Afrika begitu lekat dengan wisata alam yang eksotis. Bahkan calon pewaris takhta Inggris, Pangeran William, melamar istrinya Kate Middleton di hutan rimba Afrika Selatan.

Namun, seperti apa sih istimewanya berwisata ke Afrika? Lalu, apakah berwista di tengah hutan gersang itu aman bagi orang asing? Berikut kami sajikan 12 tempat wisata luar biasa di alam bebas Afrika.

1. Kenya

Nairobi National Park, tidak terlalu jauh dari pusat kota. Memudahkan wisatawan ketika mengakses lokasi.

Tak ada yang mampu menyaingi wisata safari Kenya. Disinilah tempat safari terbaik yang ada di kawasan Afrika. Kenya, terkenal dengan kawasan Taman Nasional  Nairobi. Didirikan pada tahun 1946, taman nasional ini adalah yang pertama di Kenya. Terletak sekitar 7 kilometer (4 mil) selatan dari pusat Nairobi, ibu kota Kenya.

Kawasannya tidak terlalu jauh dari Ibukota Kenya. Maka dari itu, jika Anda berkunjung ke Taman Nasional ini, mungkin gedung-gedung pencakar langit masih akan terlihat. Jadi, jangan terlalu berekspektasi jauh tentang hewan liar. Selain karena posisinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, Taman Nasional ini juga dibatasi oleh pagar besi listrik. Sehingga tidak akan ada hewan yang berkeliaran keluar area. Hewan yang ada di Nairobi juga sudah terbiasa melihat manusia, sehingga mereka bisa mengendalikan diri.

Taman ini meliputi area seluas 117,21 kilometer persegi (28.963 hektar) dan termasuk kecil jika dibandingkan dengan Taman lain yang ada di Afrika. Taman Nasional Nairobi menawarkan populasi satwa liar yang besar dan beragam. Sebut saja kerbau, babon, badak hitam timur, kijang, zebra Grant, cheetah, hartebeest Coke, hippopotamus, macan tutul Afrika, singa, eland, impala, jerapah Masai, burung unta, burung nasar dan burung air.

2. Tanzania 

Negara Tanzania termasuk kawasan yang banyak mengukuhkan hutannya sebagai Taman Nasional. Setidaknya ada Serengeti National Park, Tarangire National Par, Lake Manyara National Park, Arusha National Park, Katavi National Park, Mikumi, dsb. Namun dari sekian banyak Taman Nasional di Tanzania, cobalah untuk berkunjung ke kawasan konservasi yang terletak di wilayah Arusha.

The Ngorongoro Conservation Area, terletak di daerah pegunungan Tanzania. Sehingga kawasan ini bersuhu sejuk dibandingkan Taman Nasional lain.

Tempat ini tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Mungkin sangat cocok bagi orang Indonesia yang tidak biasa menghadapi cuaca ekstrem.

The Ngorongoro Conservation Area, begitulah pemerintah setempat meresmikan kawasan ini pada tahun 1959 silam. Kawasan konservasi Ngorongoro juga telah diresmikan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Dua kawanan badak yang tinggal di kawasan konservasi Ngorongoro.

Keaslian habitat Afrika begitu terasa ketika Anda menginjakkan kaki disini. Berdasarkan bukti fosil yang ditemukan di Ngarai Olduvai, berbagai spesies hominid telah menempati wilayah tersebut selama 3 juta tahun.

Maka jangan heran jika nanti Anda bertemu badak hitam (Diceros bicornis michaeli), kerbau Afrika atau kerbau Cape (Syncerus caffer), dan hippopotamus (Hippopotamus amphibius) berkeliaran disini.

Tanah di kawasan konservasi Ngorongoro bersifat multi guna dan unik karena merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Tanzania yang melindungi satwa liar sekaligus tempat tinggal bagi manusia.

3. Delta Okavango

Delta Okavango dipenuhi air pada musim hujan.

Delta Okavango atau Okavango Grassland merupakan kawasan konservasi di wilayah Botswana. Jika Anda berkunjung ke Delta Okavango, sepertinya Anda harus mempersiapkan sepatu boot anti air agar kaki Anda tidak basah.

Delta Okavango merupakan wilayah rawa yang dipenuhi lumpur dan air. Namun, jangan khawatir. Karena hamparan pemandangan yang indah tentunya akan membuat liburan safari Anda terasa berkesan.

Delta Okavango adalah rumah permanen dan musiman bagi beragam satwa liar yang sekarang menjadi daya tarik wisata. Spesies seperti gajah semak Afrika, singa, rusa kutub, sitatunga, springbok, eland umum, kudu, duiker, steenbok, gemsbok, antelope musang, impala, antelope roan, zebra dataran, dsb akan Anda temukan disini.

Sebanyak 200 ribu kawanan fauna secara bergantian lalu lalang di Okavango. Mereka akan berimigrasi dari satu tempat ke tempat lain, tergantung pada sumber makanan yang tumbuh.

Desember hingga Februari adalah bulan basah panas dengan suhu siang hari setinggi 40 ° C (104 ° F), malam yang hangat, dan tingkat kelembaban berfluktuasi antara 50 dan 80%. Sementara itu pada bulan Maret hingga Mei, suhu menjadi jauh lebih nyaman dengan suhu maksimum 30 ° C (86 ° F) di siang hari.

Sanctuary hotel, terletak tepat menghadap ke rawa dan pemandangan alam liar.

Jika Anda datang pada musim dingin (antara Juni sampai Agustus), hujan deras akan membasahi permukaan tanah. Kemudian mengering dengan cepat beberapa jam kemudian.

4.Taman Nasional Pegunungan Simien, Ethiopia

Tamana Nasional yang telah diresmikan sebagai situs warisan Dunia UNESCO ini berdiri di kawasan pegunungan Simien. Tepatnya di kawaan timur laut Gondar di wilayah Amhara.

Monyet Gelada, fauna yang mudah ditemui di kawasan Simien.

Pegunungan Semien terbentuk sebelum penciptaan Rift Valley, dari luapan lava antara 40 dan 25 juta tahun yang lalu selama periode Oligosen.

Bagian utama dari Pegunungan Semien terdiri dari sisa-sisa gunung berapi tipe perisai yang ada di Hawaii. Namun kabarnya, pada abad ke-17 kawasan ini merupakan wilayah bersalju. Seorang Imam Jesuit bernama Jerónimo Lobo pernah membuktikannya lewat catatan hariannya.

Secara historis pegunungan ini juga pernah dihuni oleh orang Yahudi Ethiopia (Beta Israel), yang diserang oleh Kaisar Kristen pada abad ke-15.

Bahkan seorang traveller pernah mencatat kawasan ini sebagai digambarkan sebagai “bidak catur para dewa”. Simiens adalah agung sebuah kuali besar membentuk jurang dan ngarai yang dalam. Puncaknya menjulang dan berbatu. Satwa liar endemik pun berkeliaran dengan bebasnya.

Deretan pegunungan Simien yang membentuk memutari daratan Amhara.

Lebih dari 24.000 wisatawan mengunjungi kawasan ini setiap tahun. Namun demi keselamatan, wisatawan lebih memilih trek yang biasa dilewati orang-orang.

5. Rumah Sungai Chongwe, Zambia

Terletak sekitar 1 km dari Kamp Sungai Chongwe, dekat Taman Nasional Lower Zambezi, Rumah Sungai Chongwe merupakan hunian sewa eksklusif. River house merupakan tempat liburan yang ideal bagi mereka yang mencari pengasingan yang damai. Terletak di area pengamatan satwa liar, vila Zambia yang digunakan secara eksklusif ini menawarkan liburan safari otentik, namun mewah untuk keluarga atau kelompok kecil.

Chongwe House di Zambia Afrika yang menghadap langsung ke alam bebas dan liar.

Daerah ini terkenal dengan kawanan gajahnya yang sangat besar, dan juga rumah bagi banyak spesies lainnya, termasuk macan tutul yang sulit ditangkap. Hutan alami nan belantara yang luar biasa ini dipandu oleh perusahaan pemandu terlatih dan berpengetahuan.

Bagi Anda yang ingin menelusuri sungai, pengelola menyediakan dayung di sungai dengan kano. Pasti Anda tak akan menyesal setelah menyaksikan pemandangan margasatwa di tepi sungai. Atau, tinggal di rumah dan bersantai di peron di atas kolam renang besar, sambil mengagumi pemandangan gunung di sekitarnya.

6. Amakhala anti malaria

Kenampakan penginapan sisi Baraat Amakhala Game Reserve

Apa yang Anda bayangkan ketika berlibur ke Afrika? Sakit malaria? Tempat yang tidak higenis? Mulai sekarang, buang pikiran itu jauh-jauh. Kami tantang Anda untuk berkunjung ke Amakhala, sebuah kawasan wisata yang sudah terjamin bebas malaria.

Terkenal karena satwa liar yang spektakuler dan upaya konservasi yang luar biasa, Amakhala Game Reserve menawarkan safari bebas malaria yang sempurna.

Amakhala menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan didedikasikan untuk pelestarian lingkungan alam. Tempat wisata safari ini berfokus pada pembangunan kembali flora dan fauna asli di kawasan Afrika Selatan.

Bagi Anda yang tidak terlalu paham tentang kawasan sekitar Amakhala, tak usah khawatir. Karena transportasi seperti penyewaan mobil telah tersedia disini.

Sementara itu, arsitektur bangunan yang khas ala Afrika juga turut memanjakan mata wisatawan. Atap jerami mencolok yang ditutup dengan batu, gaya khas Safari Lodge tampak jelas bahkan dari kejauhan.

Jika Anda menginap di Amakhala, tentu akan merasakan sensasi ketenangan yang maksimal. Ruangan yang dihiasi tirai kanvas terbuka, sangat mudah untuk memandang monyet liar dari kejauhan.

7. Kruger National Park

Taman Nasional Kruger adalah salah satu kawasan konservasi terbesar di Afrika. Taman ini memiliki area seluas 19.485 kilometer persegi (7.523 sq mi) di provinsi Limpopo dan Mpumalanga.

Di Kruger National Park, Anda bisa melihat ceetah secara langsung.

Area taman pertama kali dilindungi oleh pemerintah Republik Afrika Selatan pada tahun 1898, dan menjadi Taman Nasional pertama di Afrika Selatan pada tahun 1926.

Taman ini adalah bagian dari Kruger ke Canyons Biosphere, sebuah wilayah yang ditunjuk oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Cagar Manusia dan Biosfer Internasional (“Biosphere”).

Taman ini memiliki sembilan gerbang utama yang memungkinkan pintu masuk ke berbagai kamp. Sementara itu, banyak sekali satwa liar yang paling sering diburu hidup di Kruger.

Setidaknya ada 147 spesies hewan dilindungi berkeliaran di atas lahan Afrika Selatan Tenggara ini. Dan untuk menghindari perburuan liar, pengelola memasang CCTV di berbagai titik.

Pada tahun 1994, Taman Nasional ini telah menyelamatkan populasi Gajah Afrika. Terbukti, pada sensus tahun 2004 ada 11.670 gajah Afrika yang berhasil mereka kembangbiakkan.

Jika Anda berkunjung ke sini, jangan ragu untuk membawa anak atau keponakan tercinta. Pengelola telah menyediakan tempat yang tepat untuk anak-anak. Misalnya saja wahana permainan outbond khusus anak-anak.

Jika ingin menambah wawasan tentang flora dan fauna, Anda bisa mengikuti program tur yang telah tersedia di masing-masing wilayah.

8. Amboseli National Park

Taman Nasional Amboseli, yang sebelumnya bernama Maasai Amboseli Game Reserve, berada di Kajiado County, Kenya. Taman ini berukuran 39.206 hektar (392 km2; 151 sq mi).

Penduduk lokal yang tinggal disini sebagian besar adalah suku Maasai, tetapi orang-orang dari bagian lain negara ini telah menetap di sana karena tertarik oleh ekonomi yang didorong oleh wisata dan pertanian intensif.

Taman Nasional yang bercurah hujan rendah ini merupakan salah satu kawasan wisata cagar alam terbaik untuk menyaksikan satwa liar secara langsung. Setidaknya ada 400 spesies burung beterbangan, mulai dari burung pelikan hingga burung raptor.

Wisatawan dapat menyaksikan Gajah Afrika dan gunung Klimanjaro dari Amboseli National Park.

Di Taman Nasional Amboseli, Anda dapat memandang indahnya pemandangan danau Pleistocene. Taman Nasional Amboseli menawarkan beberapa peluang terbaik untuk melihat satwa liar Afrika. Kawasan ini adalah rumah bagi gajah Afrika, kerbau, impala, singa, cheetah, hyena tutul, jerapah Masai, zebra Grant, dan rusa kutub biru. Sejumlah burung besar dan kecil juga muncul.

Namun bagi wisatawan, sepertinya harus mematuhi aturan. Konon katanya Taman Nasional Amboseli termasuk kawasan konservasi yang akan memberikan sanksi berat bagi wisatawan yang tidak patuh dengan kebijakan pengelola.

9. Hwange National Park

Taman Nasional Hwange (sebelumnya Wankie Game Reserve) adalah cagar alam terbesar di Zimbabwe. Disinilah Anda dapat memandang indah air terjun Victoria yang telah masuk ke dalam 7 keajaiban dunia.

Sebagian besar taman ini dibangun oleh Kalahari Sands. Di bagian barat laut terdapat aliran lahar basal dari Formasi Batoka, membentang dari selatan Bumbusi ke perbatasan Botswana.

Pada akhir tahun 1980-an, populasi gajah meningkat di kawasan ini. Sementara itu pengelola juga telah menampung lebih dari 100 spesies mamalia dan 400 spesies burung. Termasuk 19 herbivora dan delapan karnivora besar.

Salah satu sudut di Ilala Lodge di pagi hari.

Semua hewan yang dilindungi khusus di Zimbabwe dapat ditemukan di Hwange dan itu adalah satu-satunya daerah yang dilindungi di mana gemsbok dan hyena coklat terlihat berkeliaran.

Namun bagi Anda yang menginap di kawasan Taman Nasional, sepertinya tak perlu khawatir. Anda tidak akan dimangsa hyena. Karena mereka diawasi oleh pengelola dan tidak bisa berkeliaran di sembarang tempat.

Mungkin jika Anda memesan kamar di Ilala Lodge, akan ada pemandangan air terjun Victoria dengan gajah yang berkeliaran. Ditambah sinar matahari pagi yang menyejukkan mata.

10. Singita Grumeti, Tanzania

Penginapan safari ala Singita Grumeti, Tanzania.

Terletak di koridor barat Serengeti, Singita Grumeti adalah hutan belantara pribadi yang lebih besar dari Bedfordshire, di mana eksklusivitas adalah hal yang terpenting. Meskipun ukurannya kira-kira sama dengan Maasai Mara, Singita Grumeti hanya memiliki tiga kamp dan pondok-pondok. Sasakwa Lodge, properti andalan perusahaan, adalah sebuah rumah bangsawan Edwardian yang terletak di puncak bukit Tanzania; Faru Faru Lodge terletak di hutan ajaib di samping sungai Grumeti; dan Sabora Tented Camp, dengan gaya penginapan tenda ber-AC.

11. Kamp penginapan terbaik di Botswana

Jack’s Camp yang menawarkan pemandangan alam secara langsung dari kamar tidur pemesan.

Jack’s Camp adalah sebuah hotel yang berdiri di kawasan Bostwana. Tempat ini merupakan wujud peringatan seorang anak kepada Jack Bousfield ayahnya, yang meninggal saat kecelakaan pesawat. Konon katanya, almarhum Jack memiliki visi untuk memulai kamp safari di Makgadikgadi. Dan dibuatlah penginapan ini sesuai dengan kegemaran ayahnya, Jack, yang gemar bertualang di alam.

Tiga malam menginap di Jack’s Camp dan tiga di Eagle Island hanya cukup merogoh kocek mulai dari £ 7,970 per orang dengan Ultimate Travel Company.