Anda melihat burung Flamingo di kawasan Galapagos Anda akan melihat warna bulu yang sangat cerah. Flamingo berwarna pink dan hidup bersama kawanannya sering menyapa turis Galapagos dengan uniknya.

Berkunjunglah ke kawasan Isabela, Santa Cruz, Floreana, Santiago, Rabida maka Anda akan disuguhkan dengan burung flamingos. Mereka akan tampak anggun berjalan di tepi pantai, sembari mencari udang untuk dimakan.

10. Blue-Footed Boobies

Sekawanan burung boobies di tepi pantai.
Sekawanan burung boobies di tepi pantai.

Gambar yang kami sajikan ke hadapan Anda bukanlah editan. Warna kaki burung Boobies ini benrar-benar berwarna biru. Tapi tahukah Anda bahwa warna kaki biru ini mengidentitaskan tentang kehidupan seks burung?

Hm… Menurut peneliti, burung boobies yang jantan dan belum kawin kakinya akan terlihat sangat berseri. Namun jika burung tersebut sudah pernah kawin warna kakinya agak terlihat kusam. Warna biru pada kaki burung boobies jantan berfungsi sebagai harga diri seorang pejantan. Burung betina akan lebih tertarik pada kaki yang berwarna cerah.

Akan tetapi, burung boobies kaki biru ini populasinya kian menurun. Para ilmuwan meyakini bahwa menurunnya jumlah ikan sarden, sumber makanan utama boobies menjadi penyebab matinya unggas yang unik ini.

11. Kura-kura Raksasa

Kura-kura raksasa Galapagos nyaris menyamai ukuran manusia yang sedang duduk di dekatnya.
Kura-kura raksasa Galapagos nyaris menyamai ukuran manusia yang sedang duduk di dekatnya.

Jauh di dataran tinggi yang subur di kepulauan Galapagos yang basah, hiduplah sekumpulan kura-kura raksasa yang bergerak lamban. Mereka memiliki berat hingga 550 pon dan memiliki harapan hidup hingga 150 tahun. Usia kura-kura ini dapat dilihat dari cangkangnya. Jika Anda menemukan kura-kura dengan cangkan yang halus, tandanya hewan tersebut sudah tua. Begitu juga sebaliknya, jika cangkang kura-kura masih terasa kuat di telapak tangan manusia tandanya usia hewan itu masih muda.

Karena populasinya yang kian berkurang, banyak kura-kura raksasa yang tinggal di Charles Darwin Foundation sampai mereka berusia sekitar empat tahun. Kemudian mereka akan dibiarkan ke alam bebas ketika dewasa. Jika ingin melihat kura-kura raksasa di alam liar, cobalah berkunjung ke Santa Cruz, San Cristobal, dan Isabela.

Demikianlah 11 hewan endemik yang dapat Anda lihat di sekitar kepulauan Galapagos. Pulau yang ditemukan tanpa sengaja ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kawasan tropis lain. Maka dari itu pesonanya juga tak kalah menakjubkan dibanding tempat lain.

Jika Anda ingin berkunjung ke Galapagos, perhatikan jumlah tabungan yang Anda miliki. Jangan pernah bandingkan harga makanan yang ada di Galapagos dengan nilai jual makanan di Negara Amerika Latin lainnya. Karena kepulauan Galapagos terkenal dengan harga jual makanan yang mahal, maka dari itu siapkanlah budget tinggi untuk menikmati pemandangan indah disini.