Gunung Kilimanjaro adalah gunung berapi aktif di Tanzania, Afrika Timur sekaligus gunung tertinggi di Afrika dengan ketinggian sekitar 5.895 meter (19.341 kaki) di atas permukaan laut. Orang pertama yang diketahui mencapai puncak gunung ini adalah Hans Meyer dan Ludwig Purtscheller pada tahun 1889. Gunung ini adalah bagian dari Taman Nasional Kilimanjaro dan merupakan tujuan penggemar pendaki gunung di wilayah Afrika.

Dataran Afrika terkenal akan alam liarnya, seringkali menggugah rasa penasaran turis. Sepertinya sayang jika berwisata ke Tanzania hanya menuju gunung Kilimanjaro. Jika bisa mengembara ke dunia Safari, mengapa tidak?

Melihat Satwa Liar

Untuk orang Indonesia yang sering mendaki gunung, perjalanan setapak ke Kilimanjaro membutuhkan waktu sekitar 6 hari/5 malam. Kebanyakan pendaki melalui rute Machame ke Puncak Uhuru.

Medannya termasuk agak sulit, jauh seperti ekspektasi kebanyakan orang. Kurangnya oksigen adalah masalah utama.  Setiap langkah adalah tantangan. Namun rasa nyeri di kaki atau segala kondisi yang menyakitkan fisik rasanya sepadan tatkala memandang gurun Serengeti, Ngorongoro, dan Danau Manyara.

Melihat gajah adalah pemandangan biasa di kawasan ini.

Sebagian besar pendaki menghabiskan hari pertama di Danau Manyara dan lokasi ini adalah awal yang baik untuk perjalanan safari. Disinilah pendaki akan disuguhkan dengan pemandangan sekawanan hewan sangat dekat. Memasuki kawasan ini tidaklah mahal. Menikmati alam secara langsung dan melihat hewan di habitat semestinya,

Menikmati perjalanan 2 hari di Serengeti adalah hal yang luar biasa. Meskipun musim kemarau, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hewan liar seperti macan tutul dan cheetah. Itu menakjubkan!

Jika Anda takut terhadap perilaku hewan liar, percayalah hewan di Taman Nasional Kilimanjaro sudah terbiasa melihat manusia. Selama kita menjaga area mereka, jaguar atau singa sekalipun tak akan mengusik.

Matahari Terbit, Perjalanan Safari Tak Ternilai

Pemandangan matahari terbit di Taman Nasional Kilimanjaro tak bisa digantikan dengan tempat lain. Begitu banyak hewan berjalan kaki di pagi hari. Kawasan Ngorongoro Crater adalah tempat paling favorit bagi wisatawan atau turis.

Matahari terbit di Ngorongoro, Taman Nasional Kilimanjaro.

Selain karena jenis fauna yang banyak, pemandangan pegunungan dan rerumputan luas juga menjadi daya tarik. Dataran yang gersang ini mirip seperti lahan kosong di Nusa Tenggara, namun bagaimanapun keindahan Afrika tak bisa tergantikan oleh wilayah manapun.

Dilayani Porter

Trekker di Gunung Kilimanjaro biasanya memiliki kru pendukung pemandu dan porter yang tidak terpisahkan untuk membantu pendaki mencapai puncak. Ukuran kru pendukung tergantung pada jumlah trekker dalam suatu kelompok dan diatur oleh Taman Nasional Kilimanjaro (KINAPA). Operator tur diharapkan mampu mematuhi panduan KINAPA dan peraturan porter. Kelompok pendaki yang terdiri dari 2 pendaki akan memiliki satu pemandu, satu asisten pemandu, 6 portir (3 untuk setiap pendaki) dan satu juru masak.

Pemandu Kilimanjaro memiliki tugasnya masing-masing untuk melayani pendaki.

Porter bertanggung jawab untuk membawa perlengkapan trekker serta barang-barang utama seperti tenda, air dan persediaan memasak. Kami sarankan Anda untuk memberi tip kepada pemandu dan kurir saat makan terakhir di gunung atau di akhir perjalanan. Nilai tip bervariasi tergantung pada jumlah hari yang dihabiskan di gunung dan jumlah pendaki dalam suatu kelompok.

Upaya KTT umumnya dimulai pada tengah malam sehingga trekker dapat mencapai tepi kawah untuk melihat matahari terbit. Melakukan perjalanan malam hari agak menyulitkan turis Indonesia. Pasalnya, pendaki Indonesia terbiasa beristirahat di malam hari. Namun pemandu wisata mengklaim ini adalah cara terbaik untuk menikmati matahari terbit. Dan memang, hasilnya tidak mengecewakan.

Akan tetapi, satu hal yang pasti. Jika harus mendaki saat malam hari, Anda harus tetap terjaga. Pastikan tubuh tetap hangat dan membawa tabung oksigen.

Dekat dengan Es

Para trekker di rute Marangu pertama kali bertemu Gilman’s Point di tepi kawah, yang kira-kira berjarak 1,5 jam dari Puncak Uhuru. Trekker yang mengikuti Sirkuit Selatan akan mencapai puncak melalui Stella Point yang berjarak sekitar satu jam dari puncak. Keduanya dibandingkan dengan rute Rongai di mana perjalanan dari tempat Anda mencapai tepi ke puncak bisa lebih dari dua jam membuat hari puncak yang sangat panjang.

Rute lain adalah Pelanggaran Barat, yang mencakup bagian pendek pengacakan (di mana tangan diperlukan untuk keseimbangan dan dukungan). Batuan di Kilimanjaro sangat terfragmentasi dan kematian akibat jatuh dari atas telah terjadi.

Di semua rute selatan dan pada pendakian Breach Barat dimungkinkan untuk tidur semalam di kawah. Jika melewati kawasan ini, artinya Anda dihadapkan pada tiga keunggulan. Pertama, Anda dapat mencapai puncak di siang hari, menghindari pendakian terburu-buru tengah malam. Kedua, Anda punya waktu untuk mengunjungi kawah dan menjelajahi gletser.

Gletser Furtwängler di Kilimanjaro adalah sisa dari lapisan es yang pernah menutupi gunung. Perlahan semakin mundur secara dramatis selama abad terakhir. Setidaknya 80% es telah mencair. Gletser ini dinamai setelah Walter Furtwängler, seseorang yang bersama dengan Siegfried König, orang keempat yang naik ke puncak Kilimanjaro pada tahun 1912.

‘Atap Afrika’ yang kian punah.

Pendakian sekaligus safari ke Kilimanjaro merupakan perjalanan seumur hidup yang sangat berharga. Namun, sepertinya turis harus berhati-hati dengan jasa tour and travel yang ada disini. Bagaimana, tertarik bersafari di Kilimanjaro?