Setiap orang menjadi semakin sadar akan pentingnya makanan sehat. Namun sayangnya, perkembangan dunia kuliner tidak sejalan dengan mutu dan kualitas kandungan makanan.

Beberapa orang mungkin telah mencari alternatif gaya hidup seperti yoga dan vegetarian. Tapi bagi kaum omnivora, memilih makanan dan mengolah makanan berizi juga penting dilakukan.

Maka dari itu, kami menginformasikan kepada Anda tentang kuliner dari berbagai Negara yang dianggap sehat. Semua makanan ini terinspirasi dari makanan seluruh dunia, dari seluruh benua. Semuanya adalah makanan sehat dan bebas penyakit.

1. Chad

Chad dan negara-negara Afrika lainnya, termasuk di antara negara-negara yang paling sehat dari segi mengolah makanan. Tradisi ibu rumahtangga di sana saat matahari terbit, adalah datang ke pasar. Mereka selalu berbelanja sayuran segar untuk dimasak. Maka dari itu, sebagian besar masakan disini bebas pengawet dan bahannya selalu segar.

Daraba, makanan khas dari Chad yang berbahan dasar sayuran.

Hidangan yang paling sering mereka pakai adalah boule, bubur tebal yang dipersiapkan dengan biji-bijian seperti jagung, millet dan sorgum. Tak sampai disitu, mereka juga sering menambahkan okra yang diproduksi lokal, pimento kering, jambu biji, mangga, singkong, kambing, atau ikan. Semuanya kaya akan nutrisi penting dan sesuai dengan Diet Paleo.

2. Yunani

Diet tradisional Yunani adalah salah satu yang paling banyak dipelajari. Karena mereka menekankan untuk menghindari lemak tak jenuh. Sementara itu mereka mengajarkan pentingnya untuk mengonsumsi polong-polongan, sayuran, ikan dan biji-bijian.

Cara masak dengan memanggang membuat makanan orang Yunani tidak mengandung banyak lemak.

Hasilnya, nilai gizinya sangat tinggi, terutama pada omega-3, dari bahan buncis, paprika, dan sarden yang populer. Hidangan tradisional Yunani juga meminimalisir jumlah daging, sehingga mengurangi konsumsi lemak jenuh.

Mengingat ‘salad’ dan ‘yogurt’ adalah dua kata yang biasanya mengikuti ‘Yunani,’ tidak terlalu mengejutkan bahwa masakan nasional ini termasuk yang paling sehat di dunia.

3. Israel

Falafel, banyak dijual di pasar tradisional Israel. Unsur-unsur pokok dari diet Israel tidak berbeda dengan negtara Mediterania lainnya.

Menu utamanya adalah kacang polong, terong dan minyak zaitun. Sedangkan bumbu yang mereka kombinasikan selalu membantu meningkatkan metabolisme dan membantu pencernaan.

Orang Israel lebih suka makanan panggang sehingga terhindar dari minyak jenuh.

Manfaat nutrisi dari bahan-bahan seperti tahini dan mint akan meningkatkan vitamin A dan C, kalsium, asam folat, seng dan mangan. Roti pita juga memiliki nilai gizi yang lebih tinggi.

4. Jepang

Tiga pilar pola makan sehat adalah keseimbangan, variasi dan moderasi, yang semuanya ditunjukkan melalui diet Jepang. Di beberapa tempat di Jepang, seperti Okinawa, orang sering hidup sampai lebih dari 100 tahun, dan diet mereka memiliki peran besar dalam hal ini.

Tradisi orang Jepang yang menekankan kebersihan juga menjadi kunci kesehatan makanan mereka, meski daging mentah sekalipun.

Diet ini kaya akan buah-buahan dan sayuran yang terbukti memiliki sifat melawan kanker, dan staples seperti ubi, teh hijau, rumput laut, makanan kedelai dan jamur shiitake memiliki banyak manfaat. Kandungannya kaya akan zat besi, kalsium, seng, tembaga , omega-3, dan antioksidan.

Praktek makan mereka hanya menambah manfaat kesehatan, dengan banyak makanan dikukus atau digoreng cepat, dan di meja makan, banyak yang mempraktikkan seni Hara Hachi Bu, atau makan sebelum kenyang.

5. Indian

Di barat, Anda mungkin berpikir makanan India kaya akan makanan goreng yang tidak sehat, seperti samosa, popadom, dan bhajis, serta kari yang kaya krim.

Namun, banyak dari unsur makanan India ini sudah sangat dipopulerkan di luar negeri. Sedangkan makanan asli India jauh lebih sehat. Bumbu-bumbu yang sangat istimewa dalam masakan India tidak hanya memberikan citarasa unik, tetapi juga terbukti melindungi penyakit kanker, memiliki sifat anti-inflamasi dan penyembuhan.

Meski banyak mengandung daging, masakan India juga mengandung gizi karena menggunakan rempah sebagai bumbunya.

Bahkan ada penelitian yang menyebutkan rempah-rempah India mampu mencegah penyakit Alzheimer. Kari sayur merupakan andalan banyak daerah di negara ini dan banyak daerah pemakan daging menghindari babi atau sapi.

6. Thai

Banyak hidangan makanan Thailand yang dapat mencegah kanker. Salah satunya sup Tom Yung Gung. Sup ini berbahan dasar udang, ketumbar, serai, jahe dan rempah-rempah Thailand lainnya. Makanan ini banyak ditemukan di berbagai kota di Thailand.

Kandungan antioksidannya sangat tinggi, sehingga mampu menghambat pertumbuhan kanker. Banyak elemen masakan Thailand yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu pencernaan.

Sup Tom Yum Goong, mengandung banyak seafood dan sayuran yang menyehatkan.

Jahe, kunyit, dan serai, yang biasanya disajikan dalam hidangan, semuanya diketahui telah digunakan dalam pengobatan Asia untuk mengobati sejumlah penyakit. Masakan Thailand yang sarat dengan sayuran segar, makanan laut dan rempah-rempah sangat sempurna untuk meningkatkan metabolisme dan mengisi tubuh dengan nutrisi penting.

7. Korea Selatan

Tahukah Anda bahwa ketinggian rata-rata orang Korea Selatan sekitar dua inci lebih tinggi dari orang Korea Utara? Hal ini sebagian disebabkan oleh pola makan mereka yang kaya nutrisi, yang secara historis sebanding dengan negara-negara Barat yang ‘lebih maju’.

Kimchi, sayuran fermentasi Korea yang mengandung paprika halus adalah makanan yang harus ada di dalam menu mereka.

Mereka menghindari lemak jenuh sehingga banyak penduduk yang terhindar dari obesitas. Makanan rendah lemak yang dinikmati oleh warga Korea Selatan sangat lezat. Tahu, mie, telur dan ikan dan sering disertai dengan kimchi, merupakan makanan yang sehat untuk pencernaan.

Meskipun barbekyu Korea, khususnya daging sapi, adalah salah satu hidangan favorit bangsa ini. Namun konsumsi rata-rata per kapita adalah 16 pon daging sapi per tahun, dibandingkan dengan rata-rata Amerika sebesar 67 pound.

8. Spanyol

Sebagian besar alasan mengapa diet Spanyol dianggap paling sehat di dunia adalah karena pengontrolan porsi makanan mereka.

Orang Spanyol mampu mencicipi berbagai jenis makanan sekaligus dalam satu kali duduk. Namun mereka tidak makan terburu-buru, dan memilih porsi kecil. Sehingga konsumsi kalori tubuh tetap terjaga dengan baik.

Spanyol memiliki segudang kuliner menggugah rasa, namun mereka selalu mengonsumsi makanan dengan sedikit-sedikit.

Makanan tinggi serat dan rendah lemak juga banyak ditemukan di kuliner khas Spanyol. Kacang-kacangan, sayuran, minyak zaitun, makanan laut dan ikan berminyak, semuanya adalah makanan khusus untuk mengendalikan berat badan dan sangat mudah ditemukan di beberapa menu khas Spanyol.

Dari sekian banyak makanan yang menyehatkan di Negri matador ini, Gazpacho merupakan menu palng sehat. Gazpacho sangat penting untuk tubuh karena mengandung likopen dan antioksidan penangkal kanker.

9. Swedia

Diet Skandinavia dari Swedia telah diakui WHO sangat sehat. Terbukti, di Swedia memiliki tingkat obesitas 11 persen dan harapan hidup rata-rata 81 tahun.

Diet Swedia tidak begitu melibatkan banyak buah dan sayuran. Sebaliknya mereka lebih melibatkan makanan yang kaya akan roti hitam, beri, ikan dan susu, yang sarat dengan serat dan antioksidan. Kandungan makanan itu juga dapat membakar lemak dengan cepat.

Hidangan meja Skandinavia, yang menyeimbangkan antara makanan manis dan gurih.

Kualitas makanannya tinggi. Daging dan produk susu berasal dari hewan yang telah makan rumput bersih selama hidup mereka. Sehingga memberikan nutrisi yang berharga kepada pemakannya.

10. Vietnam

Segar, bersemangat, ringan dan lezat adalah kata-kata yang terlintas dalam pikiran ahli kuliner ketika berbicara tentang masakan Vietnam.

Piring-piringnya secara luas menampilkan bumbu dan cabai, yang semuanya menambahkan nutrisi kesehatan dan rasa yang lezat. Pho adalah sup berbasis mie yang kaya akan antioksidan dan nutrisi. Meskipun porsinya cukup besar, namun kandungannya rendah lemak dan memiliki bahan yang mudah dicerna.

Pho Soup Vietnam, mengandung daging sapi dan mi beras. Sehingga mudah terserap pencernaan.

Mie Vietnam berbahan dasar beras lebih mudah dicerna daripada mie yang berbasis gluten. Banyak hidangan disajikan dengan paprika, bawang hijau, ayam, dan babi, yang ditambahkan ke bagian utama hidangan sesuai dengan preferensi individu.

Bahan-bahan tersebut membantu pencernaan, melawan peradangan, dan, bersama dengan gaya makan, mengontrol porsi bantuan.