Saat Anda mendengar reruntuhan romawi kuno, pasti yang ada dibenak Anda adalah Coliseum yang terletak di Roma, Italia.  Padahal, reruntuhan kuno romawi tidak hanya berada di Roma tetapi tersebar di seluruh Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara. Jika Anda tertarik untuk menjelajahi reruntuhan kuno di luar Roma, berikut 10 reruntuhan kuno yang harus Anda kunjungi.

1. Tembok Hadrian, Inggris

Tembok Hadrian merupakan struktur kuno terbesar di seluruh Eropa Utara.
Tembok Hadrian merupakan struktur kuno terbesar di seluruh Eropa Utara.

Dibangun atas perintah Kaisar Romawi Hadrian untuk menghalangi  “kaum barbar” masuk.  Tembok Hadrian pada dasarnya adalah Tembok Besar Tiongkok versi romawi. Tembok ini juga merupakan struktur kuno terbesar di seluruh Eropa Utara. Bagian paling spektakuler dari tembok ini adalah  sisa-sisa benteng Romawi yang terpelihara dengan baik di Housesteads.

2. Pergamon, Turki

Reruntuhan pergamon, Turki.
Reruntuhan pergamon, Turki.

Dari dua reruntuhan Romawi yang berada di Turki, Ephesus adalah satu-satunya yang paling banyak direkomendasikan untuk dikunjungi karena esarnya koleksi reruntuhan di sana. Tetapi nyatanya Pergamon juga lebih menakjubkan. Kualitas mengalahkan kuantitas. Di reruntuhan ini juga Anda bisa menikmati suasana indah pegunungan Akropolis.

3. Leptis Magna, Libya

Reruntuhan Leptis Magna, Libya.
Reruntuhan Leptis Magna, Libya.

Leptis Magna  adalah kota pantai Romawi utama yang terletak di Libya modern, sekitar 80 mil sebelah timur Tripoli. Saat ini, kota yang spektakuler ini bukan hanya salah satu situs Romawi terbaik di Mediterania, tetapi juga salah satu yang paling jarang dikunjungi. Meskipun terjadi kekacauan regional di sana, ini adalah situs arkeologi yang tidak boleh dilewatkan. Reruntuhan terpenting peninggalan romawi yang berada di sana diantaranya adalah lima mosaik besar yang menggambarkan prajurit dan gladiator yang saat ini dipajang di Museum Leptis Magna.

4. Saalburg, Jerman

Benteng Saalburg sudah tercatat sebagai Situs Warisan Dunia.
Benteng Saalburg sudah tercatat sebagai Situs Warisan Dunia.

Benteng Romawi yang dikenal sebagai Saalburg (“puri aula”) di Bad Homburg, Jerman ini telah terdaftar tercatat di  Situs Warisan Dunia UNESCO. Benteng ini juga mewakili perbatasan antara Kekaisaran Romawi dan suku-suku Jerman.

Sebanyak 2.000 orang pernah tinggal di dalam benteng dan desa di sekitarnya. Benteng termasuk tembok pertahanan, jalan benteng, empat gerbang, lumbung, dan barak.

Museum arkeologi di dalam sana termasuk sebuah kafe dengan replika kompor romawi dan sajian kuliner khas zaman Romawi. Anda juga bisa berjalan kaki singkat ke luar benteng  menuju Saalburg Circuit Trail untuk melihat perbatasan yang rusak telah dibangun kembali.

5. Jerash, Yordania

Reruntuhan romawi kuno Jerash di Yordania.
Reruntuhan romawi kuno Jerash di Yordania.

Terletak sekitar 30 mil dari Amman, reruntuhan kota Romawi Jerash (juga disebut Gerasa) adalah salah satu situs arkeologi paling populer bagi para wisatawan di Yordania. Tidak heran mengingat letaknya yang beradai di sebuah lembah di bawah bayang-bayang Pegunungan Gilead.  Reruntuhan di sini  juga sangat luas sehingga Anda memerlukan waktu sehari penuh untuk menjelajahinya.

6. Pula Arena, Kroasia

Reruntuhan Romawi kuno, Pula Arena di Kroasia.
Reruntuhan Romawi kuno, Pula Arena di Kroasia.

Amfiteater Romawi di Pula, Kroasia, dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Vespasianus pada abad pertama M dan merupakan salah satu amfiteater Romawi terbesar dan terawat di dunia. Awalnya digunakan untuk perkelahian gladiator, sekarang Pula Arena digunakan untuk konser sampai hari ini.

7. Pont du Gard, Perancis

Pont du Gard dibangun antara 40 dan 60 CE.
Pont du Gard dibangun antara 40 dan 60 CE.

Bagian dari saluran air Romawi Nimes, Pont du Gard adalah jembatan yang dibangun antara 40 dan 60 CE. Jembatan ini  dirancang untuk memindahkan air tawar di atas Sungai Gard Prancis. Dengan panjang 900 kaki dan tinggi 160 kaki, Anda akan melihat betapa megahnya bangunan ini, satu lagi bukti betapa jeniusnya teknik arsitektur zaman romawi.

8. El Jem, Tunisia

 El Jem adalah amfiteater romawi terbesar di luar Italia.
El Jem adalah amfiteater romawi terbesar di luar Italia.

El Jem adalah salah satu amfiteater Romawi terbesar di luar Italia. Sampai saat ini amfiteater ini tetap digunakan dan masih mampu menampung lebih dari 30.000 orang.  Di musim panas, para penonton berduyun-duyun ke Festival Internasional Musik Simfoni untuk menikmati konser klasik dengan suasana kuno ini. Museum El Jem di dekatnya juga patut dikunjungi karena rekonstruksi Romawi-nya.

9. Bath, Inggris

Bath dibangun sekitar abad 60 hingga 70 M.
Bath dibangun sekitar abad 60 hingga 70 M.

Kuil Romawi di Bath, Inggris dibangun selama pendudukan Romawi di Inggris sekitar abad 60 hingga 70 M. Pembangunan kompleks pemandian air panas, secara bertahap terjadi selama tiga abad berikutnya. Sisa-sisa dari pemandian air panas ini berada di bawah permukaan jalan di kota modern dan dapat diakses oleh wisatawan untuk sekedar melihat-lihat dan  tidak diizinkan untuk mandi.

10. Volubilis, Maroko

Reruntuhan romawi kuno Volubilis di Maroko.
Reruntuhan romawi kuno Volubilis di Maroko.

Terletak di Morroco di antara kota-kota modern Fes dan Rabat, Volubilis awalnya adalah pemukiman Fenisia pada abad ketiga SM. Saat ini, Volubilis  adalah situs Warisan Dunia UNESCO yang layak dikunjungi sebagai contoh kota kolonial zaman kekaisaran Romawi.

Itulah 10 reruntuhan romawi kuno yang paling spektakuler di seluruh dunia di luar Roma. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi semuanya?